<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>media sosial &#8211; KomentarNews</title>
	<atom:link href="https://komentar-news.com/tag/media-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://komentar-news.com</link>
	<description>Tajam Mengulas, Jelas Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2026 15:54:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/02/komentar-logo-bundar-150x150.png</url>
	<title>media sosial &#8211; KomentarNews</title>
	<link>https://komentar-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Viral Penumpang Masak Mi Instan Pakai Panci Listrik di Kereta, KAI Ingatkan Bahaya Stopkontak</title>
		<link>https://komentar-news.com/viral-penumpang-masak-mi-instan-pakai-panci-listrik-di-kereta-kai-ingatkan-bahaya-stopkontak/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/viral-penumpang-masak-mi-instan-pakai-panci-listrik-di-kereta-kai-ingatkan-bahaya-stopkontak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 15:54:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[aturan KAI]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[kompor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[mi instan]]></category>
		<category><![CDATA[panci listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[stopkontak kereta]]></category>
		<category><![CDATA[Threads]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=4231</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, KomentarNews – Sebuah video penumpang kereta jarak jauh yang memasak mi instan menggunakan panci atau kompor listrik yang dicolok langsung ke stopkontak di dalam gerbong viral di media sosial dan memicu peringatan resmi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Rekaman yang awalnya diunggah di platform Threads itu memperlihatkan seorang penumpang dengan santai mengaduk mi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Jakarta, KomentarNews</strong> – Sebuah video penumpang kereta jarak jauh yang memasak mi instan menggunakan panci atau kompor listrik yang dicolok langsung ke stopkontak di dalam gerbong viral di media sosial dan memicu peringatan resmi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Rekaman yang awalnya diunggah di platform Threads itu memperlihatkan seorang penumpang dengan santai mengaduk mi instan yang sudah matang di atas kursi, sementara kabel alat masak listrik tersebut tersambung ke colokan yang disediakan di dekat tempat duduk.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Aksi tersebut langsung memicu gelombang komentar warganet yang menyoroti soal keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan penggunaan fasilitas listrik di kereta. Sejumlah komentar menegur tindakan penumpang karena berpotensi membahayakan diri sendiri dan penumpang lain jika terjadi korsleting atau gangguan pada sistem kelistrikan rangkaian.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">PT KAI melalui akun resminya menegaskan bahwa stopkontak di kereta hanya diperuntukkan bagi pengisian daya perangkat elektronik ringan seperti ponsel, tablet, laptop, atau earphone, bukan untuk memasak atau mengoperasikan perangkat listrik berdaya besar. “Dalam perjalanan naik KA antarkota, penumpang tidak diperkenankan menggunakan outlet listrik di rangkaian KA untuk memasak. Mohon kerja samanya untuk turut menjaga keselamatan dan keamanan bersama,” tulis akun resmi KAI dalam tanggapan di unggahan viral tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa penggunaan kompor atau panci listrik di dalam kereta melanggar aturan karena dapat menyebabkan beban berlebih pada sistem listrik dan memicu korsleting. “Fasilitas stopkontak di setiap kursi kereta api hanya digunakan untuk mengisi daya gadget seperti handphone, tablet, atau laptop. Penggunaan alat berdaya tinggi seperti kompor listrik bisa membahayakan keselamatan dan mengganggu kenyamanan perjalanan,” ujar Luqman.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurut ketentuan yang berlaku, penumpang dilarang menggunakan stopkontak kereta untuk perangkat listrik berdaya tinggi seperti kompor listrik, rice cooker, catokan rambut, hingga hair dryer. Aturan KAI juga melarang pengisian daya powerbank langsung dari stopkontak kereta, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko panas berlebih dan potensi kebakaran di dalam gerbong.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">KAI mengimbau seluruh penumpang untuk mematuhi petunjuk penggunaan fasilitas yang tersedia di dalam kereta dan mengutamakan keselamatan bersama. Perusahaan menegaskan, petugas berhak menegur dan mengambil tindakan jika menemukan penumpang yang menggunakan stopkontak di luar peruntukannya atau membawa alat elektronik berdaya besar yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kereta.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">(<em>Haibunda, detik.com, Kompas.com)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/viral-penumpang-masak-mi-instan-pakai-panci-listrik-di-kereta-kai-ingatkan-bahaya-stopkontak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meta Dihukum Bayar 375 Juta Dolar AS, Juri New Mexico Vonis Bersalah Kasus Eksploitasi Anak di Facebook, Instagram</title>
		<link>https://komentar-news.com/meta-dihukum-bayar-375-juta-dolar-as-juri-new-mexico-vonis-bersalah-kasus-eksploitasi-anak-di-facebook-instagram/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/meta-dihukum-bayar-375-juta-dolar-as-juri-new-mexico-vonis-bersalah-kasus-eksploitasi-anak-di-facebook-instagram/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 11:46:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[autoplay]]></category>
		<category><![CDATA[banding]]></category>
		<category><![CDATA[eksploitasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hukum perlindungan konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[infinite scroll]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[jaksa agung new mexico]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[meta]]></category>
		<category><![CDATA[putusan 375 juta dolar]]></category>
		<category><![CDATA[raul torrez]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2688</guid>

					<description><![CDATA[New Mexico, Komentarnews – Juri di New Mexico memerintahkan Meta Platforms membayar 375 juta dolar AS dalam gugatan terkait eksploitasi seksual anak dan keselamatan pengguna di platformnya. Putusan ini menjadi salah satu vonis pertama terhadap perusahaan media sosial raksasa dalam kasus keselamatan anak. Juri menyatakan bahwa Meta melanggar hukum perlindungan konsumen negara bagian dalam gugatan yang diajukan Jaksa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>New Mexico, Komentarnews</strong> – Juri di New Mexico memerintahkan Meta Platforms membayar <strong>375 juta dolar AS</strong> dalam gugatan terkait eksploitasi seksual anak dan keselamatan pengguna di platformnya. Putusan ini menjadi salah satu vonis pertama terhadap perusahaan media sosial raksasa dalam kasus keselamatan anak.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Juri menyatakan bahwa Meta melanggar hukum perlindungan konsumen negara bagian dalam gugatan yang diajukan Jaksa Agung New Mexico terkait keamanan Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Negara bagian menuduh Meta menyesatkan publik tentang keamanan platformnya, membiarkan predator seksual leluasa mengakses dan menjebak anak-anak hingga berujung pada pelecehan dan perdagangan manusia.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Juri memutuskan Meta harus membayar <strong>375 juta dolar AS</strong> sebagai denda perdata. Putusan ini menjadi salah satu vonis pertama terhadap perusahaan media sosial dalam kasus keselamatan anak, yang menandai titik penting dalam upaya penegakan hukum terhadap platform digital.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Jaksa Agung Raúl Torrez menyebut putusan ini sebagai <strong>kemenangan bersejarah</strong> bagi anak dan keluarga yang dirugikan. Ia menegaskan bahwa Meta dinilai mengutamakan keuntungan dibanding keselamatan anak.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Putusan ini mengirim pesan jelas bahwa perusahaan teknologi tidak bisa mengabaikan keselamatan anak demi keuntungan,&#8221; kata Torrez dalam konferensi pers.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Gugatan juga menuduh Meta sengaja merancang fitur seperti <em>infinite scroll</em> (gulir tanpa batas) dan <em>autoplay</em> (putar otomatis) yang membuat anak kecanduan. Jaksa mengungkapkan adanya bukti internal perusahaan yang menunjukkan bahwa fitur-fitur tersebut merugikan kesehatan mental anak, namun Meta tetap mengabaikannya.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Negara bagian juga membawa bukti bahwa Meta memungkinkan predator seksual untuk menemukan, berkomunikasi, dan mengeksploitasi anak-anak di platformnya. Predator dilaporkan menggunakan algoritma rekomendasi Meta untuk menjangkau korban potensial.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Meta menyatakan tidak setuju dengan putusan tersebut dan berencana mengajukan banding. Perusahaan mengklaim telah berupaya keras mengatasi konten berbahaya dan transparan soal keterbatasannya.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Kami telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi dan tim untuk melindungi anak-anak di platform kami,&#8221; kata juru bicara Meta. &#8220;Kami akan mengajukan banding atas putusan ini.&#8221;</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Putusan ini menambah daftar panjang tuntutan hukum yang dihadapi Meta terkait dampak platformnya terhadap anak-anak. Sebelumnya, lebih dari 40 negara bagian AS juga telah mengajukan gugatan serupa terhadap Meta.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">(*Reuters/ *AP/ *CNN/ *The New York Times)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/meta-dihukum-bayar-375-juta-dolar-as-juri-new-mexico-vonis-bersalah-kasus-eksploitasi-anak-di-facebook-instagram/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laporan Clemson: 62 Akun Medsos Terkait IRGC Iran Terungkap, Sebar Disinformasi Anti-AS dan Israel</title>
		<link>https://komentar-news.com/laporan-clemson-62-akun-medsos-terkait-irgc-iran-terungkap-sebar-disinformasi-anti-as-dan-israel/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/laporan-clemson-62-akun-medsos-terkait-irgc-iran-terungkap-sebar-disinformasi-anti-as-dan-israel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 15:55:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[akun palsu]]></category>
		<category><![CDATA[anti as]]></category>
		<category><![CDATA[anti israel]]></category>
		<category><![CDATA[clemson university]]></category>
		<category><![CDATA[disinformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[irgc]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan siber]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[konten ai]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[perang informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2355</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, KomentarNews – Sebuah laporan terbaru dari Clemson University mengungkap adanya puluhan akun media sosial yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran yang secara sistematis menyebarkan konten anti-Israel dan anti-Amerika Serikat untuk memicu perpecahan daring di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan AS. Menurut laporan yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), setidaknya 62 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Jakarta, KomentarNews</strong> – Sebuah laporan terbaru dari Clemson University mengungkap adanya puluhan akun media sosial yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran yang secara sistematis menyebarkan konten anti-Israel dan anti-Amerika Serikat untuk memicu perpecahan daring di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan AS.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Menurut laporan yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), setidaknya 62 akun di platform X, Bluesky, dan Instagram ditemukan memiliki kaitan dengan IRGC, meskipun akun-akun tersebut mengklaim sebagai pengguna dari Amerika, Inggris, Skotlandia, atau Irlandia. Sebagian besar akun berusia kurang dari satu tahun, namun beberapa di antaranya telah dibuat sejak Desember 2023.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Semua akun ini secara sistematis memperkuat konten yang memecah belah secara politis dan disinformasi yang selaras dengan narasi IRGC. Mereka dirancang untuk mengeksploitasi celah-celah regional guna memajukan kepentingan rezim Iran,&#8221; demikian bunyi laporan tersebut.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Para peneliti menemukan bahwa sebelum serangan militer Presiden Donald Trump dan Israel terhadap Iran, sebagian besar akun tersebut lebih banyak berfokus pada isu-isu domestik yang memecah belah. Namun, setelah 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan udara mendadak terhadap Iran, akun-akun itu mulai gencar menyebarkan pesan-pesan pro-Teheran yang mendukung rezim.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Ada kampanye media sosial tidak autentik yang terkoordinasi menargetkan diskusi daring seputar perang antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran,&#8221; catat laporan tersebut.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Lebih mengkhawatirkan lagi, laporan itu menemukan bahwa akun-akun tersebut juga menggunakan sejumlah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) dan video palsu untuk menyebarkan laporan yang tidak akurat mengenai serangan yang sedang berlangsung. Hal ini menunjukkan eskalasi taktik perang informasi di era digital, di mana teknologi AI digunakan untuk menciptakan narasi palsu yang meyakinkan.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Temuan ini menambah kekhawatiran tentang meluasnya perang proksi digital di tengah konflik fisik di Timur Tengah. Para ahli memperingatkan bahwa kampanye disinformasi semacam ini dapat memperburuk ketegangan dan mempengaruhi opini publik global.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Hingga berita ini diturunkan, perwakilan IRGC maupun pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan dari Clemson University tersebut.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">(*Clemson University/ *The Hill/ *Reuters)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/laporan-clemson-62-akun-medsos-terkait-irgc-iran-terungkap-sebar-disinformasi-anti-as-dan-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
