Teheran, KomentarNews – Dunia diguncang oleh eskalasi dramatis di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan yang berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026) ini telah memicu perang terbuka dan serangan balasan di sejumlah negara di kawasan Teluk.
Seorang pejabat Iran kepada CNN menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump telah melewati “garis merah yang sangat berbahaya” setelah Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel . Trump sendiri mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Iran itu melalui platform Truth Social, menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” .
Operasi Militer Besar-besaran
Militer Israel mengungkapkan bahwa serangan yang menewaskan Khamenei dilakukan di kompleks kediamannya di pusat Teheran. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa angkatan udara mereka, berdasarkan intelijen presisi, menyerang lokasi tempat Khamenei berada bersama sejumlah pejabat senior lainnya .
Lebih dari 1.200 amunisi dijatuhkan dalam serangan udara yang menargetkan ratusan aset militer Iran, termasuk peluncur rudal balistik dan sistem pertahanan udara . Selain Khamenei, serangan ini juga menewaskan Kepala Garda Revolusi Iran Jenderal Mohammad Pakpour dan penasihat utama keamanan Ali Shamkhani, serta dikabarkan putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban .
Tragedi Kemanusiaan di Minab
Di tengah gempuran militer, tragedi kemanusiaan terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Sebuah rudal menghantam sekolah dasar putri yang berlokasi sekitar 600 meter dari pangkalan militer Garda Revolusi, menewaskan sedikitnya 108 orang, sebagian besar adalah siswi .
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut insiden ini sebagai “tindakan biadab” dan “halaman hitam lain dalam catatan kejahatan agresor” . Bulan Sabit Merah Iran melaporkan total korban jiwa di seluruh Iran mencapai 201 orang dengan 747 luka-luka akibat serangan udara tersebut .
Serangan Balasan Iran
Sebagai respons, Garda Revolusi Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk . Iran mengklaim telah menyerang 27 fasilitas militer AS, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, markas Armada Kelima AS di Bahrain, serta target-target di Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, dan Yordania .
Seorang wanita tewas dan sedikitnya 21 orang terluka dalam serangan rudal Iran di kawasan Tel Aviv, Israel . Sementara itu di Abu Dhabi, dua orang tewas dan di Dubai, empat orang terluka akibat serangan yang menghantam kawasan Palm Jumeirah .
Penutupan Wilayah Udara dan Selat Hormuz
Konflik ini memaksa Iran, Irak, Kuwait, Suriah, UEA, dan Israel menutup wilayah udara mereka untuk lalu lintas sipil. Maskapai penerbangan internasional membatalkan penerbangan ke Timur Tengah, dan Rusia menghentikan penerbangan komersial ke Iran dan Israel .
Dalam langkah dramatis, Garda Revolusi menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sepertiga perdagangan minyak dunia melalui kapal tanker .
Perayaan dan Protes di Dalam dan Luar Negeri
Di Teheran, ledakan dan kepulan asap hitam menyelimuti distrik tempat Khamenei biasa tinggal. Namun, laporan AFP menyebut sorak-sorai terdengar di jalan-jalan Tehran setelah kabar kematian Khamenei mulai menyebar . Kontras antara perayaan dan duka menyoroti perpecahan mendalam di masyarakat Iran .
Di Amerika Serikat, gelombang protes anti-perang meletup di berbagai kota. Ribuan orang turun ke jalan di depan Gedung Putih dan Times Square, mengecam “serangan tidak beralasan dan ilegal Trump terhadap Iran” yang disebut sebagai tindakan perang yang dapat menyebabkan kematian dan kehancuran besar . Sejumlah politisi Demokrat, termasuk mantan Wakil Presiden Kamala Harris, mengkritik keras Trump karena “menyeret AS ke dalam perang yang tidak diinginkan rakyat Amerika” tanpa otorisasi Kongres .
Reaksi Internasional
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa aksi militer di Timur Tengah “membawa risiko memicu rangkaian peristiwa yang tidak dapat dikendalikan siapa pun” . Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat, dengan Iran menuduh AS dan Israel melakukan kemungkinan “kejahatan perang” .
China menyerukan penghentian segera aksi militer dan mendesak semua pihak untuk menghindari eskalasi serta kembali ke jalur dialog . Sementara itu, Prancis, Inggris, dan Jerman mengutuk serangan Iran terhadap negara tetangga dan menyerukan dimulainya kembali perundingan .
Trump mengindikasikan serangan akan berlanjut sepanjang pekan. “Pemboman berat dan tepat… akan berlanjut tanpa henti sepanjang minggu, atau selama yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita, yaitu PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH,” tulis Trump di Truth Social .
(*/CN)
