Zenica, Komentarnews – Tim nasional Italia kembali menorehkan catatan kelam. Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti 1-4 dalam laga play-off kualifikasi zona Eropa di Stadion Billino Polje, Zenica, Rabu dini hari WIB (1/4/2026). Kekalahan ini menandai kegagalan ketiga secara beruntun Italia tampil di pentas Piala Dunia sejak terakhir kali merasakannya di Brasil 2014.
Pelatih tim nasional Italia Gennaro Gattuso mengaku sangat terpukul dan menyebut hasil ini sebagai kemunduran besar yang tidak dapat diterima.
“Ini terasa sakit (setelah gagal lolos), tapi saya bangga pada pemain saya. Mereka tidak layak mendapatkan pukulan seperti ini karena perjuangan yang mereka lakukan di lapangan,” kata Gattuso dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Rabu (1/4/2026).
Dalam pertandingan yang berlangsung 120 menit, Italia dan Bosnia-Herzegovina bermain imbang 1-1. Kedua tim sama-sama tampil ngotot untuk merebut satu tiket ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, di babak adu penalti, ketangguhan Bosnia-Herzegovina tak mampu dibendung Italia. Skor akhir 4-1 untuk tuan rumah memupus harapan Italia untuk tampil di ajang paling bergengsi tersebut.
Gattuso, yang merupakan legenda hidup AC Milan dan pemenang Piala Dunia 2006 sebagai pemain, meminta maaf kepada publik Italia karena gagal mengantarkan tim ke target yang ditetapkan.
“Ini adalah kemunduran besar; saya rasa tidak adil bagi kami untuk pergi keluar hari ini. Secara pribadi, saya minta maaf karena saya tidak berhasil menyelesaikannya,” ujar Gattuso dengan nada kecewa.
Ia juga menyadari bahwa kegagalan ini tidak dapat diterima oleh semua pihak, terutama karena Italia merupakan salah satu negara sepak bola terbesar di dunia dengan status empat kali juara dunia.
Kegagalan ini menambah daftar panjang krisis sepak bola Italia di pentas dunia. Sejak menjadi juara dunia pada 2006, prestasi Italia di Piala Dunia terus menurun. Mereka tersingkir di fase grup pada 2010 dan 2014, sebelum kemudian gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar. Kini, kegagalan ketiga secara beruntun menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia.
Ditanya tentang masa depannya sebagai pelatih Italia setelah kegagalan ini, Gattuso enggan berkomentar panjang.
“Berbicara tentang masa depan saya hari ini tidak penting. Yang penting adalah mencapai Piala Dunia, dan kami menyesal,” ungkap Gattuso.
(*ANT/ *FIGC/ *Reuters)

