<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>THR 2026 &#8211; KomentarNews</title>
	<atom:link href="https://komentar-news.com/tag/thr-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://komentar-news.com</link>
	<description>Tajam Mengulas, Jelas Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 13:44:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://komentar-news.com/wp-content/uploads/2026/02/komentar-logo-bundar-150x150.png</url>
	<title>THR 2026 &#8211; KomentarNews</title>
	<link>https://komentar-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada! 4 Modus Penipuan Digital Ini Mengintai THR Anda Jelang Lebaran 2026</title>
		<link>https://komentar-news.com/waspada-4-modus-penipuan-digital-ini-mengintai-thr-anda-jelang-lebaran-2026/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/waspada-4-modus-penipuan-digital-ini-mengintai-thr-anda-jelang-lebaran-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 09:27:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[clickfix]]></category>
		<category><![CDATA[fake bts]]></category>
		<category><![CDATA[file apk]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia anti scam centre]]></category>
		<category><![CDATA[jangan asal klik]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan digital]]></category>
		<category><![CDATA[malware]]></category>
		<category><![CDATA[modus penipuan thr]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan digital]]></category>
		<category><![CDATA[phishing]]></category>
		<category><![CDATA[smishing]]></category>
		<category><![CDATA[THR 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2176</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, KomentarNews – Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026, para pekerja mulai bersiap menyambut dana tambahan yang akan masuk ke rekening. Namun, di tengah euforia ini, para pelaku kejahatan siber juga ikut &#8220;bersiap&#8221; dengan berbagai modus penipuan yang kian canggih dan tertarget. Data dari penyedia solusi identitas digital VIDA menunjukkan lonjakan aktivitas phishing dan smishing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Jakarta, KomentarNews</strong> – Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026, para pekerja mulai bersiap menyambut dana tambahan yang akan masuk ke rekening. Namun, di tengah euforia ini, para pelaku kejahatan siber juga ikut &#8220;bersiap&#8221; dengan berbagai modus penipuan yang kian canggih dan tertarget.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Data dari penyedia solusi identitas digital VIDA menunjukkan lonjakan aktivitas phishing dan smishing hingga sekitar <strong>80 persen</strong> selama periode pencairan THR . Momentum ini menjadi sasaran empuk karena transaksi keuangan masyarakat meningkat signifikan, sementara kewaspadaan digital cenderung menurun di tengah kesibukan persiapan Lebaran .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Berikut adalah <strong>4 modus penipuan digital</strong> yang paling marak dan harus Anda waspadai agar THR tidak raib:</p>
<h3>1. Phishing dan Smishing: Tautan Palsu Mengatasnamakan Bank hingga THR</h3>
<p class="ds-markdown-paragraph">Modus klasik ini kembali muncul dengan kemasan baru. Pelaku mengirimkan tautan palsu melalui SMS, email, atau WhatsApp dengan menyamar sebagai institusi resmi seperti bank, perusahaan logistik, atau bahkan mengatasnamakan program pencairan THR .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengingatkan bahwa serangan phishing kian sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan . Ciri-cirinya antara lain alamat pengirim mencurigakan, sapaan umum seperti &#8220;Nasabah Yang Terhormat&#8221;, bahasa bernada mendesak, serta tautan yang mirip situs resmi tetapi berbeda satu atau dua huruf .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Nasabah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih, terutama menjelang Lebaran ketika transaksi keuangan meningkat signifikan,&#8221; ujar Okki .</p>
<h3>2. Malware via File APK: &#8220;Resi Paket&#8221; dan &#8220;Undangan Digital&#8221; Berbahaya</h3>
<p class="ds-markdown-paragraph">Modus ini menjadi salah satu yang paling banyak memakan korban. Pelaku mengirimkan file dengan format .APK melalui WhatsApp yang disamarkan sebagai dokumen penting—mulai dari foto resi paket, status pengiriman, undangan pernikahan digital, hingga dokumen promo Ramadan .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Jika korban mengunduh dan menginstal file tersebut, aplikasi berbahaya akan memantau gawai dari jarak jauh dan mencuri informasi sensitif, termasuk password perbankan dan kode OTP .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Founder &amp; Group CEO VIDA, Niki Luhur, menegaskan bahwa penipuan saat ini tidak lagi sporadis, tetapi telah berkembang menjadi jaringan terorganisir dan sistematis. &#8220;Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks,&#8221; ujarnya .</p>
<h3>3. Fake BTS: Pesan Penipuan Tampak Seperti dari Institusi Resmi</h3>
<p class="ds-markdown-paragraph">Teknologi <em>fake Base Transceiver Station</em> (BTS) kini digunakan pelaku untuk mengirim pesan penipuan secara massal. Dengan perangkat ini, pelaku dapat menurunkan sinyal ponsel korban dan mengirimkan SMS yang tampak seolah-olah berasal dari lembaga resmi seperti bank, operator seluler, atau perusahaan logistik .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Modus ini berbahaya karena pesan masuk dalam satu utas dengan SMS resmi dari institusi terkait, sehingga korban sulit membedakan mana yang asli dan palsu.</p>
<h3>4. Teknik &#8220;ClickFix&#8221;: Captcha Palsu Pembawa Malware</h3>
<p class="ds-markdown-paragraph">Ancaman terbaru yang patut diwaspadai adalah teknik <em>ClickFix</em>. Pelaku memanipulasi korban melalui halaman login atau tampilan captcha palsu yang tampak sangat meyakinkan. Saat korban mengikuti instruksi di laman tersebut, tanpa sadar mereka sedang mengunduh malware yang memberikan akses penuh kepada pelaku untuk menguras data pribadi dan saldo rekening .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">National Technology Officer Microsoft Indonesia, Panji Wasmana, mengingatkan bahwa momen liburan sering kali membuat kewaspadaan digital menurun. &#8220;Pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan rasa kepercayaan individu dan organisasi terhadap agen perjalanan populer untuk mencuri data,&#8221; katanya .</p>
<hr />
<h3><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f6e1.png" alt="🛡" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Cara Melindungi THR dari Penipuan Digital</strong></h3>
<ol start="1">
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>#JanganAsalKlik</strong> – Hindari mengklik tautan mencurigakan atau mengunduh file dari sumber tidak resmi .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Jangan Pernah Bagikan OTP</strong> – Bank tidak pernah meminta PIN, password, atau kode OTP melalui telepon, SMS, atau WhatsApp .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Verifikasi Sebelum Transaksi</strong> – Gunakan situs resmi seperti <strong>CekRekening.id</strong> milik Kominfo untuk memeriksa keabsahan rekening penjual .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)</strong> – Lapisan keamanan tambahan ini krusial untuk melindungi akun finansial Anda .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Gunakan Kanal Resmi</strong> – Hanya bertransaksi di marketplace resmi, jangan tergiur transaksi di luar platform dengan iming-iming harga murah .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Segera Lapor Jika Menjadi Korban</strong> – Jika terlanjur terkena tipu, segera blokir rekening melalui call center bank dan laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK di laman <strong>iasc.ojk.go.id</strong> .</p>
</li>
</ol>
<p class="ds-markdown-paragraph">Dengan meningkatnya literasi digital dan kewaspadaan dalam bertransaksi, diharapkan dana THR masyarakat dapat tetap aman dari ancaman kejahatan siber yang kian berkembang . Selamat menyambut Lebaran 2026, jangan sampai THR Anda jadi milik penipu!</p>
<p>(*BNI/ *ANT/ *VIDA/ *Microsoft/ *OJK)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/waspada-4-modus-penipuan-digital-ini-mengintai-thr-anda-jelang-lebaran-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beda Nasib THR 2026: ASN Tangan Utuh, Swasta Tangan Bercukur—Ini Hitungan Pastinya!</title>
		<link>https://komentar-news.com/beda-nasib-thr-2026-asn-tangan-utuh-swasta-tangan-bercukur-ini-hitungan-pastinya/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/beda-nasib-thr-2026-asn-tangan-utuh-swasta-tangan-bercukur-ini-hitungan-pastinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 02:26:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[insentif pajak 2026]]></category>
		<category><![CDATA[pajak thr]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan thr asn dan swasta]]></category>
		<category><![CDATA[pmk 168 tahun 2023]]></category>
		<category><![CDATA[pp 14 tahun 2024]]></category>
		<category><![CDATA[pp 9 tahun 2026]]></category>
		<category><![CDATA[pph 21 dtp]]></category>
		<category><![CDATA[pph 21 thr]]></category>
		<category><![CDATA[simulasi thr kena pajak]]></category>
		<category><![CDATA[tarif efektif rata-rata]]></category>
		<category><![CDATA[tax allowance]]></category>
		<category><![CDATA[term thr]]></category>
		<category><![CDATA[THR 2026]]></category>
		<category><![CDATA[thr asn bebas pajak]]></category>
		<category><![CDATA[thr swasta kena pajak]]></category>
		<category><![CDATA[tunjangan pajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=2167</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, KomentarNews – Lebaran 2026 tinggal menghitung hari. Tapi di balik euforia THR, ada satu fakta pahit yang wajib dicerna para pekerja swasta dan BUMN: THR kalian dipotong pajak, sementara ASN/TNI/Polri menikmatinya secara utuh tanpa potongan! Pernyataan ini bukan hoaks, melainkan aturan resmi negara yang dijamin oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2024 beserta pembaruannya pada 2025 dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Jakarta, KomentarNews</strong> – Lebaran 2026 tinggal menghitung hari. Tapi di balik euforia THR, ada satu fakta pahit yang wajib dicerna para pekerja swasta dan BUMN: <strong>THR kalian dipotong pajak, sementara ASN/TNI/Polri menikmatinya secara utuh tanpa potongan!</strong></p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Pernyataan ini bukan hoaks, melainkan aturan resmi negara yang dijamin oleh <strong>Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2024</strong> beserta pembaruannya pada 2025 dan 2026. Aturan ini secara tegas menyatakan bahwa Pajak Penghasilan (PPh) atas THR dan gaji ke-13 bagi ASN ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah . Lalu, berapa besar potongan yang harus ditanggung pekerja swasta? Simak ulasan lengkap dan simulasi hitungannya agar Anda tidak kaget saat dana masuk ke rekening.</p>
<hr />
<h2><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2696.png" alt="⚖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Dua Kelas Penerima THR di Negeri Ini</strong></h2>
<p class="ds-markdown-paragraph">Berdasarkan aturan perpajakan yang berlaku, terjadi <strong>diskriminasi positif</strong> dalam perlakuan pajak atas THR. Mari kita bedah faktanya:</p>
<div class="ds-scroll-area _1210dd7 c03cafe9">
<div class="ds-scroll-area__gutters">
<div class="ds-scroll-area__horizontal-gutter"></div>
<div class="ds-scroll-area__vertical-gutter"></div>
</div>
<table>
<thead>
<tr>
<th><strong>Kategori Pekerja</strong></th>
<th><strong>Status THR</strong></th>
<th><strong>Dasar Hukum</strong></th>
<th><strong>Dampak ke Kantong</strong></th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td><strong>ASN/TNI/Polri</strong></td>
<td><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2705.png" alt="✅" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Bebas Pajak (DTP)</strong></td>
<td>PP 14/2024 jo. PP 9/2026</td>
<td>THR utuh 100%</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Pegawai Swasta &amp; BUMN</strong></td>
<td><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Kena Pajak PPh 21</strong></td>
<td>PER-16/PJ/2016, PP 58/2023</td>
<td>THR dipotong pajak</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="ds-markdown-paragraph">Sumber: Republika , Kompas</p>
<hr />
<h2><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f4dc.png" alt="📜" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Dasar Hukum: Dua Aturan yang Beda Jauh</strong></h2>
<h3>Untuk ASN/TNI/Polri:</h3>
<p class="ds-markdown-paragraph">Melalui <strong>Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024</strong> beserta pembaruannya pada 2025 dan 2026, diatur bahwa Pajak Penghasilan atas THR dan gaji ke-13 bagi ASN <strong>ditanggung oleh pemerintah</strong> (<em>DTP &#8211; Ditanggung Pemerintah</em>). Dengan demikian, ASN menerima THR secara <strong>penuh tanpa potongan pajak</strong> dari penghasilan pribadi .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Pemerintah bahkan telah menerbitkan <strong>PP Nomor 9 Tahun 2026</strong> yang mengatur teknis pencairan THR ASN, memastikan para abdi negara mendapatkan hak mereka tepat waktu dan utuh .</p>
<h3>Untuk Pekerja Swasta:</h3>
<p class="ds-markdown-paragraph">Dasar hukumnya adalah <strong>Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016</strong>, yang dengan gamblang menyatakan bahwa THR termasuk ke dalam kategori <strong>penghasilan tidak tetap</strong> yang menjadi objek pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Perhitungannya kini menggunakan skema <strong>Tarif Efektif Rata-rata (TER)</strong> berdasarkan <strong>Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023</strong>, yang membuat potongan pajak di bulan penerimaan THR terlihat lebih besar karena penghasilan bruto melonjak .</p>
<hr />
<h2><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f4ac.png" alt="💬" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Apa Kata Pejabat?</strong></h2>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Menaker Yassierli</strong> menegaskan bahwa THR 2026 tetap dikenakan PPh Pasal 21 sesuai aturan yang berlaku. Menanggapi keluhan buruh yang meminta THR bebas pajak, ia hanya menjawab singkat, &#8220;Sesuai peraturan,&#8221; dan menyebut usulan tersebut masih dalam tahap kajian .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Dirjen Pajak Bimo Wijayanto</strong> buka suara terkait polemik ini. Ia menjelaskan bahwa di sektor swasta sebenarnya ada mekanisme <strong>tunjangan pajak</strong> (<em>tax allowance</em>) di mana perusahaan dapat menanggung pajak karyawan dan biayanya bisa menjadi pengurang penghasilan bruto perusahaan (<em>deductible expenses</em>) .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Yang terkait dengan yang lagi mencuat di media, kenapa yang ditanggung pemerintah itu hanya PPh Pasal 21 untuk ASN, TNI, dan Polri, ini sebenarnya bisa saya sampaikan bahwa di sektor swasta juga ada fasilitas tunjangan pajak,&#8221; ujar Bimo dalam konferensi pers .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Selain itu, untuk sektor-sektor tertentu seperti padat karya, pemerintah juga memberikan fasilitas <strong>PPh 21 DTP</strong> melalui <strong>PMK Nomor 105 Tahun 2025</strong> .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Staf Ahli Menteri Keuangan Yon Arsal</strong> menambahkan bahwa sistem TER justru dibuat untuk memeratakan beban pajak. &#8220;Kalau sekarang THR-nya sudah dipotong pajak, nanti di bulan Desember potongan pajaknya tidak lagi terlalu besar seperti sebelumnya,&#8221; jelasnya .</p>
<hr />
<h2><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f9ee.png" alt="🧮" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Simulasi: Hitung Sendiri Berapa THR Anda &#8220;Terkikis&#8221; Pajak!</strong></h2>
<p class="ds-markdown-paragraph">Mari kita hitung dengan studi kasus nyata berdasarkan data resmi:</p>
<h3><strong>Contoh 1: Tuan A (Lajang/TK0)</strong></h3>
<div class="ds-scroll-area _1210dd7 c03cafe9">
<div class="ds-scroll-area__gutters">
<div class="ds-scroll-area__horizontal-gutter"></div>
<div class="ds-scroll-area__vertical-gutter"></div>
</div>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Komponen</th>
<th>Nilai</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Gaji bulanan</td>
<td>Rp5.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>THR (satu kali gaji)</td>
<td>Rp5.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>Status</td>
<td>Lajang, tidak ada tanggungan (TK/0)</td>
</tr>
<tr>
<td>Bulan cair</td>
<td>Maret 2026</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Total Penghasilan Maret</strong></td>
<td><strong>Rp10.000.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Tarif Efektif Bulanan (Kategori A)</td>
<td><strong>2%</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Pajak yang Dipotong</strong></td>
<td><strong>Rp200.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f4b0.png" alt="💰" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> THR + Gaji yang Diterima</strong></td>
<td><strong>Rp9.800.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<h3><strong>Contoh 2: Tuan B (Menikah, 1 Anak/K1)</strong></h3>
<div class="ds-scroll-area _1210dd7 c03cafe9">
<div class="ds-scroll-area__gutters">
<div class="ds-scroll-area__horizontal-gutter"></div>
<div class="ds-scroll-area__vertical-gutter"></div>
</div>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Komponen</th>
<th>Nilai</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Gaji bulanan</td>
<td>Rp8.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>THR (satu kali gaji)</td>
<td>Rp8.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>Status</td>
<td>Menikah, 1 anak (K/1)</td>
</tr>
<tr>
<td>Bulan cair</td>
<td>Maret 2026</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Total Penghasilan Maret</strong></td>
<td><strong>Rp16.000.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Tarif Efektif Bulanan (Kategori B)</td>
<td><strong>9%</strong> (estimasi)</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Pajak yang Dipotong</strong></td>
<td><strong>Rp1.440.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f4b0.png" alt="💰" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> THR + Gaji yang Diterima</strong></td>
<td><strong>Rp14.560.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<hr />
<h2><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f4ca.png" alt="📊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Tabel Perbandingan: ASN vs Swasta</strong></h2>
<div class="ds-scroll-area _1210dd7 c03cafe9">
<div class="ds-scroll-area__gutters">
<div class="ds-scroll-area__horizontal-gutter"></div>
<div class="ds-scroll-area__vertical-gutter"></div>
</div>
<table>
<thead>
<tr>
<th><strong>Komponen</strong></th>
<th><strong>ASN/TNI/Polri</strong></th>
<th><strong>Pegawai Swasta</strong></th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Gaji Rp5 juta + THR Rp5 juta</td>
<td>Rp10.000.000</td>
<td>Rp10.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>Potongan Pajak</td>
<td><strong>Rp0</strong></td>
<td>Rp200.000</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Diterima</strong></td>
<td><strong>Rp10.000.000 (UTUH)</strong></td>
<td><strong>Rp9.800.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Selisih</td>
<td>&#8211;</td>
<td><strong>Rp200.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div class="ds-scroll-area _1210dd7 c03cafe9">
<div class="ds-scroll-area__gutters">
<div class="ds-scroll-area__horizontal-gutter"></div>
<div class="ds-scroll-area__vertical-gutter"></div>
</div>
<table>
<thead>
<tr>
<th><strong>Komponen</strong></th>
<th><strong>ASN/TNI/Polri</strong></th>
<th><strong>Pegawai Swasta</strong></th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Gaji Rp8 juta + THR Rp8 juta</td>
<td>Rp16.000.000</td>
<td>Rp16.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>Potongan Pajak</td>
<td><strong>Rp0</strong></td>
<td>Rp1.440.000</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Diterima</strong></td>
<td><strong>Rp16.000.000 (UTUH)</strong></td>
<td><strong>Rp14.560.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Selisih</td>
<td>&#8211;</td>
<td><strong>Rp1.440.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<hr />
<h2><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2753.png" alt="❓" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Mengapa Bisa Beda? Ini Jawaban Resmi DJP</strong></h2>
<p class="ds-markdown-paragraph">Menurut Direktorat Jenderal Pajak, perbedaan ini terjadi karena mekanisme yang berbeda:</p>
<ol start="1">
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>ASN</strong>: Pajaknya ditanggung pemerintah sebagai bentuk apresiasi dan bagian dari kebijakan fiskal nasional .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Swasta</strong>: Pajaknya dipotong langsung karena THR dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima pegawai. Namun, DJP menegaskan bahwa perusahaan swasta bisa memberikan <strong>tunjangan pajak</strong> agar karyawan tetap menerima THR utuh .</p>
</li>
</ol>
<hr />
<h2><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f4a1.png" alt="💡" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Agar THR Swasta Tak Terasa &#8220;Sakit&#8221;, Lakukan Ini!</strong></h2>
<ol start="1">
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Tanyakan ke HRD</strong> apakah perusahaan Anda memiliki kebijakan tunjangan pajak (<em>tax allowance</em>). Jika ada, THR Anda bisa utuh!</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Cek sektor usaha Anda</strong>. Jika bekerja di sektor padat karya, Anda mungkin masuk kategori penerima insentif <strong>PPh 21 DTP</strong> berdasarkan PMK 105/2025 .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Hitung sejak awal</strong> – Gunakan kalkulator pajak online untuk tahu estimasi potongan.</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Jangan salahkan HRD</strong> – Mereka hanya menjalankan aturan negara. Yang perlu diperjuangkan adalah revisi aturan, bukan marah ke internal.</p>
</li>
</ol>
<p class="ds-markdown-paragraph">Memang pahit rasanya melihat ASN menikmati THR utuh sementara swasta harus rela dipotong. Data menunjukkan bahwa untuk gaji Rp5 juta, selisihnya Rp200.000; untuk gaji Rp8 juta, selisihnya mencapai <strong>Rp1,44 juta</strong>! Itulah realita aturan main di negeri ini.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Tapi kabar baiknya, ada celah: <strong>tunjangan pajak dari perusahaan</strong> dan <strong>insentif DTP untuk sektor tertentu</strong>. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah <strong>memahami hitungannya agar tidak kaget</strong> dan <strong>mengecek apakah perusahaan/sektor Anda memberikan fasilitas tambahan</strong>.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Selamat Lebaran 2026! Semoga THR Anda—meski tak utuh—tetap membawa berkah.</p>
<p>(*Republika/ *CNBC Indonesia/ *Media Indonesia/ *Kompas/ *Beritasatu/ *SINDOnews/ *DJP)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/beda-nasib-thr-2026-asn-tangan-utuh-swasta-tangan-bercukur-ini-hitungan-pastinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resmi! Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Naik 10 Persen, Cair Bertahap Sejak 26 Februari</title>
		<link>https://komentar-news.com/resmi-pemerintah-siapkan-rp55-triliun-untuk-thr-asn-2026-naik-10-persen-cair-bertahap-sejak-26-februari/</link>
					<comments>https://komentar-news.com/resmi-pemerintah-siapkan-rp55-triliun-untuk-thr-asn-2026-naik-10-persen-cair-bertahap-sejak-26-februari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Red]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 14:52:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga Hartarto]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran THR]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji ke-13]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenko Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Pensiunan]]></category>
		<category><![CDATA[PPPK]]></category>
		<category><![CDATA[THR 2026]]></category>
		<category><![CDATA[TNI Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://komentar-news.com/?p=1821</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, KomentarNews – Pemerintah memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), TNI/Polri, serta pensiunan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp55 triliun, atau naik 10 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp49 triliun . Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan hal tersebut dalam konferensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>Jakarta, KomentarNews</strong> – Pemerintah memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), TNI/Polri, serta pensiunan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp55 triliun, atau naik 10 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp49 triliun .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Pencairan THR dilakukan secara bertahap mulai 26 Februari 2026 dan ditargetkan rampung paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Terkait THR Aparatur Sipil Negara Pemerintah Pusat, termasuk PPPK, TNI/Polri serta pensiunan, Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun. Dibandingkan tahun lalu ini meningkat, tahun lalu Rp49 triliun, naik 10 persen,&#8221; kata Airlangga .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Airlangga merinci bahwa total penerima THR tahun ini mencapai jutaan orang dengan rincian anggaran sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>2,4 juta ASN Pusat serta TNI/Polri</strong> akan menerima THR dengan total anggaran <strong>Rp22,2 triliun</strong> .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>4,3 juta ASN Daerah</strong> akan menerima THR dengan total <strong>Rp20,2 triliun</strong> .</p>
</li>
<li>
<p class="ds-markdown-paragraph"><strong>3,8 juta pensiunan</strong> memperoleh alokasi anggaran sebesar <strong>Rp12,7 triliun</strong> .</p>
</li>
</ul>
<p class="ds-markdown-paragraph">Menteri Airlangga menegaskan bahwa komponen THR akan dibayarkan secara penuh 100 persen. Komponen tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, serta tunjangan kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga mengingatkan perbedaan antara THR dan gaji ke-13. Gaji ke-13 biasanya diberikan pada bulan Juni, sementara THR diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Gaji ke-13 biasanya diberikan di bulan Juni. Sementara, pencairan THR ASN dimulai secara bertahap sejak 26 Februari yang lalu, minggu pertama,&#8221; jelas dia .</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Kenaikan anggaran THR sebesar 10 persen ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong perekonomian nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.</p>
<p>(ant/*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://komentar-news.com/resmi-pemerintah-siapkan-rp55-triliun-untuk-thr-asn-2026-naik-10-persen-cair-bertahap-sejak-26-februari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
