<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kristen &#8211; KomentarNews</title>
	<atom:link href="https://komentar-news.com/religi/kristen-protestan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://komentar-news.com</link>
	<description>Tajam Mengulas, Jelas Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2026 09:45:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/02/komentar-logo-bundar-150x150.png</url>
	<title>Kristen &#8211; KomentarNews</title>
	<link>https://komentar-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihat-Nya – 1Petrus 1:3-12, MTPJ 12 – 18 April 2026</title>
		<link>https://komentar-news.com/percaya-kepada-dia-sekalipun-kamu-tidak-melihat-nya-1petrus-13-12-mtpj-12-18-april-2026/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/percaya-kepada-dia-sekalipun-kamu-tidak-melihat-nya-1petrus-13-12-mtpj-12-18-april-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 09:45:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MTPJ]]></category>
		<category><![CDATA[GMIM]]></category>
		<category><![CDATA[Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=3298</guid>

					<description><![CDATA[MTPJ, KomentarNews &#8211; ALASAN PEMILIHAN TEMA Ada pernyataan “Sebelum aku melihat aku belum percaya”! Pernyataan ini memiliki alasan yang sangat kuat, baik bagi seseorang maupun kelompok, karena untuk membuktikan suatu kebenaran, sangat diperlukan bukti atau kesaksian seseorang yang menyaksikan atau melihat peristiwa yang diperkarakan. Hal ini akan sangat memudahkan pengambilan keputusan tentang suatu perkara atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MTPJ, KomentarNews &#8211;</p>
<p><strong>ALASAN PEMILIHAN TEMA</strong></p>
<p>Ada pernyataan “Sebelum aku melihat aku belum percaya”! Pernyataan ini memiliki alasan yang sangat kuat, baik bagi seseorang maupun kelompok, karena untuk membuktikan suatu kebenaran, sangat diperlukan bukti atau kesaksian seseorang yang menyaksikan atau melihat peristiwa yang diperkarakan. Hal ini akan sangat memudahkan pengambilan keputusan tentang suatu perkara atau persoalan yang terjadi.</p>
<p>Seperti halnya kisah Alkitab tentang kebangkitan Tuhan Yesus,Tomas yang merupakan murid Tuhan Yesus meragukan kebenaran berita kebangkitan Tuhan Yesus, jika tidak secara langsung melihat dan berjumpa dengan Tuhan Yesus. Bagian ini jelas dalam Injil Yohanes 20:25 “Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”</p>
<p>Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mendasarkan kepercayaannya pada Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kebenaran yang ditulis dalam Alkitab adalah kebenaran yang tak dapat diragukan lagi. Walaupun bagi orang non-kristen tidak mengakui kebenaran yang ada dalam Alkitab. Sementara itu, bagi orang Kristen yang di dalamnya warga GMIM, sangat mengakui kebenaran-kebenaran dalam Alkitab, di antaranya kisah Yesus Kristus, mulai dari kelahiran-Nya sampai kebangkitan-Nya bahkan sampai pada kenaikan-nya ke sorga.</p>
<p>Sekalipun tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus.  Berkaitan dengan ini, maka perenungan kita di Minggu ini akan dituntun oleh</p>
<p>Tema: PERCAYA KEPADA DIA SEKALIPUN KAMU TIDAK MELIHAT-NYA</p>
<p>PEMBAHASAN TEMATIS</p>
<p>Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)</p>
<p>Surat 1 Petrus tergolong dalam surat-surat Am (umum atau katolik), yang memiliki kekhasan atau keunikannya dibanding dengan surat-surat yang lain, seperti surat-surat Paulus. Surat ini diawali dengan pernyataan bahwa penulisnya adalah Petrus sebagai rasul Yesus Kristus (1 Petrus 1:1).</p>
<p>Sekalipun demikian surat ini diragukan jika ditulis oleh Petrus sang rasul. Diduga bahwa surat 1 Petrus ditulis oleh seorang penatua (presbyteros),  I Petrus 5:1 pada tahun 70-100 M.Surat ini ditujukan kepada pembaca pada umumnya. Secara khusus penulis menyebutkan beberapa jemaat di daerah Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia dan Bitinia. Daerah-daerah ini berada di wilayah Asia Kecil. Jemaat Kristen yang tersebar di beberapa daerah ini dilatarbelakangi oleh Kristen non-Yahudi, walaupun ada di antara mereka juga adalah pendatang atau orang asing (pasal 2:11).</p>
<p>Surat ini diawali dengan suatu ungkapan pujian kepada Allah. Apa alasan penulis mengajak penerima surat ini untuk menyampaikan pujian kepada Allah? Pada hal jemaat sedang berada dalam keadaan yang tidak baik, diakibatkan oleh berbagai-bagai pencobaan (1:6). Bagi penulis 1 Petrus, keadaan itu bukanlah penghalang bagi jemaat untuk memuji Tuhan. Melainkan mendorong mereka untuk tetap dekat dengan Tuhan, dengan cara hidup yang berkenan kepada Tuhan, di antaranya memuji Tuhan. Bahwa sekalipun didera oleh berbagai pencobaan, mereka tetap adalah jemaat yang menerima karya selamat yang telah dikerjakan Tuhan Allah dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Dan di dalam dan oleh karya keselamatan Tuhan Allah ini, menjadi rahmat atau anugerah yang besar bagi setiap orang percaya untuk mengalami kelahiran baru, yakni kehidupan yang berpengharapan. Kehidupan baru adalah tindakan Allah, bukan hasil usaha manusia. Kebangkitan Kristus adalah dasar hidup baru dan pengharapan kekal orang percaya. Hidup dalam pengharapan adalah kehidupan yang bukan sekadar optimisme, tetapi kehidupan yang meyakini akan janji Allah.</p>
<p>Pengharapan yang dimaksud adalah bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang bangkit dari antara orang mati akan menerima suatu warisan yang tidak dapat binasa (Yunani: aphtharton), yang tidak dapat cemar (Yunani: amianton) dan yang tidak dapat layu (Yunani: amaranton), yang tersimpan di sorga bagi kamu. Warisan rohani ini menunjuk pada kehidupan kekal, kemuliaan, dan persekutuan dengan Allah. Bagi setiap orang yang menerima warisan rohani atau kehidupan yang kekal terpanggil untuk menjaga kekudusan hidup, di hadapan Tuhan. Pemeliharaan dari Tuhan menjadi kekuatan bagi orang percaya untuk menjalani kehidupan mereka (ayat 5).</p>
<p>Pada bagian lain, penulis mengajak jemaat untuk bersukacita dan bergembira, walaupun mereka sedang diperhadapkan pada berbagai pencobaan. Bersukacita dan bergembira bukanlah bebas dari penderitaan, melainkan menjadi kekuatan bagi mereka dalam keyakinan bahwa penderitaan yang sedang dialami adalah keadaan yang sementara saja (6). Sekaligus keadaan ini adalah bagian dari memurnikan iman, seperti emas dimurnikan dalam api.</p>
<p>Demikian juga iman itu sendiri, oleh karena iman yang tahan uji akan membawa kemuliaan pada saat Kristus datang kembali (ayat 7). Hal ini sejalan dengan apa yang ditegaskan dalam surat Yakobus 1:2-3 “saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan.</p>
<p>Bagian selanjutnya yakni pada ayat 10-12, dijelaskan bahwa para nabi Perjanjian Lama telah menubuatkan tentang keselamatan ini. Mereka tidak mengerti sepenuhnya waktu dan cara penggenapannya, namun mereka melayani generasi sesudahnya. Roh Kristus telah bekerja dalam mereka.</p>
<p>Sekarang, berita keselamatan itu diberitakan melalui pemberitaan Injil oleh kuasa Roh Kudus. Bahkan malaikat pun ingin juga mengetahui dan melihat dengan jelas hal-hal besar ini. Benar bahwa keselamatan adalah karya Agung Tuhan Allah dalam Yesus Kristus, sebagaimana yang dinubuatkan nabi-nabi. Itulah berita segenap orang percaya kepada bangsa-bangsa sekalipun tidak melihat, namun tetap percaya kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat.</p>
<p>Makna dan Implikasi Firman</p>
<p>Tuhan Allah dalam Yesus Kristus telah mengerjakan karya Agung bagi manusia, yakni menyelamatkan orang-orang berdosa dan dengannya menganugerahkan kehidupan kekal melalui kelahiran baru.</p>
<p>Berbagai pencobaan (penderitaan, pergumulan dan beban hidup) tidak menghalangi setiap orang percaya, baik pribadi, keluarga dan jemaat untuk memuji-muji Tuhan. Memuji Tuhan adalah hakikat hidup orang yang telah diselamatkan. Sebagaimana kesaksian Mazmur 111:1-2: “Haleluya! Aku mau bersyukur dengan segenap hatiku, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam Jemaah. Besar perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya”.</p>
<p>Iman memiliki tempat yang penting dalam kehidupan jemaat di tengah berbagai situasi dan keadaan. Surat Ibrani memberikan penegasan yang penting, khusus pasal 11:1-2 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Iman atau kepercayaan kepada Tuhan Yesus menjadi kekuatan jemaat Tuhan untuk tetap bertahan dan menjalani kehidupan di tengah-tengah dunia. Sekalipun dengan mata kepala sendiri tidak pernah melihat Dia yakni Yesus Kristus, namun tetap percaya dan sekaligus bergembira dan bersukacita. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat dan sumber kehidupan.</p>
<p>Gereja atau orang percaya terpanggil menjadi pemberita Injil bagi banyak orang. Injil akan memberikan kekuatan kepada orang percaya dalam menjalani kehidupan di berbagai keadaan, dalam keadaan baik maupun dalam keadaan tidak baik, agar nama Tuhan dipuji dan dimuliakan.</p>
<p>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI</p>
<ol>
<li>Apa yang dimaksud dengan “Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihat” menurut 1 Petrus 1:3-12?</li>
<li>Mengapa kita orang percaya harus memuji TUHAN?</li>
<li>Bagaimana mewujudkan kehidupan beriman dalam keadaan senang ataupun dalam keadaan susah?</li>
</ol>
<p>POKOK-POKOK DOA</p>
<ul>
<li>Agar Gereja terus dikuatkan dalam keadaan apapun</li>
<li>Agar Jemaat atau warga gereja selalu memuji Tuhan</li>
<li>Agar Jemaat atau warga gereja selalu menjaga kehidupan imannya.</li>
</ul>
<p><strong>TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK II</strong></p>
<p>NYANYIAN YANG DIUSULKAN :</p>
<p>Kemuliaan Bagi Allah: KJ.No.7 “Ya Tuhan Kami Puji Nama-Mu Besar.”</p>
<p>Ses Doa Penyembahan: KJ No. 13 “Allah Bapa Tuhan.”</p>
<p>Pengakuan Dosa: KJ No. 25 “Ya Allahku, Di Cahya-Mu.”</p>
<p>Janji  Anugerah Allah: NKB No. 17 “Agunglah Kasih Allahku.”</p>
<p>Persembahan: PKJ.No.146 “Bawa Persembahanmu.”</p>
<p>Penutup :  PKJ No. 213 “Apakah Yang Kaulakukan.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ATRIBUT Warna Dasar Putih dengan Lambang Bunga Bakung dengan Salib Berwarna Kuning</p>
<p>(GMIM/*Dodokugmim)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/percaya-kepada-dia-sekalipun-kamu-tidak-melihat-nya-1petrus-13-12-mtpj-12-18-april-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantan Retel Asal GMIM Malola Hentak Panggung Paskah di HUT Pemuda GMIM Ke-100</title>
		<link>https://komentar-news.com/mantan-retel-asal-gmim-malola-hentak-panggung-paskah-di-hut-pemuda-gmim-ke-100/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/mantan-retel-asal-gmim-malola-hentak-panggung-paskah-di-hut-pemuda-gmim-ke-100/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 12:21:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manado]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[GMIM]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda GMIM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=3140</guid>

					<description><![CDATA[Manado, Komentarnews &#8211; Pesta iman yang disertai dengan selebrasi Paskah mewarnai perayaan hari ulang tahun (HUT) Pemuda GMIM yang dilaksanakan di lapangan Sparta Tikala Manado, Sulawesi Utara, Senin (16/04/2025). Pada momen yang penuh suka cita iman, pemandangan menarik hadir di panggung utama, dimana salah satu jebolan remaja teladan (Retel) rayon Minsel, yakni Jesika Liow, mahasiswi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Manado, Komentarnews &#8211; Pesta iman yang disertai dengan selebrasi Paskah mewarnai perayaan hari ulang tahun (HUT) Pemuda GMIM yang dilaksanakan di lapangan Sparta Tikala Manado, Sulawesi Utara, Senin (16/04/2025).</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-3142 size-full" src="https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-07-at-20.09.45.jpeg" alt="" width="716" height="1274" srcset="https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-07-at-20.09.45.jpeg 716w, https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-07-at-20.09.45-169x300.jpeg 169w, https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-07-at-20.09.45-575x1024.jpeg 575w, https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-07-at-20.09.45-236x420.jpeg 236w, https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-07-at-20.09.45-150x267.jpeg 150w, https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-07-at-20.09.45-300x534.jpeg 300w, https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-07-at-20.09.45-696x1238.jpeg 696w" sizes="(max-width: 716px) 100vw, 716px" /></p>
<p>Pada momen yang penuh suka cita iman, pemandangan menarik hadir di panggung utama, dimana salah satu jebolan remaja teladan (Retel) rayon Minsel, yakni Jesika Liow, mahasiswi Poltekes Manado, berkesempatan berduet dengan artis ibu kota Anneth Delliecia Nasution.</p>
<p>Saat melantunkan pujian rohani, mahasiswi asal desa Molola, Kecamatan Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan tersebut, tak henti-hentinya mendapatkan pujian dan aplaus dari ribuan pemuda yang memadati pelaksanaan ibadah agung tersebut.</p>
<p>&#8220;Satu kebanggaan bagi kita warga GMIM Imanuel Malola, sebab, kesempatan itu jarang didapat pada saat acara besar seperti ini.&#8221;puji Sekertaris Jemaat Drs Jesaya Rondonuwu.</p>
<p>Sekertaris Wilayah Kumelembuai itu juga mengajak kepada seluruh warga pemuda GMIM, agar menjadi generasi yang dibanggakan, dan tidak akan memadamkan semangat obor pembangunan (*).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/mantan-retel-asal-gmim-malola-hentak-panggung-paskah-di-hut-pemuda-gmim-ke-100/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ia telah Bangkit Dari Antara Orang Mati – Matius 28:1-10, MTPJ 6-11 April 2026</title>
		<link>https://komentar-news.com/ia-telah-bangkit-dari-antara-orang-mati-matius-281-10-mtpj-6-11-april-2026/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/ia-telah-bangkit-dari-antara-orang-mati-matius-281-10-mtpj-6-11-april-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 02:55:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MTPJ]]></category>
		<category><![CDATA[GMIM]]></category>
		<category><![CDATA[Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=3097</guid>

					<description><![CDATA[MTPJ, KomentarNews &#8211; ALASAN PEMILIHAN TEMA Kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Meskipun demikian, kematian bukanlah akhir, iman Kristen meyakini adanya harapan yang melampaui kematian, yakni kebangkitan Yesus Kristus. Dalam kekristenan, kebangkitan Yesus Kristus adalah pengakuan iman gereja. Kebangkitan Yesus Kristus sebagai bukti kemenangan atas kuasa dosa dan maut, sekaligus jaminan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MTPJ, KomentarNews &#8211;</p>
<p><strong>ALASAN PEMILIHAN TEMA</strong></p>
<p>Kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Meskipun demikian, kematian bukanlah akhir, iman Kristen meyakini adanya harapan yang melampaui kematian, yakni kebangkitan Yesus Kristus. Dalam kekristenan, kebangkitan Yesus Kristus adalah pengakuan iman gereja. Kebangkitan Yesus Kristus sebagai bukti kemenangan atas kuasa dosa dan maut, sekaligus jaminan bahwa hidup manusia . tidak berhenti di kubur, melainkan berlanjut dalam kekekalan bersama Tuhan Allah. Kebangkitan Yesus Kristus inilah yang mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, tetapi justru menjadi awal kehidupan baru bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya</p>
<p>Dewasa ini, semakin banyak orang yang mengalami krisis makna hidup, pesimisme, dan bahkan depresi, yang sering kali disebabkan oleh kehilangan harapan dan keraguan terhadap hal-hal spiritual. Fenomena ini diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang, meski membawa banyak manfaat, kerap membuat sebagian orang memandang hidup hanya dari aspek materi semata. Mereka percaya bahwa kehidupan berakhir begitu saja setelah kematian, tanpa ada harapan akan kehidupan kekal. Padahal iman Kristen menawarkan pengharapan yang melampaui kematian, yaitu melalui kebangkitan Yesus Kristus. Kepercayaan pada kebangkitan Yesus Kristus memberikan alasan yang kuat untuk tetap berharap, melawan arus zaman yang skeptis (kurang percaya atau ragu), serta meneguhkan makna dan tujuan hidup yang berdasarkan pada iman dan kuasa kebangkitanNya. Yesus Kristus mengingatkan, bahwa kekristenan memiliki Tuhan Allah yang Kebangkitan hidup, dengan demikian imannya tidak sia-sia. Merenungkan kebangkitan Yesus Kristus, tema minggu ini adalah <strong><em>“IA TELAH BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI”.</em></strong></p>
<p><strong>PEMBAHASAN TEMATIS</strong><br />
<strong>Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)</strong></p>
<p>Injil Matius merupakan salah satu dari empat Injil dalam Perjanjian Baru yang dikaitkan dengan Matius, seorang mantan pemungut cukai yang menjadi murid Tuhan Yesus. Para ahli Alkitab umumnya memperkirakan Injil ini ditulis antara tahun 70 hingga 90 Masehi, dengan sasaran utama komunitas Kristen Yahudi. Tujuan utama penulisan Injil Matius adalah untuk menegaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama, dengan menampilkan banyak kutipan dan penggenapan nubuat Perjanjian Lama. Selain itu, Injil Matius juga berperan memperkuat iman jemaat dalam menghadapi tantangan, krisis identitas, dan penganiayaan yang dialami komunitas Kristen perdana, dengan menunjukkan bahwa kehidupan dan ajaran Tuhan Yesus adalah kelanjutan dan pemenuhan rencana Tuhan Allah bagi umat-Nya.</p>
<p>Adapun pasal 28:1-10 menjadi puncak narasi, yang menceritakan kebangkitan Tuhan Yesus sebagai penegasan otoritas dan misi ilahi-Nya, sebagaimana uraian eksegesis di bawah ini :</p>
<p>Ayat 1, Pada pagi hari setelah Sabat, saat fajar di hari pertama minggu itu, Maria Magdalena dan Maria yang lain datang ke kubur Yesus. Frasa ” pagi hari setelah Sabat” (te mia tõn sabbatõn) menunjukkan kebangkitan Tuhan Yesus terjadi di awal minggu, yang kemudian menjadi dasar penting ibadah Kristen pada hari Minggu (lih. Kis. 20:7). Injil Matius menulis bahwa Maria Magdalena dan Maria yang lain menjadi saksi pertama, walaupun saat itu kesaksian perempuan tidak dihargai secara sosial maupun hukum. Tetapi Tuhan Allah memilih mereka untuk menyaksikan dan memberitakan peristiwa terpenting dalam sejarah iman Kristen. Ini menegaskan bahwa karya Tuhan Allah melampaui batas budaya dan pandangan manusia. Kebangkitan Tuhan Yesus bukan hanya mengangkat martabat mereka yang dipandang rendah, tetapi juga menandai awal baru keselamatan, dimulai dari hari Minggu di kubur kosong melalui kesaksian perempuan yang setia.</p>
<p>Ayat 2-4, Pada fajar itu, terjadi gempa bumi besar yang menunjukkan kehadiran dan kuasa Tuhan Allah secara Iangsung, bukan sekadar peristiwa alam. Malaikat Tuhan Allah turun dari langit, menegaskan bahwa kebangkitan Tuhan Yesus adalah karya Tuhan Allah sepenuhnya. Malaikat itu menggulingkan batu besar dari pintu kubur dan duduk di atasnya, sebagai tanda otoritas Tuhan Allah atas maut. Para penjaga kubur begitu ketakutan hingga menjadi seperti orang mati, sementara Tuhan Yesus yang sebelumnya mati kini bangkit. Peristiwa ini menegaskan bahwa Tuhan Allah mampu membalikkan kematian menjadi kemenangan hidup.</p>
<p>Ayat 5-7, Ketika para perempuan berdiri di depan kubur yang terbuka, mereka merasa takut dan bingung. Malaikat Tuhan Allah menenangkan mereka dengan berkata, “Janganlah kamu takut,” yang memberi kekuatan rohani di tengah situasi luar biasa itu. Malaikat itu lalu menyampaikan inti dari Injil: “la tidak ada di sini, sebab la telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.” Kata “bangkit” (õgerthõ), bentuk pasif dari egeirõ, menunjukkan bahwa kebangkitan Tuhan Yesus sepenuhnya adalah karya Allah. Dengan demikian, nubuat Tuhan Yesus sebelumnya (lih. Mat. 16:21; 17:23) terbukti tergenapi. Selain itu, malaikat memerintahkan mereka segera memberitakan kebangkitan kepada para murid, perempuan menjadi pemberita pertama kabar ini dan menegaskan bahwa berita kebangkitan harus segera disampaikan kepada semua orang.</p>
<p>Ayat 8, Setelah menerima pesan dari malaikat, para perempuan segera meninggalkan kubur dan dengan cepat menyampaikan kabar itu kepada para murid. Sepanjang perjalanan, mereka merasakan dua emosi yang sangat kuat takut dan sukacita yang besar. Ketakutan muncul karena mereka baru saja mengalami perjumpaan dengan kekudusan Tuhan Allah yang luar biasa, sedangkan sukacita besar lahir dari keyakinan bahwa Tuhan Yesus benar-benar telah bangkit. Kombinasi rasa takut dan sukacita ini adalah reaksi alami saat manusia menyaksikan secara langsung karya Tuhan Allah yang menakjubkan dan penuh harapan. Dengan hati berdebar namun penuh sukacita, para perempuan ini tampil sebagai saksi pertama atas kebangkitan Kristus.</p>
<p>Ayat 9-10, Saat para perempuan ITieninggalkan kubur, mereka tiba-tiba bertemu dengan Tuhan Yesus yang telah bangkit. Kehadiran Tuhan Yesus yang hidup sangat mengejutkan mereka, karena yang sebelumnya mereka tangisi kini hadir di depan mata. Dengan penuh hormat dan sukacita, mereka sujud di kaki-Nya dan menyembah-Nya, suatu tindakan yang dalam tradisi iman Israel berarti pengakuan bahwa Tuhan Yesus layak disembah sebagai Tuhan. Melalui peristiwa ini, keilahian Yesus semakin nyata bagi para saksi. Yesus kemudian berkata, “Jangan takut”, dan mengutus para perempuan itu untuk memberitahu para murid bahwa Ia akan menemui mereka di Galilea. Dengan demikian, perempuanperempuan ini menjadi saksi sekaligus utusan pertama yang secara langsung menerima amanat dari Yesus untuk membawa berita kebangkitan kepada para murid dan jemaat.</p>
<p><strong>Makna dan Implikasi Firman</strong></p>
<ol>
<li>Kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati menegaskan kuasa Tuhan Allah yang mutlak atas maut dan menjadi dasar jaminan hidup baru bagi setiap orang percaya (bdk. 1 Korintus 15:20-22). Artinya, kita tidak lagi dikuasai oleh ketakutan akan kematian atau kekhawatiran masa depan, sebab Tuhan Yesus telah menang atas segala kuasa maut. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, ancaman penyakit, dan kecemasan akan masa depan, iman kepada kebangkitan Yesus Kristus menjadi sumber kekuatan dan pengharapan yang teguh.</li>
<li>Berita kebangkitan Tuhan Yesus pertama kali disampaikan Tuhan Yesus sendiri kepada Maria Magdalena, lalu diteruskan kepada para murid. Hal ini menunjukkan bahwa kabar kebangkitan tidak boleh disimpan sendiri, tetapi perlu dibagikan kepada orang lain (bdk. Roma 10:14-15). Setiap orang percaya dipanggil menjadi saksi dan pembawa kabar baik di keluarga, lingkungan kerja, dan komunitas kita berada. Termasuk membagikan sukacita kebangkitan melalui perkataan, media sosial, atau tindakan nyata yang mencerminkan kasih Kristus.</li>
<li>Tuhan Allah secara khusus memilih perempuan sebagai saksi pertama kebangkitan Tuhan Yesus, walaupun pada masa itu kesaksian perempuan sering dianggap rendah. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Allah memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang, tanpa memandang latar belakang, usia, atau status sosial, untuk menjadi saksi-Nya. Di zaman sekarang, ketika peran dan suara kelompok tertentu masih sering dibatasi, kisah ini menegaskan bahwa Tuhan Allah melibatkan siapa saja dalam karya-Nya. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk berani bersaksi dan melayani, meskipun ditolak atau tidak dianggap penting oleh orang lain.</li>
</ol>
<p><strong>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI</strong></p>
<ol>
<li>Apa pemahaman anda tentang “Ia Telah Bangkit Dari Antara Orang Mati” menurut Matius 28:1-10?</li>
<li>Mengapa kabar tentang kebangkitan Kristus tidak boleh disimpan, melainkan harus dibagikan dan diteruskan?</li>
<li>Bagaimanakah gereja harus bersaksi tentang kebangkitan Kristus di era digital sekarang ini?</li>
</ol>
<p><strong>NAS PEMBIMBING :</strong> I Korintus 15:14</p>
<p><strong>POKOk-POKOK DOA</strong></p>
<ol>
<li>Berdoalah agar warga gereja selalu dikuatkan oleh iman kepada kebangkitan Yesus Kristus sehingga tidak dikuasai ketakutan, tetapi hidup dengan pengharapan dan , keberanian setiap hari.</li>
<li>Berdoalah untuk kesetiaan membagikan sukacita kebangkitan Yesus Kristus kepada sesama melalui perkataan, media sosial, dan tindakan nyata yang mencerminkan kasih-Nya.</li>
<li>Berdoalah untuk keberanian dan kerendahan hati dalam bersaksi dan melayani tentang kuasa kebangkitanNya.</li>
</ol>
<p><strong>TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI RAYA PASKAH I</strong></p>
<p><strong>NYANYIAN YANG DIUSULKAN</strong><br />
Persiapan : KJ. No. 60 “Hai Makhluk Alam Semesta”<br />
Nas Pembimbing : KJ. No. 202 “Maut Sudah Menyerah”<br />
Pengakuan Dosa : NNBT. No. 11 “Ya Allahku, Kami Mengaku Dosa”<br />
Pemberitaan Angerah Allah : KJ. No. 443 “Kau Sukacita”<br />
Ajakan Untuk Mati Dan Bangkit Dengan Kristus : KJ. No. 187 “Yesus Bangkit! Nyanyilah”<br />
Pembacaan Alkitab : KJ. No. 59 “Bersabdalah, Tuhan”<br />
Persembahan : KJ. No. 194 “Dikau Yang Bangkit”<br />
Penutup : KJ. No. 427 “‘Ku Suka Menuturkan</p>
<p>ATRIBUT : Warna Dasar Putih dengan Lambang Bunga Bakung dengan Salib Berwarna Kuning</p>
<p>(GMIM/Dodoku*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/ia-telah-bangkit-dari-antara-orang-mati-matius-281-10-mtpj-6-11-april-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Barangsiapa Makan dan Minum Tanpa Mengakui Tubuh Tuhan, Ia Mendatangkan Hukuman Atas Dirinya, 1 Korintus 11:27-34, MTPJ 3 April 2026 (Khotbah Perjamuan Kudus Jumat Agung)</title>
		<link>https://komentar-news.com/barangsiapa-makan-dan-minum-tanpa-mengakui-tubuh-tuhan-ia-mendatangkan-hukuman-atas-dirinya-1-korintus-1127-34-mtpj-3-april-2026-khotbah-perjamuan-kudus-jumat-agung/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/barangsiapa-makan-dan-minum-tanpa-mengakui-tubuh-tuhan-ia-mendatangkan-hukuman-atas-dirinya-1-korintus-1127-34-mtpj-3-april-2026-khotbah-perjamuan-kudus-jumat-agung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 11:20:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MTPJ]]></category>
		<category><![CDATA[GMIM]]></category>
		<category><![CDATA[Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=3082</guid>

					<description><![CDATA[MTPJ, Komentarnews &#8211; Hari ini kita bersama orang Kristen di seluruh dunia, baik di desa maupun di kota, dengan berbagai macam latar belakang kehidupan, bersyukur karena hanya atas perkenanan Tuhan Allah, boleh berada dalam persekutuan ibadah Jumat Agung. Hari ini, kita memperingati sebagai hari kematian Yesus Kristus yang rela menderita disalibkan bahkan mati untuk menebus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MTPJ, Komentarnews &#8211; Hari ini kita bersama orang Kristen di seluruh dunia, baik di desa maupun di kota, dengan berbagai macam latar belakang kehidupan, bersyukur karena hanya atas perkenanan Tuhan Allah, boleh berada dalam persekutuan ibadah Jumat Agung. Hari ini, kita memperingati sebagai hari kematian Yesus Kristus yang rela menderita disalibkan bahkan mati untuk menebus dosa manusia. Bukan cuma itu saja, kita juga di sini tentu bersyukur kepada Tuhan Allah setelah berada dalam perenungan enam (6) minggu sengsara sebagai bentuk penghayatan atas penderitaan dan kematian Yesus Kristus. Ia harus melewati jalan sengsara, menderita; dipukul kepala-Nya, diludahi, diolok-olok, disalibkan dan mati untuk memberikan kehidupan dan kemenangan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.</p>
<p><em>Jemaat yang dikasihi dan diberkati  Tuhan Yesus,  </em></p>
<p>Penghayatan minggu-minggu sengsara hendaknya juga menjadi proses bagi kita dengan setia mempersiapkan diri menanti kedatangan-Nya kembali. Sebagai orang yang percaya, janganlah kita menyangkal Dia, tetapi sebaliknya kita harus menyangkal diri kita sendiri. Penyangkalan diri yang hendak dilakukan orang percaya adalah dengan sungguh-sungguh beriman kepada Yesus Kristus dan menjauhi perbuatan dosa. Menyangkal diri berarti menolak semua keinginan daging yakni<em>: Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.</em> <strong>(Galatia 5:19-21a) </strong>Tetapi mementingkan kehendak Tuhan Allah, menyerahkan diri sepenuhnya pada Dia dan menerima semua kehendak-Nya dengan diwujudkan dalam tekad, keinginan komitmen, keberanian dan integritas diri. Dengan, <em>Hidup dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri</em> <strong>(Galatia 5:22-23) </strong>sebagai hidup yang dipimpin oleh Roh.</p>
<p><em>Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,   </em></p>
<p>Bagi kita anggota sidi jemaat, perenungan-perenungan tersebut di atas adalah masa persiapan untuk ikut serta dalam Sakramen Perjamuan Kudus saat ini. Sakramen Perjamuan kudus bukanlah perjamuan yang dilakukan orang pada umumnya dengan menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman. Demikian juga dalam hal bagaimana seorang dapat menerima Perjamuan Kudus, Rasul Paulus dalam surat <strong>1 Korintus 11</strong> memuat peraturan-peraturan yang benar tentang bagaimana jemaat melaksanakan perjamuan dan tidak salah dalam menjalankannya. Perjamuan Kudus diadakan sebagai peringatan kematian Yesus Kristus yang menjadi tujuan utama dan terutama. Tubuh Yesus Kristus yang diserahkan dilambangkan dengan roti yang dipecah-pecahkan; dan darah yang dicurahkan yang dilambangkan dengan air anggur. Oleh karena itu perjamuan kudus hanya dapat diterima oleh orang-orang yang telah percaya dan telah hidup baru dalam Yesus Kristus. Mereka yang masih hidup dalam dosa dan tidak percaya kepada pengorbanan-Nya, sepatutnya tidak menerima Sakramen Perjamuan Kudus.</p>
<p>Sakramen Perjamuan Kudus diadakan untuk orang-orang percaya yang hanya mengharapkan keselamatan dari Yesus Kristus. Rasul Paulus dengan sangat tegas mengatakan bahwa di meja perjamuan Tuhan, kita akan makan roti dan minum anggur, yang menjadi tanda dan peringatan bahwa tubuh dan darah Yesus Kristus telah dipecah-pecahkan dan ditumpahkan untuk penebusan sempurna atas segala dosa kita. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Kalau tidak, maka perjamuan kudus hanya menjadi sebuah upacara keagamaan yang tanpa arti dan membawa pada kehancuran hidup. Sebab firman Tuhan mengatakan karena barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya <strong>(ayat 28,29).</strong></p>
<p><em>Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,  </em></p>
<p>Di meja perjamuan ini kita dituntut agar tidak melihat pada roti dan anggur yang kelihatan tetapi mengarahkan hati kita pada Tuhan Allah supaya sesudah itu kita memberitakan tentang perbuatan-Nya yang besar, yang telah menebus kita dari dosa. Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. <strong>(1 Korintus 11: 23 – 32) </strong>Oleh sebab itu melalui perayaan Sakramen Perjamuan Kudus ini, kita diingatkan akan karya keselamatan Yesus Kristus yang dikaruniakan kepada kita melalui pengorbanan-Nya dikayu salib.</p>
<p>Marilah kita menata kehidupan yang benar, agar setiap hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan Allah, dibaharui untuk menjadi hidup yang kudus, benar dan berkenan kepada-Nya. Selamat merayakan Jumat Agung dan turut serta dalam Sakramen Perjamuan Kudus. Imanuel. Amin</p>
<p>(GMIM/DODOKUGMIM)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/barangsiapa-makan-dan-minum-tanpa-mengakui-tubuh-tuhan-ia-mendatangkan-hukuman-atas-dirinya-1-korintus-1127-34-mtpj-3-april-2026-khotbah-perjamuan-kudus-jumat-agung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kita Telah Dikuduskan Satu Kali Untuk Selama-lamanya Oleh Persembahan Tubuh Yesus Kristus, MTPJ 3 April 2026 (Khotbah Jumat Agung) – Ibrani 10:1-18</title>
		<link>https://komentar-news.com/kita-telah-dikuduskan-satu-kali-untuk-selama-lamanya-oleh-persembahan-tubuh-yesus-kristus-mtpj-3-april-2026-khotbah-jumat-agung-ibrani-101-18/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/kita-telah-dikuduskan-satu-kali-untuk-selama-lamanya-oleh-persembahan-tubuh-yesus-kristus-mtpj-3-april-2026-khotbah-jumat-agung-ibrani-101-18/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MTPJ]]></category>
		<category><![CDATA[GMIM]]></category>
		<category><![CDATA[Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2888</guid>

					<description><![CDATA[MTPJ, Komentarnews &#8211; Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Pernahkah kita merasa lelah ikut Tuhan karena menderita? Penderitaan memang menjadi konsekuensi hidup beriman yang dapat membuat orang kristen menyerah. Kelelahan fisik ditambah tekanan emosional memberi dampak besar pada hidup orang percaya. Ada orang percaya menjadi goyah imannya dan ingin kembali ke kehidupan lama.  Keadaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MTPJ, Komentarnews &#8211;</p>
<p><em>Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,</em></p>
<p>Pernahkah kita merasa lelah ikut Tuhan karena menderita? Penderitaan memang menjadi konsekuensi hidup beriman yang dapat membuat orang kristen menyerah. Kelelahan fisik ditambah tekanan emosional memberi dampak besar pada hidup orang percaya. Ada orang percaya menjadi goyah imannya dan ingin kembali ke kehidupan lama.  Keadaan seperti in terjadi di komunitas kristen Yahudi, penerima Surat Ibrani. Penganiayaan besar dan berat terhadap orang Kristen membuat Jemaat Ibrani seperti menyerah pada keadaan.</p>
<p>Para ahli memperkirakan surat ini ditulis sekitar tahun 60-an masehi, artinya jemaat ada di masa Kaisar Nero memerintah. Banyak serangan pada orang Kristen, termasuk tuduhan sebagai dalang kebakaran di Roma tahun 64 M. Penderitaan bukan saja tidak selesai, tapi bertambah mengerikan. Situasi ini memunculkan anggapan melepaskan iman kepada Yesus Kristus adalah cara mengatasi penderitaan. Ada juga yang berpikir Yesus Kristus saja tidak cukup untuk menyelamatkan.</p>
<p><em> </em><em>Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,</em></p>
<p>Siapa penulisnya, tidak bisa dipastikan. Beberapa ahli menyebut Paulus, namun ada juga yang tidak sepakat.  Banyak kutipan Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani menjadi alasan, sebab Paulus berlatar belakang Yahudi. Surat ini bertujuan menguatkan jemaat di tengah penderitaan sekaligus membawa mereka kembali pada pemahaman yang benar tentang Yesus Kristus. Jemaat diajak untuk mengenal siapa Yesus Kristus.</p>
<ol>
<li>Yesus Kristus adalah Allah. Firman yang menjadi manusia demi menyelamatkan umat-Nya. Ia lebih tinggi dari malaikat sebab Dia bukan malaikat (pasal 1).</li>
<li>Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung, melebihi Harun ataupun Melkisedek (pasal 4 – 7). Oleh-Nya tabir Bait Allah disingkapkan. Artinya, Yesus Kristus menjadi penghubung antara manusia dan Tuhan Allah. Semua orang dapat datang pada Tuhan Allah melalui Yesus Kristus.</li>
<li>Yesus Kristus adalah korban penghapus dosa (pasal 10). Ia mengorbankan diri-Nya agar manusia diselamatkan. Hal ini secara tegas menolak pandangan dibenarkan karena melakukan hukum Taurat, juga dibenarkan karena mempersembahkan korban penghapusan dosa.</li>
</ol>
<p><em>Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,</em></p>
<p>Penjelasan tentang siapa Yesus Kristus, dilanjutkan dengan petunjuk hidup benar sebagai respon atas kasih-Nya. Tuhan Allah menginginkan kehidupan beriman yang nyata dalam perbuatan, bukan sekadar ritual mempersembahkan korban serta menjalankan hukum Taurat.</p>
<p>Tuhan Yesus menanggung penderitaan paling berat karena kasih-Nya pada manusia. Ia mengurbankan diri sekali untuk selamanya. Pengorbanan ini memulihkan relasi manusia dengan Tuhan Allah. Tidak ada lagi hukuman dosa bagi mereka yang hidup dalam Yesus Kristus. <em>“Dan karena kehendak-Nya inilah, kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus</em>” (ayat 10). Dikuduskan <em>(yun. Hagiazo = disucikan, dikhususkan, disendirikan)</em> artinya manusia disucikan dan dikhususkan oleh Yesus Kristus, bukan karena mempersembahkan korban atau berhasil melakukan Taurat, melainkan oleh kasih karunia-Nya.</p>
<p><em>Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,</em></p>
<p>Tidak ada pembenaran karena melakukan Taurat atau mempersembahkan korban. Hukum Taurat adalah bayangan dari keselamatan (ay. 1), artinya hukum Taurat hanya memberi gambaran tentang keselamatan tetapi tidak menyelamatkan. Yesus Kristus adalah penggenapan Hukum Taurat itu. Sedangkan persembahan korban penghapus dosa yang dilakukan sesuai Taurat merupakan pengingat bahwa manusia berdosa dan tidak mungkin selamat tanpa ada pengorbanan. Mempersembahkan korban yang berulang-ulang menunjukkan bahwa ritual tidak bisa menyelamatkan. Di sinilah kita diajak untuk memandang Yesus Kristus yang mempersembahkan tubuh-Nya sebagai korban penebusan dosa untuk manusia. Manusia diselamatkan karena pengorbanan Yesus Kristus. Kematian-Nya menguduskan hidup manusia sekali untuk selamanya, sehingga orang yang hidup dalam Yesus Kristus menjadi ciptaan baru.</p>
<p>Ditebus dan dikuduskan oleh Yesus Kristus tidak berarti orang percaya hidup mulus tanpa penderitaan. Penderitaan justru menjadi risiko dari ketaatan kepada Yesus Kristus. Namun, kasih-Nya memampukan orang percaya menghadapi semua kesukaran. Dalam pergumulan, orang percaya terpanggil untuk menyikapi setiap keadaan dengan tindakan-tindakan beriman. Penderitaan bukan alasan untuk berpaling dari Yesus Kristus, melainkan menjadi pendorong untuk makin teguh perpegang pada-Nya.</p>
<p><em>Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,</em></p>
<p>Perayaan Jumat Agung hari ini, mengingatkan orang percaya tentang kasih karunia Tuhan Allah yang menyelamatkan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Ini bukan hasil ketaatan pada Taurat, bukan juga karena memberi korban persembahan. Semua adalah kasih karunia. Tidak ada keselamatan di luar Yesus Kristus.</p>
<p>Perjalanan hidup mengimani Yesus Kristus memang menempatkan orang percaya dalam berbagai risiko yang dapat mendatangkan penderitaan, namun hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan iman kepada-Nya. Sebaliknya, sekalipun di tengah kesukaran, orang percaya diajak untuk tetap teguh percaya, bersandar dan berharap pada-Nya, lalu merespon anugerah-Nya dengan berlaku benar dalam hidup.</p>
<p>Orang percaya harus meyakini, Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia dari hukuman dosa, adalah penuh kuasa yang sanggup menolong umat-Nya dalam menghadapi dan mengatasi penderitaan. Surat Ibrani menyebut begitu banyak nama sebagai saksi iman, bagaimana mereka teguh beriman hingga akhir. Kesaksian hidup mereka patut diteladani oleh orang percaya di masa kini. Amin.</p>
<p>(dodokugmim/gmim)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/kita-telah-dikuduskan-satu-kali-untuk-selama-lamanya-oleh-persembahan-tubuh-yesus-kristus-mtpj-3-april-2026-khotbah-jumat-agung-ibrani-101-18/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yesus Kristus Diserahkan Untuk Disalibkan, MTPJ 29 Maret – 06 April 2026 (Minggu Sengsara VI)</title>
		<link>https://komentar-news.com/yesus-kristus-diserahkan-untuk-disalibkan-mtpj-29-maret-06-april-2026-minggu-sengsara-vi/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/yesus-kristus-diserahkan-untuk-disalibkan-mtpj-29-maret-06-april-2026-minggu-sengsara-vi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:56:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MTPJ]]></category>
		<category><![CDATA[GMIM]]></category>
		<category><![CDATA[Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2733</guid>

					<description><![CDATA[MTPJ, KomentarNews &#8211; ALASAN PEMILIHAN TEMA Kita hidup di tengah zaman yang semakin kompleks dan sarat ketegangan moral, sosial, politik dan spiritual. Sistem hukum dan kepemimpinan tidak selalu berpihak pada kebenaran dan orang lemah, melainkan kepada mereka yang memiliki pengaruh, kuasa dan ekonomi.  Keputusan-keputusan yang diambil oleh pemimpin tidak selalu didasarkan pada kebenaran, keadilan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MTPJ, KomentarNews &#8211;</p>
<p><strong>ALASAN PEMILIHAN TEMA</strong></p>
<p>Kita hidup di tengah zaman yang semakin kompleks dan sarat ketegangan moral, sosial, politik dan spiritual. Sistem hukum dan kepemimpinan tidak selalu berpihak pada kebenaran dan orang lemah, melainkan kepada mereka yang memiliki pengaruh, kuasa dan ekonomi.  Keputusan-keputusan yang diambil oleh pemimpin tidak selalu didasarkan pada kebenaran, keadilan dan integritas, melainkan seringkali dipengaruh oleh tekanan publik, kepentingan kelompok atau rasa takut kehilangan kekuasaan. Di media dan dunia nyata, kita menyaksikan bagaimana orang benar bisa dikorbankan demi “menjaga stabilitas.” Keadilan dan suara kebenaran sering diputarbalikan. Pemimpin berdiri di atas prinsip lebih memilih kenyamanan atau keamanan pribadi. Rakyat jelata bisa dengan mudah dimanipulasi, bahkan dirasuki rasa benci dan akhirnya lebih memilih yang salah atau menolak yang benar.</p>
<p>MTPJ minggu ini menyoroti tema, <strong><em>Yesus Kristus Diserahkan Untuk Disalibkan</em></strong><em>.</em> Tema ini bertujuan memahami makna keberanian membela kebenaran sekalipun melawan arus mayoritas.</p>
<p><strong>PEMBAHASAN TEMATIS</strong></p>
<p><strong>Pembahasan Teks Alkitab <em>(E</em><em>ks</em><em>egese)</em></strong></p>
<p>Injil Markus adalah Injil tertua sebagai salah satu Injil Sinoptis yang ditulis sekitar tahun 70 M. Markus menulis secara umum kepada jemaat Kristen non-Yahudi dan memberikan penekanan kuat pada karya Yesus Kristus daripada ucapan-ucapan-Nya. Injil ini memproklamasikan tentang karya penyelamatan Tuhan Allah melalui Hamba-Nya yang menderita (Yes.53) dan Mesias yang sejati.   Markus lebih banyak menceritakan tentang mujizat, dibandingkan dengan Injil lainnya. Klimaksnya ada pada penderitaaan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.</p>
<p>Markus pasal 15 merupakan bagian dari narasi sengsara yang sangat menekankan penderitaan dan ketaatan Yesus Kristus terhadap kehendak Tuhan Allah. Setelah diadili secara agama oleh Mahkamah Agama Yahudi <em>(Sanhedrin),</em> Yesus Kristus kemudian diserahkan ke pengadilan Romawi. Karena hanya otoritas pemerintahan Romawi yang bisa menjatuhi hukuman mati.</p>
<p>Ayat 1 menjelaskan pagi-pagi benar imam-imam kepala, tua-tua dan ahli taurat sudah bulat mufakatnya untuk membawa dan menyerahkan Yesus Kristus kepada Pilatus. Keputusan Mahkamah Agama diambil pada pagi-pagi benar agar bisa segera diteruskan ke otoritas Romawi. Sanhedrin adalah Mahkamah tertinggi di Yahudi yang terdiri dari imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat. Penyerahan kepada Pilatus menunjukkan cara mereka untuk melegalkan hukuman mati bagi Yesus Kristus, sehingga tuduhan keagamaan diubah menjadi tuduhan politik.</p>
<p>Kata <em>menyerahkan </em>(Yun. <em>Paredokan</em>) muncul berulang dalam narasi penderitaan Yesus Kristus <em>(Mrk.14:41-42). </em>Kata ini menekankan bahwa Yesus Kristus dibawa sebagai korban.</p>
<p>Ayat 2-5, ketika Pilatus bertanya, <em>Engkaukah Raja Orang Yahudi?</em> Pertanyaan Pilatus ini kepada Yesus Kristus bersifat  politis. Yesus Kristus menjawab: <em>Engkau sendiri mengatakannya.</em> Jawaban Yesus Kristus tidak seperti yang diharapkan, baik oleh Pilatus, maupun imam-imam kepala. Sehingga imam-imam kepala mengajukan lebih banyak tuduhan terhadap-Nya.  Yesus Kristus tidak menjawab apa-apa lagi, sehingga membuat Pilatus menjadi heran.  Pilatus heran karena biasanya terdakwa umumnya berusaha membela diri. Yesus Kristus diam sebab konsep Raja orang Yahudi tidak bersifat politis. Bagi Yesus Kristus konsep raja orang Yahudi berkaitan dengan Mesias yang menderita.</p>
<p>Selanjutnya, Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Yesus Kristus diam menunjuk pada ketaatan dan penyerahan total-Nya kepada rencana karya selamat Tuhan Allah. Yesus Kristus menggenapi apa yang tertulis dalam Yesaya 53:7 “<em>Seperti Domba yang dibawa ke pembantaian, Ia tidak membuka mulut-Nya.”</em></p>
<p>Ayat 6-11, menjelaskan bahwa telah menjadi kebiasaan setiap kali hari raya, Pilatus membebaskan satu orang tahanan. Tradisi pembebasan tahunan seperti ini tidak tercatat dalam sumber Romawi sebagai tradisi resmi, tetapi secara local kebiasaan ini digunakan sebagai taktik politik untuk meredam ketegangan dengan warga Yahudi saat perayaan Paskah. Orang banyak meminta kebiasaan itu dilakukan pada saat itu. Mereka kemudian meminta pembebasan Barabas, bukan Yesus Kristus.  Padahal pada waktu itu, Barabas yang hendak dibebaskan sedang dipenjarakan sebagai seorang pemberontak dan pembunuh.</p>
<p>Pemimpin Agama menghasut massa untuk memilih Barabas (Ay.11). Kata <em>menghasut,</em> Yun. <em>Anateisan</em>, berarti “menggerakkan, memprovokasi”.  Ini menunjukkan bagaimana mereka memainkan emosi massa dan betapa liciknya para pemimpin agama Yahudi itu. Barabas (Yun. <em>Bar-Abbas</em>) “anak dari bapak” (kontras dengan Yesus Kristus Anak Allah).  Akhirnya, Barabas dibebaskan dan Yesus Kristus yang disalibkan. Ini menandakan bahwa Yesus Kristus menggantikan posisi orang berdosa yang seharusnya mendapat hukuman. Yesus Kristus mati bukan karena dosa-Nya, tapi karena dosa manusia.</p>
<p>Ayat 12-14, Pilatus diperhadapkan pada pilihan moral. Dia berusaha memberi kesempatan kedua, tetapi massa telah dimanipulasi dan terprovokasi. Pilatus tahu Yesus Kristus tidak bersalah, sehingga ia bertanya (15:14): <em>“Kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?</em>” Karena sesuai dengan hukum Roma tidak ditemukan kesalahan pada Yesus Kristus. Dengan demikian proses hukum seharusnya sudah selesai. Tetapi Pilatus menyerah pada tekanan sosial dan politik yang memaksakan penyaliban sebagai bentuk hukuman mati terhadap Yesus Kristus.</p>
<p>Teriakan<em> Salibkan Dia!</em> (15:13) menegaskan kebutaan rohani bahwa bangsa yang menantikan Sang Mesias justru ingin membunuh-Nya. Ini sekaligus menandakan bahwa penolakan terhadap Yesus Kristus adalah cermin hati manusia yang rusak yang lebih memilih kejahatan daripada kebenaran.   <em>“Teriakan makin keras”</em> pada ayat 14, menunjukkan emosi massa yang mengalahkan rasio mereka. “<em>makin keras</em>” mengindikasikan kekacauan dan tekanan psikologis terhadap Pilatus. Sehingga <em>karena ingin memuaskan hati orang banyak, </em>maka Pilatus menyerahkan Yesus Kristus untuk disalibkan (15:15). Pilatus berkompromi, padahal ia tahu soal kebenaran tetapi memilih keamanan, kenyamana dan popularitas.</p>
<p>Kata <em>menyerahkan (Yun. Paredokan)</em> dipakai oleh Markus untuk menegaskan bahwa Pilatus telah menyerahkan sepenuhnya kewenangan pengambilan keputusan hukum kepada orang banyak.</p>
<p>Salib adalah bentuk hukuman mati paling kejam dalam sistem hukum Romawi bagi para penjahat kelas berat dan pemberontak.</p>
<p><strong>Makna dan Implikasi Firman</strong></p>
<ol>
<li>Yesus Kristus menunjukkan bahwa ketaatan kepada kehendak Tuhan Allah terkadang berarti menderita demi kebenaran. Karena itu orang Kristen dipanggil untuk setia kepada Tuhan Allah meskipun ditolak oleh dunia. Dalam pelayanan, integritas lebih penting daripada popularitas. Orang Kristen dipanggil untuk menghidupi dan berjuang mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yaitu; kerendahan hati, kasih, pengampunan, kerelaan hati untuk berkorban, setia di tengah penderitaan dan memahami pelayanan bukan sebagai dominasi atau popolaritas.</li>
<li>Warga gereja harus waspada agar tidak terjerumus dalam godaan kuasa dan kompromi. Karena kecendrungan tersebut tidak hanya terjadi di dalam masyarakat, tetapi juga terjadi dalam pelayanan gereja. Contohnya, dalam sidang Majelis Jemaat, pimpinan sidang seringkali harus mengambil keputusan berdasarkan tekanan mayoritas peserta sidang. Oleh karena itu sebagai warga gereja jangan mudah terprovokasi dan terseret opini massa yang meyesatkan. Warga gereja harus tetap berpihak pada Injil Yesus Kristus.</li>
<li>Pilatus tahu Yesus Kristus tidak bersalah, tetapi ia menyerah kepada tekanan massa. Karena itu sebagai, warga gereja kita harus memiliki keberanian moral untuk mengatakan ya di atas ya dan tidak di atas tidak, membela yang benar, meski tidak populer. Berani karena benar, takut karena salah!</li>
<li>Pelayanan gereja sepatutnya tidak didorong oleh ambisi pribadi, tetapi oleh kasih yang rela berkorban demi kebaikan dan keselamatan warga gereja. Warga gereja perlu mendidik hati nurani untuk peka terhadap kehendak Tuhan Allah, bukan hanyut mengikuti arus dan kepentingan kelompok tertentu.</li>
</ol>
<p><strong>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:</strong></p>
<ol>
<li>Apa yang saudara pahami tentang Pilatus yang menyerahkan Yesus Kristus untuk disalibkan, menurut Markus 15:1-15?</li>
<li>Apa relevansi perikop ini dalam konteks pelayanan di tengah tekanan politik, sosial dan budaya saat ini ?</li>
</ol>
<p><strong> </strong><strong>NAS PEMBIMBING</strong>: <strong>2 Korintus 5:21</strong></p>
<p><strong>POKOK-POKOK DOA:</strong></p>
<ol>
<li>Gereja setia memberitakan Yesus Kristus yang tersalib.</li>
<li>Gereja tidak berkompromi pada tekanan dunia dan opini publik.</li>
<li>Pemimpin gereja agar berdiri teguh dalam kebenaran.</li>
<li>Warga gereja agar memiliki keberanian dalam menghadapi ketidakadilan dan menjadi teladan dalam kasih yang selalu berkorban.</li>
</ol>
<p><strong> </strong><strong>TATA IBADAH YANG DIUSULKAN</strong>: <strong>MINGGU SENGSARA VI</strong></p>
<p><strong>NYANYIAN YANG DIUSULKAN:</strong></p>
<p>Persiapan: KJ.No.125 Ku Dengar Panggilan Tuhan</p>
<p>Nas Pemb: KJ. No.167 Yesus, Tuhanku, Apakah Dosamu?</p>
<p>Pengakuan Dosa: KJ. No. 25 Ya Allahku, Di Cah’ya Mu</p>
<p>Pemb. Anugerah Allah: KJ. No.354 Dengan Lembut Tuhanku</p>
<p>Ajakan Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara: DSL No. 99 Pikul Salib</p>
<p>Ses Doa Pembacaan Alkitab: PKJ No. 15 Kusiapkan Hatiku, Tuhan</p>
<p>Persembahan: NKB No. 84 Kub’rikan Bagimu, Tubuh-Ku Darah-Ku</p>
<p>Penutup : KJ No. 29 Apakah Yang T’lah Engkau Lakukan</p>
<p><strong>ATRIBUT  </strong>Warna Dasar Ungu dengan Simbol XP (<strong><em>Khi-Rho</em></strong>), Cawan Pengucapan, Salib dan Mahkota Duri.</p>
<p>(*GMIM)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/yesus-kristus-diserahkan-untuk-disalibkan-mtpj-29-maret-06-april-2026-minggu-sengsara-vi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ia Harus Dihukum Mati,  MTPJ 22 – 28 Maret 2026 (Minggu Sengsara V)</title>
		<link>https://komentar-news.com/ia-harus-dihukum-mati-mtpj-22-28-maret-2026-minggu-sengsara-v/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/ia-harus-dihukum-mati-mtpj-22-28-maret-2026-minggu-sengsara-v/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:48:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MTPJ]]></category>
		<category><![CDATA[GMIM]]></category>
		<category><![CDATA[Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2729</guid>

					<description><![CDATA[MTPJ, KOMENTARNEWS &#8211;  ALASAN PEMILIHAN TEMA Umumnya, hukuman diberikan untuk menimbulkan efek jera yang bertujuan agar pelaku kejahatan tidak mengulang pelanggaran. Memberi hukuman juga merupakan bentuk penegakkan keadilan dan perlindungan bagi orang banyak. Namun, dua alasan ini tidak ditemukan dalam kisah Yesus Kristus dan hukuman mati yang dijatuhkan kepada-Nya. Ia menanggung hukuman atas kesalahan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MTPJ, KOMENTARNEWS &#8211; </strong></p>
<p><strong>ALASAN PEMILIHAN TEMA</strong></p>
<p>Umumnya, hukuman diberikan untuk menimbulkan efek jera yang bertujuan agar pelaku kejahatan tidak mengulang pelanggaran. Memberi hukuman juga merupakan bentuk penegakkan keadilan dan perlindungan bagi orang banyak. Namun, dua alasan ini tidak ditemukan dalam kisah Yesus Kristus dan hukuman mati yang dijatuhkan kepada-Nya. Ia menanggung hukuman atas kesalahan yang tidak pernah dilakukan-Nya.</p>
<p>Mengapa Yesus Kristus harus mengalami semua itu?  Tema renungan <strong><em>“Ia Harus Dihukum Mati</em>”</strong> menuntun kita memahami pengorbanan-Nya berdasarkan kesaksian Matius 26 : 57 – 68.</p>
<p><strong> </strong><strong>PEMBAHASAN TEMATIS</strong></p>
<p><strong>Pembahasan Teks Alkitab <em>(E</em><em>ks</em><em>egese)</em></strong></p>
<p>Kendati Injil Matius diikelompokkan sebagai Injil Sinoptik bersama Markus dan Lukas, namun memiliki ciri khas berbeda dengan kedua Injil Sinoptik. Injil Matius sangat menekankan hubungan Yesus Kristus dan Perjanjian Lama (PL) untuk meyakinkan bahwa Dialah Mesias yang dijanjikan. Daftar silsilah Yesus Kristus menjadi pembuka berita. Matius merunut kembali silsilah keluarga Yesus Kristus sampai pada Abraham, bapa leluhur Israel, lalu melanjutkan dengan cerita kelahiran, karya pelayanan, penderitaan dan kematian serta kebangkitan-Nya. Injil Matius mengutip banyak kesaksian PL untuk meyakinkan nubuatan yang digenapi dalam Yesus Kristus (bdk. Mat 1:23, Yes 7:14; Mikha 5:1, Mat 2:1; Mat 2:15, Hos 11:1). Dengan menceritakan kisah hidup Yesus Kristus, Injil Matius mempertegas penggenapan janji Tuhan Allah tentang kedatangan Mesias untuk menyelamatkan umat-Nya.</p>
<p>Siapa penulis kitab ini? Belum ada kata sepakat di antara para ahli, namun pandangan umum yang diterima menyebut Matius, si pemungut cukai yang jadi murid Yesus Kristus sebagai penulis Injil Matius (Matius 9:9).  Penulisannya diperkirakan sekitar tahun 60 – 80 M. kepada pembaca yang adalah komunitas Kristen berlatar belakang Yahudi. Matius meyakinkan mereka bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, sang penyelamat. Penyelamatan dilakukan bukan dengan mengalahkan musuh seperti pemikiran orang Yahudi, melainkan melalui penderitaan dan kematian yang menebus dosa manusia.</p>
<p>Pasal 26:57-68, merupakan bagian dari kisah penebusan itu. Matius menguraikan bagaimana Mahkamah Agama (Sanhendrin) memutus Yesus Kristus bersalah dan harus dihukum mati. Setelah Yesus Kristus ditangkap di Taman Getsemani, Ia dibawa ke hadapan Imam besar Kayafas. Bersama Kayafas, telah berkumpul imam-imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua Yahudi, yang sudah lama membenci-Nya. (bdk. Matius 21:12-17). Sebab itu, meskipun Mahkamah Agama tidak punya kewenangan menjatuhkan hukuman mati, pengadilan ini tetap diadakan untuk memastikan mereka punya alasan kuat agar dapat membawa Yesus Kristus ke hadapan Pilatus, Gubernur Romawi yang berwenang memutuskan hukuman mati.</p>
<p>Pengadilan tergesa-gesa di malam hari oleh Mahkamah Agama, tidak sesuai dengan hukum Yahudi. Seharusnya peradilan dilakukan dengan cermat, memeriksa dan meneliti setiap perkara secara baik dan benar, tidak memihak, serta bertindak adil. (Ul 1:16-17, Im 19:15) Semua aturan ini diabaikan. Keadilan dikorbankan karena kebencian. Di pengadilan ini, Mahkamah Agama menutup mata terhadap bukti Kemesiasan Yesus Kristus yang dibuktikan melalui hikmat, kasih, pengajaran, mujizat-Nya sebagai bukti penggenapan nubuat PL.</p>
<p>Di pengadilan Yahudi itu, mereka sibuk mencari saksi untuk mengajukan tuduhan, sebab sesungguhnya mereka tidak mendapati kesalahan pada Yesu Tuhan Kristus. Tampillah dua orang saksi, yakni jumlah terkecil sesuai dengan hukum Taurat (lih. Ul 17:6), menuduh Yesus Kristus menista Tuhan Allah.  Terhadap semua tuduhan ini, Ia tidak merespon. Dia diam (<em>Yun. siopao</em> artinya menahan diri, tenang, kalem). Yesus Kristus tenang dan tidak terprovokasi di tengah keributan itu.</p>
<p>Kemudian Imam Besar maju dan bertanya, <em>“Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak?”</em> (ay.63). Kalimat “Demi Allah yang hidup” adalah pernyataan untuk memberitahukan pada semua orang bahwa jawaban Yesus Kristus, dianggap sebagai sumpah. Kalimat “Apakah Engkau Mesias”, bermaksud mendesak-Nya agar mengakui bahwa Ia adalah pahlawan yang akan mengalahkan musuh Israel. Mereka menggiring opini bahwa Yesus Kristus adalah ancaman bagi Romawi, supaya Ia diadili di pengadilan Romawi dan dihukum mati sebagai pemberontak.</p>
<p>Yesus Kristus tidak lagi diam. Meski tidak secara eksplisit menjawab “Ya”, namun dengan tegas Ia mengakui bahwa Dialah penyelamat yang dijanjikan itu. Tetapi Yesus Kristus tidak menggunakan kata Mesias, melainkan Anak Manusia. Ia memberi makna baru, bahwa Ia adalah Allah Mahakuasa yang datang dalam wujud manusia, bukan untuk membebaskan umat secara politik melainkan menyelamatkan manusia dari dosa. Yesus Kristus berkata, <em>“Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit”</em> (ay.64). Kalimat “duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa” adalah pernyataan tentang kekuasaan Tuhan Allah yang ada pada Yesus Kristus. (bdk. Matius 28:18). Sedangkan <em>datang di atas awan-awan</em> menyatakan tentang kemuliaan-Nya yang akan mereka lihat kelak.</p>
<p>Yesus Kristus pernah melarang para murid memberitahukan tentang siapa Ia dan perbuatan ajaib-Nya.  (Mat 16:20, 17:9) Yesus Kristus juga meminta orang-orang yang ditolong-Nya, tidak menceritakan apa yang mereka alami. (Mat 8:4, 9:30, 12:16) Namun, di depan Mahkamah Agama Yahudi, Ia tidak membantah. Ia menggunakan sebutan Anak Manusia untuk memperkenalkan diri-Nya sebagai Mesias. Yesus Kristus menyatakan maksud kedatangan-Nya dalam dunia. Tindakan ini menunjukkan, waktu-Nya telah tiba (bdk. Mat 26:45).</p>
<p>Mendengar jawaban Yesus Kristus, Imam Besar menggoyakkan jubahnya. Menggoyakkan jubah sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh Imam Besar (lih. Im 21:10), namun Kayafas melakukan itu sebagai protes terhadap jawaban Yesus Kristus yang dianggapnya menghujat Tuhan Allah. Ia dituduh menghujat Tuhan Allah karena secara terang-terangan menyamakan diri-Nya dengan Tuhan Allah (bdk. Yoh 5:18), bahkan mengartikan diri-Nya sama dengan apa yang tertulis dalam Daniel 7:13-14.</p>
<p>Imam besar meminta pendapat orang banyak untuk mendukungnya.  Mereka menjawab “Ia harus dihukum mati”. Orang banyak itu menolak Yesus Kristus. Mereka meludahi muka-Nya, meninju dan memukul serta mendesak-Nya untuk mengatakan lagi bahwa Ia adalah Mesias. Ia kembali menahan diri dan diam. Digenapilah apa yang tertulis dalam Yesaya 53:7-8.</p>
<p>Matius menceritakan kebencian para pemimpin Yahudi yang menginginkan Yesus Kristus dihukum mati. Bersamaan dengan itu, Matius juga mengutip PL untuk membuktikan bahwa  menderita dan mati adalah rancangan Tuhan Allah sejak awal untuk menanggung hukuman dosa manusia (bdk. Yesaya 52:13 – 53:12).  Hukuman mati Yesus Kristus bukanlah kekalahan menghadapi pemimpin Yahudi. Sebaliknya, Yesus Kristus harus mati sebab Dialah Mesias yang menebus dosa manusia. Penderitaan dan kematian-Nya adalah penggenapan janji Tuhan Allah. Kebencian dan siasat jahat pemimpin Yahudi menunjukkan keberadaan manusia yang dikuasai dosa dan membutuhkan penebusan dari Tuhan Allah, sebab manusia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Yesus Kristus harus mati agar manusia yang dikasihi-Nya hidup.</p>
<p><strong>Makna dan Implikasi Firman</strong></p>
<ol>
<li>Yesus Kristus adalah Mesias yang dijanjikan. Penderitaan dan kematian-Nya adalah bagian dari rencana penebusan dosa agar manusia diselamatkan. Salib bukan tanda kekalahan melainkan bukti penggenapan janji Tuhan Allah yang mengasihi manusia. Ini kabar baik yang harus terus disampaikan gereja.</li>
<li>Yesus Kristus dijatuhi hukuman mati bukan karena Mahkamah Agama menemukan kesalahan-Nya, melainkan mereka menolak kebenaran bahwa Ia adalah Mesias. Ini menunjukkan bahwa manusia yang hidup dalam kebencian, ego dan cinta diri yang berlebihan mudah mengabaikan kebenaran serta cenderung menggunakan kekuasaan demi mendapatkan kepentingannya.</li>
<li>Sikap tenang Yesus Kristus yang tidak terprovokasi menghadapi tekanan dan penderitaan menjadi teladan bagi orang percaya dalam mengatasi pergumulan dalam hidup. Orang percaya harus taat dan setia serta mampu menguasai diri menghadapi kesukaran.</li>
<li>Orang percaya harus menggunakan setiap kewenangan yang ada padanya untuk menyatakan kebenaran dan menunjukkan kebaikan, bukan menghalalkan segala cara demi memuluskan kepentingan pribadi atau kelompoknya.</li>
</ol>
<p><strong>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:</strong></p>
<ol>
<li>“Ia harus dihukum mati.” Bagaimana saudara memahami hal ini berdasarkan kesaksian Matius 26 : 57-68?</li>
<li>Mengapa orang percaya mengalami penderitaan karena beriman kepada Yesus Kristus dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya?</li>
</ol>
<p><strong>NAS PEMBIMBING</strong>: <strong>Yohanes 3 : 16</strong></p>
<p><strong>POKOK-POKOK DOA:</strong></p>
<ol>
<li>Orang percaya tetap setia mengikut Yesus Kristus meski mengalami penderitaan.</li>
<li>Gereja terus memperlengkapi warganya agar dapat menunjukkan kehidupan yang benar dan penuh kasih di tengah dunia yang tidak adil dan sarat kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.</li>
<li>Semua pemimpin di gereja maupun di masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan menggunakan kewenangannya dengan benar.</li>
</ol>
<p><strong>TATA IBADAH YANG DIUSULKAN</strong>: <strong>MINGGU SENGSARA V</strong></p>
<p><strong>NYANYIAN YANG DIUSULKAN:</strong></p>
<p>Persiapan: KJ No. 368 Pada Kaki Salib-Mu</p>
<p>Nas Pembimbing: Kasih Allahku Sungguh T’lah Terbukti</p>
<p>Pengakuan Dosa: KJ No. 441 Ku Ingin Menyerahkan</p>
<p>Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No. 36 Barangsiapa Yang Percaya Kepada Tuhan</p>
<p>Ajakan untuk Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara: KSK No. 110 Siapa Yang Setia</p>
<p>Ses Doa Pembacaan Alkitab: NKB No. 116 Siapa Yang Berpegang</p>
<p>Persembahan: KJ No. 367 Pada-Mu Tuhan Dan Allahku</p>
<p>Nyanyian Penutup: DSL No. 181 Yang Menabur Dengan Tangis</p>
<p><strong> </strong><strong>ATRIBUT  </strong>Warna Dasar Ungu dengan Simbol XP (<strong><em>Khi-Rho</em></strong>), Cawan Pengucapan, Salib dan Mahkota Duri.</p>
<p>(*GMIM)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/ia-harus-dihukum-mati-mtpj-22-28-maret-2026-minggu-sengsara-v/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Malola Bermazmur, Mantan Preman Jadi Saluran Berkat</title>
		<link>https://komentar-news.com/malola-bermazmur-mantan-preman-jadi-saluran-berkat/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/malola-bermazmur-mantan-preman-jadi-saluran-berkat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 13:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minsel]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Cianly Liando MP.D]]></category>
		<category><![CDATA[Malola]]></category>
		<category><![CDATA[The Messenger Community]]></category>
		<category><![CDATA[Unsrat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2640</guid>

					<description><![CDATA[Minsel, KomentarNews- Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang saat ini sementara mengikuti Kulia Kerja Terpadu (KKT) di desa Malola, Kecamatan Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, menggelar ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang dihadiri ratusan warga dan para tokoh golongan-golongan gereja, Selasa (24/03/2026) di gedung serbaguna. Tim The Messenger Community, yang dihadirkan sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Minsel, KomentarNews- Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang saat ini sementara mengikuti Kulia Kerja Terpadu (KKT) di desa Malola, Kecamatan Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, menggelar ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang dihadiri ratusan warga dan para tokoh golongan-golongan gereja, Selasa (24/03/2026) di gedung serbaguna.</p>
<p>Tim The Messenger Community, yang dihadirkan sebagai penyalur berkat atas pemberita firman Tuhan, satu persatu memberikan kesaksian sebelum mereka toubat dan mendedikasikan diri mereka sebagai pelayan Tuhan atau penginjil Jalanan.<br />
Dalam khotbah, mereka mengajak warga jemaat untuk lebih dekat dengan Tuhan, dan menjadi terdepan dalam menceritakan tentang kebenaran firman Tuhan.</p>
<p>&#8220;Sebelum Tuhan merangkul kami, semua dosa telah saya lakukan, pemakai Narkoba, mabuk-mabukan dan panggilan Preman sempat disematkan sebagai nama saya. Puji Tuhan saat ini Tuhan telah merangkul saya, dan meninggalkan masa kelam tersebut.&#8221;ucapnya dalam memberi kesaksian.</p>
<p>Mereka juga tak lupa mengajak para generasi muda untuk menjadi gerda terdepan dalam memberitakan kebenaran firman Tuhan, dan menjauhi segalah bentuk perbuatan yang tidak disukai oleh Tuhan.</p>
<p>Hadir dalam ibadah itu, Hukum Tua desa Malola, Cianly Liando MP.D, Para perangkat desa, tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ratusan warga Malola Raya (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/malola-bermazmur-mantan-preman-jadi-saluran-berkat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berjaga-jagalah dan Berdoalah Supaya Kamu Jangan Jatuh Ke Dalam Pencobaan, MTPJ 15 – 21 Maret 2026 (Minggu Sengsara IV)</title>
		<link>https://komentar-news.com/berjaga-jagalah-dan-berdoalah-supaya-kamu-jangan-jatuh-ke-dalam-pencobaan-mtpj-15-21-maret-2026-minggu-sengsara-iv/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/berjaga-jagalah-dan-berdoalah-supaya-kamu-jangan-jatuh-ke-dalam-pencobaan-mtpj-15-21-maret-2026-minggu-sengsara-iv/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 12:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MTPJ]]></category>
		<category><![CDATA[GMIM]]></category>
		<category><![CDATA[Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2375</guid>

					<description><![CDATA[MTPJ, KomentarNews &#8211; Markus 14:32-42 ALASAN PEMILIHAN TEMA Era disrupsi yang menjadi ruang hidup kita kini, ditandai dengan berbagai kemajuan hidup yang sangat digitalisasi. Era disrupsi juga membuka ruang baru yang dapat menggeser peran signifikan dari manusia dalam relasinya dengan orang lain. Contoh yang paling kuat, yakni kecenderungan yang terjadi pada anak usia di bawah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MTPJ, KomentarNews &#8211;</p>
<p><strong>Markus 14:32-42</strong></p>
<p><strong>ALASAN PEMILIHAN TEMA</strong></p>
<p>Era disrupsi yang menjadi ruang hidup kita kini, ditandai dengan berbagai kemajuan hidup yang sangat digitalisasi. Era disrupsi juga membuka ruang baru yang dapat menggeser peran signifikan dari manusia dalam relasinya dengan orang lain. Contoh yang paling kuat, yakni kecenderungan yang terjadi pada anak usia di bawah 18 tahun yang lebih memilih mengakses informasi apapun dan sangat detail dari Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai aplikasi, seperti Google AI, Chat GPT, Chatbot, Tome AI, dan lain lain.</p>
<p>Dari perspektif kemajuan digital, tindakan demikian adalah lompatan penting di era ini, tetapi dari sisi peran penting orang tua, Pelsus, tua-tua jemaat, guru, tindakan demikian menjadi penanda dari mulai tergesernya fungsi mereka sebagai nara hidup, pendidik, penuntun, pembina, dan pengajar.</p>
<p>Perenungan Di minggu sengsara ke 4 ini kita dituntun dengan tema, “Berjaga-jagalah dan Berdoalah, Supaya Kamu Jangan Jatuh Dalam Pencobaan” menegaskan keberimanan yang kuat harus tergambar pada kesigapan kita membaca perubahan zaman, melakukan upgrade (meningkatkan kualitas) diri terus menerus, memperkuat ruang diskusi yang ramah bagi anak-anak kita, agar iman tidak hanya diwariskan tetapi juga relate (berkaitan) dengan tantangan baru di era kini.</p>
<p><strong>PEMBAHASAN TEMATIS</strong></p>
<p><strong>Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)</strong></p>
<p>Injil Markus ditulis dengan tujuan memberikan penguatan iman kepada orang Kristen bukan Yahudi yang bergumul dengan tekanan dan penganiayaan. Injil Markus bermaksud menegaskan, bahwa orang Kristen tidak berbahaya bagi Roma, sekaligus meyakinkan kebenaran Ketuhanan dan Kemesiasan Yesus pada Pemerintah Roma, masyarakat dan jemaat. Khusus dalam Injil Markus 14:32-42, Markus menjelaskan narasi tentang Yesus yang berdoa. Kata berdoa muncul sebanyak dua kali, berdoalah satu kali, dan doa satu kali.</p>
<p>Pertama, Kata berdoa menunjuk pada tindakan teologis yang Yesus lakukan setelah berada di taman Getsemani (ayat 32) dan mengalami suasana batin yang tidak biasa. Dua kata Yunani yang dipakai oleh penginjil Markus untuk menjelaskan suasana batin-Nya, yakni ekhtambeisthai yang berarti rasa kaget karena peristiwa tidak terduga atau luar biasa; dan ademonein (ayat 33) yang berarti sangat gelisah, tertekan berat, sangat menderita secara batin. Rupanya setelah berada di taman Getsemani yang sepi, terpisah dari orang banyak yang selalu mengikuti mereka, Yesus sangat merasakan penderitaan yang akan Dia jalani sebagai Mesias. Dia mengalami perasaan mencekam yang tidak dapat dikendalikan oleh-Nya dan tidak pernah terjadi selama ini; Dia mengalami kerentanan sebagai manusia yang kehilangan daya kontrol terhadap diri, sehingga menjadi takut dan gentar.</p>
<p>Goncangan batin yang dialami Guru mereka, rupanya tidak terdeteksi oleh para murid. Karena itu Yesus perlu menegaskan apa yang dirasakan-Nya pada mereka, yakni bahwa Dia sangat takut dan gentar (ayat 33), sangat sedih, seperti mau mati rasanya (ayat 34a). Markus memang tidak mencatat bagaimana respon Petrus, Yakobus dan Yohanes setelah mendengar pergulatan batin yang dialami Guru mereka.</p>
<p>Markus mencatat, bahwa setelah itu Yesus berpesan agar mereka tinggal di situ dan berjaga-jaga (ayat 34b). Kata “berjaga-jaga” adalah terjemahan dari kata Yunani gregoreo yang berarti tetap terjaga, tidak tertidur, waspada secara rohani, setia dan sadar akan situasi genting. Kita bisa menafsirkan, bahwa suasana batin yang mencekam membuat Yesus ingin mereka bertiga tetap mendampingi-Nya dan berjaga-jaga dari kemungkinan apapun yang bisa terjadi. Selanjutnya, Dia memisahkan diri dari para murid, merebahkan diri ke tanah dan berdoa (ayat.35). Posisi demikian menunjukkan ketertundukan, kepasrahan, dan juga bisa dimengerti sebagai usaha menenangkan diri-Nya.</p>
<p>Kedua, kata doa, dipakai penginjil Markus untuk menggambarkan klimaks dari suasana batin yang Yesus alami, sehingga perlu mengulang doa yang sama (39). Yesus yang telah menenangkan dirinya merasa perlu untuk mengulang doa-Nya, menyampaikan permohonan-Nya dengan menyapa Allah dalam bahasa ibunya (Aram), Ya Abba, Ya Bapa. Sapaan yang sangat personal dan tidak lazim, karena orang-orang Yahudi tidak bisa menyebut nama Allah dengan sembarangan; orang-orang dengan budaya Yunani-Romawi sangat formal menyebut nama para Dewa. Penyebutan yang akrab demikian menegaskan bahwa hanya Yesus yang bisa melakukan karena Dia adalah sepenuhnya manusia dan Tuhan.</p>
<p>Lalu apa isi doa Yesus? Dalam ayat 36, kita membaca kontras yang disampaikan dalam doa-Nya. Kontras pertama, Dia menegaskan tentang sekiranya mungkin (ei dunaton estin), yang tidak menunjuk pada keraguan-Nya tentang kesanggupan Allah untuk bertindak, tetapi pada izin dari Allah agar Dia dapat dilepaskan dari “saat ini” (he’ hora).</p>
<p>He’ hora menunjuk pada sesuatu yang akan segera terjadi, tetapi sudah dan sedang Dia rasakan. Kontras Kedua, Yesus menegaskan ketidakmustahilan Allah dan karena itu Dia bermohon “cawan” diambil dari pada-Nya. Cawan dalam tradisi Perjanjian Lama sering mengacu pada murka Allah. Jadi Ketika Yesus dalam keberadaan-Nya sebagai Tuhan dan manusia meminta cawan itu diambil dari pada-Nya, permohonan tersebut menunjuk pada momen penderitaan yang Dia harapkan tidak harus dijalani-Nya.</p>
<p>Momen yang membuat Yesus menjadi terkejut dan hilang kendali (LAI: terkejut dan gentar), karena sadar bahwa dalam waktu dekat Dia tidak bisa menghindarkan diri dari murka Allah. Meskipun demikian, Yesus tetap menegaskan bahwa permohonan-Nya tidak serta merta menolak kehendak Allah. Karena itu Ia berucap, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki. Di tengah suasana batin yang membuat-Nya menjadi takut dan gentar komitmen-Nya sebagai Mesias tetap menjadi yang utama.</p>
<p>Ketiga, kata berdoalah, diucapkan Yesus ketika ia mendapati ketiga muridnya sedang tertidur (ayat 37). Dia berkata kepada Simon untuk berjaga-jaga satu jam, dan menegaskan pentingnya berjaga-jaga dan berdoa agar tidak jatuh dalam pencobaan. Karena itu, kata berjagalah dan berdoalah menunjuk pada motivasi teologis yang Yesus harapkan terbangun dalam diri Petrus, Yakobus dan Yohanes, supaya mereka tetap berkomitmen dengan-Nya; bukan hanya di hari-hari sebelumnya, tetapi terutama dalam suasana batin yang mencekam yang dirasakan-Nya saat itu.</p>
<p>Ketika untuk ketiga kalinya Yesus kembali setelah berdoa, Dia mendapati bahwa harapan-Nya agar para murid tetap berjaga dan berdoa, tidak terjadi. Karenanya, Dia memahami keterbatasan para murid dan meminta mereka untuk tidur dan beristirahat.</p>
<p>Narasi tentang Yesus dan para murid di taman Getsemani ditutup dengan tiga ucapan terakhir, yakni cukuplah, saatnya telah tiba, dan bangunlah marilah kita pergi. Tiga ucapan Yesus ini menjadi simbol penyerahan diri pada kemahakuasaan Allah melalui konsep Mesias yang menderita, yakni Anak Manusia yang akan diserahkan.</p>
<p><strong>Makna dan Implikasi Firman</strong></p>
<p>Tuhan Yesus mengajar pentingnya mengambil waktu untuk menarik diri dari hingar bingar kehidupan dan menghayati apa yang tubuh kita rasakan (sedih, tertekan, takut, gentar, gembira, bahagia, merasa merdeka). Penghayatan yang mendorong kita semakin mengenali diri dan selanjutnya paham apa yang akan kita doakan.</p>
<p>Narasi tentang Tuhan Yesus dan para murid mengajarkan tentang solidaritas dan kesetiakawanan dalam persekutuan. Kawan sepelayanan adalah juga keluarga dalam pelayanan bersama, karenanya harus tulus memberi diri memikul pergumulan sesama pelayan, bukan dikelola menjadi informasi hot dan hoax, dan kesempatan menjatuhkan serta membuat kehilangan wibawa pelayanan.</p>
<p>Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, bahwa, doa adalah yang utama dan satu-satunya, karena hanya melalui doa kita bisa mengkomunikasikan apapun yang tidak bisa kita sampaikan kepada siapapun. Doa juga menjadi media bagi kita untuk terus membangun pengharapan bahwa Tuhan mengenal dan mengerti apa yang kita gumuli.<br />
Sebagai pelayan, jemaat dan keluarga perlu mengasah kepekaan terhadap suasana di sekitar kita, sehingga kita tanggap dan kreatif dalam memberikan support yang dibutuhkan.</p>
<p><strong>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI</strong></p>
<ol>
<li>Apa yang dimaksud dengan berjaga dan berdoalah menurut Markus 14:32-42?</li>
<li>Berdasar Markus 14:32-42, mengapa Markus menampilkan kontras tajam antara Yesus yang berdoa dan murid-murid yang tertidur?</li>
<li>Strategi resiliensi (bertahan/berjuang) bagaimana yang dibutuhkan jemaat dan keluarga agar tetap mengutamakan doa kepada Tuhan Allah berhadapan dengan berbagai perubahan cepat dan tak terprediksi yang terjadi kini?</li>
</ol>
<p><strong>NAS PEMBIMBING: Markus 14:38</strong></p>
<p><strong>POKOK-POKOK DOA</strong></p>
<p>Pentingnya berjaga-jaga dan berdoa<br />
Peningkatan kualitas dan kinerja pelayanan yang saling support di antara para Pelayan Khusus dan dengan jemaat<br />
Keluarga Kristen terus membangun resiliensi berdasar kasih Tuhan untuk menghadapi tantangan dunia.<br />
Penguatan keesaan gereja yang tercermin dalam kesetiakawanan sebagai umat Allah<br />
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: MINGGU SENGSARA IV</p>
<p><strong>NYANYIAN YANG DIUSULKAN:</strong></p>
<p>Persiapan: KJ No. 355 Yesus Memanggil Mari Seg’ra</p>
<p>Nas Pembimbing: KJ No. 358 Semua Yang Letih Lesus</p>
<p>Pengakuan Dosa: KJ No. 157 Insan Tangisi Dosamu</p>
<p>Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No. 34 Disalib Yesus Di Kalvari</p>
<p>Ajakan untuk Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara: KJ No. 408 Dijalanku ‘Ku Diiring</p>
<p>Ses Doa Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah</p>
<p>Persembahan: KJ No. 169 Memandang Salib Rajaku</p>
<p>Nyanyian Penutup: Tak Pernah Tuhan Janji</p>
<p>ATRIBUT Warna Dasar Ungu dengan Simbol XP (Khi-Rho), Cawan Pengucapan, Salib dan Mahkota Duri.</p>
<p>(dodokugmim*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/berjaga-jagalah-dan-berdoalah-supaya-kamu-jangan-jatuh-ke-dalam-pencobaan-mtpj-15-21-maret-2026-minggu-sengsara-iv/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kembalilah kepada-Ku Sebab Aku Telah Menebus Engkau &#8211; MTPJ 8 – 14 Maret 2026 (Minggu Sengsara III)</title>
		<link>https://komentar-news.com/2102-2/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/2102-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 16:54:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MTPJ]]></category>
		<category><![CDATA[Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2102</guid>

					<description><![CDATA[Manado, KomentarNews &#8211; ALASAN PEMILIHAN TEMA Orang Kristen senantiasa bergumul dengan imannya yang ditantang di tengah dunia ini. Masih banyak orang Kristen melupakan jati dirinya sebagai orang yang telah diselamatkan dan ditebus dari dosa, serta terus-menerus hidup dalam dosanya. Sebagai warga GMIM, kita telah memasuki Minggu Sengsara ketiga, masa di mana warga gereja merenungkan makna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Manado, KomentarNews &#8211;</p>
<p><strong>ALASAN PEMILIHAN TEMA</strong></p>
<p>Orang Kristen senantiasa bergumul dengan imannya yang ditantang di tengah dunia ini. Masih banyak orang Kristen melupakan jati dirinya sebagai orang yang telah diselamatkan dan ditebus dari dosa, serta terus-menerus hidup dalam dosanya. Sebagai warga GMIM, kita telah memasuki Minggu Sengsara ketiga, masa di mana warga gereja merenungkan makna karya penyelamatan dan penebusan yang telah dikerjakan Tuhan Allah melalui hidup, sengsara, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus. Dalam konteks ini teks Yesaya 44:21–28 akan dibaca dalam terang tema <strong><em>“</em></strong><strong><em>Kembalilah kepada-Ku Sebab Aku Telah Menebus Engkau.”</em></strong></p>
<p><strong>PEMBAHASAN TEMATIS</strong></p>
<p><strong>Pembahasan Teks Alkitab <em>(E</em><em>ks</em><em>egese)</em><em>  </em></strong></p>
<p>Kitab Yeremia, Yehezkiel, dan kitab Yesaya adalah tiga kitab Perjanjian Lama yang dikelompokkan sebagai kitab-kitab Nabi Besar. Para ahli PL membagi kitab Yesaya menjadi tiga bagian: Proto-Yesaya (pasal 1–39); Deutero-Yesaya (pasal 40–55); dan Trito-Yesaya (pasal 56–66). Masing-masing bagian ini berasal dari waktu dan situasi kehidupan umat yang berbeda. Teks bacaan kita, Yesaya 44:21–28 adalah bagian dari Deutero–Yesaya yang ditulis ketika umat Allah sedang berada di pembuangan. Oleh karena itu, kita akan memahami teks ini dalam konteks tersebut.</p>
<p><strong>Ayat 21–22; </strong>Dalam bagian ini, ada dua ajakan penting dalam bagian ini yang dimulai dengan ajakan untuk <em>ingatlah semuanya ini, hai Yakub</em>. Kata <em>semuanya ini</em> bisa merujuk pada dua hal yang dijelaskan dalam 44:1–20, yaitu Tuhan sebagai satu-satunya Allah bagi Israel dan tentang kesia-siaan pemujaan ilah-ilah lain. Kata ini juga dapat merujuk pada semua tindakan Allah yang disebutkan dalam bacaan ini, 44:21–28. Beberapa hal yang harus mereka ingat: Tuhan menyatakan <em>engkaulah hamba-Ku</em>; <em>Aku telah membentuk engkau</em>; <em>Engkau tidak Kulupakan</em>. Meskipun mereka telah dibawa ke pembuangan, sesungguhnya Tuhan Allah tidak melupakan mereka. Dia menyebut mereka <em>hamba-Ku</em>. Dia <em>Pencipta</em> mereka. Oleh karena itu, Dia telah menghapus dosa pemberontakan umat-Nya <em>seperti kabut diterbangkan angin</em> dan <em>seperti awan yang tertiup</em>. Dosa mereka tidak ada lagi. Keadaan mereka dipulihkan.</p>
<p>Ajakan kedua adalah <em>kembalilah kepada-Ku sebab Aku telah menebus engkau</em>. Kata <em>menebus</em> di sini menggunakan kata Ibrani <em>ga’al</em> yang artinya menebus, melepaskan, menyelamatkan, membawa kembali. Bentuk perfek dari kata kerja <em>ga’al</em> menegaskan bahwa Tuhan telah berkenan menebus, menyelamatkan, dan membaharui kehidupan mereka, dan karena itu mereka diajak kembali (Ibr: <em>sub</em>) kepada-Nya. Kata kerja Ibrani <em>subah</em> dari <em>sub</em> artinya kembali atau berbalik ke arah yang berbeda. Tuhan Allah telah terlebih dahulu mengampuni dosa umat-Nya dan tanggapan yang diminta dari mereka adalah kembali kepada-Nya. Kembali di sini bersifat total dan berkaitan dengan keseluruhan aspek kehidupan mereka sebagai umat Allah. Kembali di sini berarti kembali percaya kepada Tuhan Allah, kembali beribadah dan menyembah Dia, kembali melakukan semua perintah dan pengajaran Firman-Nya.</p>
<p><strong>Ayat 23; </strong>Oleh karena Tuhan Allah telah menebus umat-Nya maka seluruh ciptaan-Nya diajak untuk memuliakan Dia. Teks menyebut <em>langit, rahim bumi, gunung-gunung, hutan dan semua pohon di dalamnya</em>. Semuanya diajak untuk bersorak-sorai dan bergembira. Langit (Ibr: <em>samayim</em>) adalah bagian atas bumi, rahim bumi (Ibr: <em>takhitti</em>) merujuk pada bagian terbawah dari bumi. Sementara hutan dan semua pohon di dalamnya merujuk pada bagian tengah bumi. Jadi, seluruh bagian bumi (dan seluruh alam semesta) serta semua yang ada di dalamnya, diajak untuk bersorak-sorai. Ini menunjukkan bahwa tindakan penebusan Tuhan Allah bukan hanya berpengaruh dalam kehidupan umat-Nya, melainkan juga seluruh ciptaan-Nya yang lain.</p>
<p><strong>Ayat 24–28; </strong>Ayat 24 menyebut TUHAN sebagai <strong><em>Penebusmu</em></strong>. Kata yang digunakan adalah kata kerja <em>ga’al</em> dalam bentuk partisip yang bermakna sedang berlangsung. Jadi, <strong>Penebusmu</strong> berarti TUHAN yang sedang/sementara bertindak menebus umat-</p>
<p>Nya. TUHAN Allah Penebus itu mampu melakukan tindakan penebusan karena Dia adalah satu-satunya Allah yang berkuasa. Ke-Mahakuasaan-Nya ditunjukkan dalam lima kali pernyataan <strong><em>Akulah</em></strong>, yang semuanya hendak menyatakan/ menjelaskan bahwa Tuhan Allah berkuasa menjadikan segala sesuatu dan bertindak atas segala sesuatu. Ini berkaitan dengan tindakan penebusan, penyelamatan dan pembaharuan kehidupan umat-Nya.</p>
<p>Ayat 24: <em>Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu</em>… kata kerja <em>‘asah</em> (<em>‘oseh</em>) menunjukkan bahwa Tuhan Allah sementara membuat atau menciptakan. Dia yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya.</p>
<p>Ayat 25: <em>Akulah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong</em>… kata kerja <em>meper</em> berarti meniadakan, menggagalkan, menghancurkan, mengakhiri. Ini menegaskan bahwa para peramal itu hanyalah pembohong sebab berita yang mereka bawa bukanlah berasal dari Tuhan, tetapi pikiran mereka sendiri sehingga tidak ada kebenaran di dalam berita mereka. Berita yang dibawa oleh para peramal ini benar-benar sangat berbeda dengan apa yang dinyatakan melalui para nabi Allah.</p>
<p>Ayat 26: <em>Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku</em>… kata kerja <em>meqim</em> berarti sementara membangkitkan, membangun. TUHAN Allah menegaskan bahwa para nabi-Nya benar-benar menyatakan kebenaran sebab berita kelepasan yang mereka beritakan adalah firman Tuhan sendiri. Dia menegaskannya dengan tindakan penebusan-Nya.</p>
<p>Ayat 27:<em> Akulah yang berkata kepada tubir lautan… Aku mau mengeringkan sungai-sungaimu</em>. Ini menunjukkan kemahakuasaan Tuhan atas segala kuasa kegelapan, kuasa duniawi dan segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya.</p>
<p>Ayat 28:<em> Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya</em>… kata <em>gembala-Ku</em>, <em>ro‘i</em>, artinya dia yang sementara menjaga, memerintah. Koresh adalah raja Persia yang kemudian mengijinkan Yehuda kembali ke Yerusalem. Meskipun Koresh bukanlah seorang raja Israel/Yehuda, namun dia dipakai Tuhan menjadi gembala-Nya untuk melaksanakan karya penyelamatan umat-Nya. Artinya, Tuhan dapat memakai siapa saja untuk mengerjakan pekerjaan-Nya. Dia bukan hanya Tuhan Allah Israel melainkan juga Tuhan atas bangsa-bangsa lain.</p>
<p>Kesimpulannya, Tuhan menebus umat-Nya karena Dia adalah Tuhan Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Tentu saja semua ini menjadi berita yang sangat melegakan, memberi semangat dan pengharapan bahwa Tuhan Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Namun, Dia bertindak, membebaskan dan menyelamatkan karena Dia adalah Tuhan Allah Penebus umat-Nya.</p>
<p><strong>Makna dan Implikasi Firman</strong></p>
<p>Dari uraian di atas, kita dapat mempelajari beberapa hal:</p>
<ol>
<li>TUHAN Allah telah menebus dan menyelamatkan karena Dia Penebus yang penuh kasih dan berkuasa.</li>
<li>TUHAN adalah Allah yang membentuk umat-Nya, menjadikan mereka hamba-Nya, dan mereka tidak dilupakan-Nya. Oleh karena itu, dosa mereka dihapus-Nya serta kehidupan mereka dipulihkan/dibaharui. Respons terhadap penebusan tersebut adalah kembali hidup sesuai kehendak-Nya.</li>
<li>Tuhan adalah Allah yang menjadikan segala sesuatu, oleh karena itu apa yang terjadi pada manusia juga berpengaruh dalam kehidupan ciptaan lainnya. Kepada-Nyalah seluruh semesta bersorak-sorai karena karya penebusan-Nya bagi umat-Nya.</li>
<li>TUHAN adalah Allah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong. Dia menguatkan perkataan-perkataan para hamba-Nya karena Dia sendiri bertindak sesuai perkataan firman-Nya itu. Salah satu tindakan-Nya adalah dengan memakai Koresy–raja asing–menjadi gembala-Nya untuk mengerjakan karya penebusan-Nya.</li>
</ol>
<p>Jika demikian halnya, kita diajak untuk percaya bahwa TUHAN Allah adalah satu-satunya Penebus yang penuh kasih dan berkuasa. Kita pun diajak untuk mengingat jati diri sebagai umat Allah yang telah menerima penebusan dan penyelamatan-Nya sehingga tidak lagi hidup di bawah kuasa dosa dan maut melainkan di bawah kasih karunia-Nya.</p>
<p><strong>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI.</strong></p>
<ol>
<li>Siapa Penebus Israel menurut teks Yesaya 44:21–28?</li>
<li>Mengapa Tuhan Allah menebus umat-Nya?</li>
<li>Bagaimana sepatutnya tanggapan orang percaya terhadap karya penebusan dan penyelamatan yang telah dilakukan Tuhan Allah?</li>
</ol>
<p><strong>NAS PEMBIMBING: </strong><strong>Yesaya 59:20</strong></p>
<p><strong>POKOK-POKOK DOA:</strong></p>
<ol>
<li>Semua orang percaya bahwa TUHAN Allah adalah Penebus.</li>
<li>Semua orang percaya hidup di bawah kasih karunia Tuhan Allah.</li>
</ol>
<p><strong> </strong><strong>TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : </strong><strong>MINGGU SENGSARA III.</strong></p>
<p><strong>NYANYIAN YANG DIUSULKAN</strong></p>
<p>Persiapan: KJ No. 40 Jika Jiwaku Berdoa</p>
<p>Nas Pembimbing: DSL No. 156 Intan dan Permata</p>
<p>Pengakuan Dosa: PKJ No. 43 Tuhan Kami Berlumuran Dosa</p>
<p>Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 15 Hidup yang Penuh Berbeban</p>
<p>Ajakan untuk Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara: KJ. No. 392 Inginkah Kau Ikut Tuhan</p>
<p>Ses Doa Pembacaan Alkitab: KJ. No. 373 Aku Mau Mengerti</p>
<p>Persembahan: NNBT No. 9 ‘Ku Akan Selalu Bersyukur</p>
<p>Nyanyian Penutup: NKB No. 85 Kar’na Kasih-Nya</p>
<p><strong> </strong><strong>ATRIBUT </strong>Warna Dasar Ungu dengan Simbol XP (<strong><em>Khi-Rho</em></strong>), Cawan Pengucapan, Salib dan Mahkota Duri.</p>
<p>(GMIM)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/2102-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
