Jakarta KomentarNews– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa program Magang Nasional di industri tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga membuka peluang besar untuk direkrut menjadi karyawan tetap.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026), Menaker menjelaskan bahwa peserta magang yang memiliki kompetensi dan kinerja baik berpeluang besar untuk dilirik oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang. Menurutnya, tidak sedikit perusahaan yang kemudian tertarik merekrut peserta magang karena sudah mengenal kapabilitas mereka selama enam bulan.
“Karena bagi perusahaan, mencari kandidat itu tidak mudah. Jadi ketika (peserta) sudah hadir di sini enam bulan, maka untuk apa perusahaan cari yang lain kalau spesifikasinya memenuhi. Karena merekrut yang baru belum tentu juga dikenal baik, uji coba tahu-tahu tidak cocok dan itu mahal buat perusahaan,” katanya.
Menaker Yassierli menjelaskan bahwa program magang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi peserta, magang memberikan pengalaman kerja nyata, sertifikat, uang saku, serta kesempatan membangun jejaring profesional.
Sementara bagi perusahaan, program ini memberikan keuntungan strategis, di antaranya uang saku peserta magang dibayarkan oleh pemerintah dan perusahaan dapat mencari calon kandidat terbaik yang akan direkrut setelah masa magang berakhir.
“Ini menunjukkan sekali lagi apa yang kita harapkan, bagaimana magang ini bisa memberikan pengalaman kepada fresh graduate lulusan perguruan tinggi mendapatkan berbagai macam pengalaman, dan alhamdulillah bisa terwujud,” ujar Menaker.
Ia berharap program ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang memperoleh kesempatan mendapatkan pengalaman kerja di dunia industri. Oleh karena itu, ia meminta para peserta agar memanfaatkan kesempatan magang dengan sebaik-baiknya.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Tunjukkan bahwa Anda mampu, tekun, dan berdedikasi. Pastikan setelah menyelesaikan enam bulan magang, Anda benar-benar siap memasuki dunia kerja,” kata Yassierli.
Sementara itu, Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Dena Herdiana mengatakan pada tahun 2025 perusahaannya menerima 134 peserta magang yang terdiri dari 86 pria dan 48 perempuan dari berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian.
Menurutnya, melalui program ini para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mengembangkan kompetensi, wawasan industri, serta karakter profesional yang akan menjadi bekal penting dalam memasuki dunia kerja.
“Kami percaya sinergi antara dunia industri dan pemerintah merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Dena.
(*Ant/ Kemnaker/ *PTDI)
