Como, KomentarNews – Inter Milan gagal memanfaatkan status sebagai tim unggulan saat bertandang ke markas Como pada leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026. Bertanding di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Selasa (3/3/2026) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB, kedua tim harus puas berbagi angka setelah laga berakhir dengan skor imbang tanpa gol .
Hasil ini membuat peluang kedua tim untuk lolos ke partai puncak masih terbuka lebar. Leg kedua yang akan digelar di Stadion Giuseppe Meazza (San Siro), Milan, pada 22 April 2026 mendatang akan menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke final .
Pada laga ini, Como yang diasuh Cesc Fabregas tampil tanpa rasa inferior meski berstatus sebagai tim promosi yang baru kembali ke kasta tertinggi. Tim tuan rumah justru tampil mendominasi dan menciptakan lebih banyak peluang berbahaya sepanjang pertandingan .
Inter yang melakukan rotasi besar-besaran dengan mengistirahatkan sejumlah pemain kunci seperti Lautaro Martinez dan Marcus Thuram (yang hanya tampil sebagai pemain pengganti) kesulitan mengembangkan permainan. Cristian Chivu, pelatih Inter, mengakui bahwa timnya terpaksa merombak formasi akibat krisis pemain dan jadwal padat menjelang Derby della Madonnina akhir pekan ini .
“Absennya Lautaro Martinez dan Ange-Yoan Bonny, serta kondisi Marcus Thuram yang belum bugar sepenuhnya, memaksa kami menggunakan sistem baru. Ini pertama kalinya saya bermain dengan sepasang gelandang kreatif yang mendukung striker,” ungkap Chivu .
Como memiliki sejumlah peluang emas untuk memecah kebuntuan. Mergim Vojvoda menjadi momok bagi pertahanan Inter setelah memanfaatkan kesalahan Yann Bisseck, namun sepakannya berhasil diblok Carlos Augusto . Nico Paz juga mengancam melalui tendangan jarak jauh yang memaksa kiper Inter, Josep Martinez, melakukan penyelamatan sulit .
Peluang terbaik Como hadir di awal babak kedua melalui Alex Valle. Sayangnya, meski telah berada di posisi ideal tanpa pengawalan di dalam kotak penalti, sepakan Valle dari jarak dekat justru melenceng .
“Bersama Alex Valle, tampaknya lebih sulit untuk meleset daripada mencetak gol, tetapi hal-hal seperti itu biasa terjadi. Ini meninggalkan sedikit rasa pahit di mulut kami, karena kami merasa setidaknya bisa menang 1-0,” sesal Fabregas .
Inter sendiri hampir mencetak gol melalui Matteo Darmian yang tembakan silangnya dari sudut sempit membentur tiang gawang . Namun secara statistik, Nerazzurri bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga .
Meski gagal menang, Fabregas mengaku bangga dengan performa anak asuhnya yang mampu membuat Inter, tim yang tengah mendominasi Serie A, kesulitan mengembangkan permainan .
“Itu adalah permainan catur, sangat taktis, di mana melawan tim paling dominan di Serie A, kami memainkan permainan yang kami inginkan. Kami solid, memiliki dua atau tiga peluang yang sangat bagus,” ungkap mantan bintang Arsenal tersebut .
Sementara itu, Chivu memilih menerima hasil imbang ini sebagai modal berharga menjelang laga derbi kontra AC Milan. Dengan keunggulan 10 poin di puncak klasemen Serie A, Inter masih memiliki peluang besar untuk meraih gelar ganda musim ini .
“Kami harus puas dengan apa yang kami miliki, dan para pemain melakukannya dengan baik untuk menyadari kesulitan pertandingan ini,” tambah Chivu .
Leg kedua nanti akan menjadi penentu, di mana pemenang akan berhadapan dengan salah satu dari Lazio atau Atalanta di partai puncak.
(dbs/*)
