Washington DC, KomentarNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa operasi militer besar-besaran bernama Operation Epic Fury terhadap Iran akan terus berlanjut “dengan kekuatan penuh sampai semua tujuan tercapai.” Dalam pidato video yang diunggah di platform Truth Social, Minggu (1/3/2026), Trump menyebut operasi ini sebagai salah satu ofensif militer terbesar dan terkompleks dalam sejarah .
“Hampir 50 tahun para ekstremis jahat ini menyerang Amerika Serikat sambil meneriakkan ‘Death to America’ atau ‘Death to Israel,’ atau keduanya. Mereka adalah sponsor teror nomor satu di dunia,” ujar Trump. “Sebagai negara terbesar dan terkuat di dunia, ancaman yang tak tertahankan ini tidak akan berlanjut lagi” .
Trump merinci bahwa serangan gabungan AS-Israel telah menghancurkan ratusan target di Iran, termasuk fasilitas Garda Revolusi (IRGC) dan sistem pertahanan udara .
“Baru saja diumumkan bahwa kita melumpuhkan sembilan kapal, plus gedung angkatan laut mereka, semua hanya dalam hitungan menit,” kata Trump, seraya mengklaim bahwa “mantan pemimpin tertinggi, Ayatollah Khamenei, telah tewas” .
Media pemerintah Iran membenarkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan 28 Februari lalu, bersama putri, cucu, menantu, dan anak mantunya .
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa tiga personel militer AS gugur dan lima lainnya luka-luka dalam operasi ini . Beberapa personel lain mengalami luka serpihan ringan dan gegar otak.
“Sebagai satu bangsa, kita berduka untuk patriot Amerika sejati yang telah berkorban tertinggi untuk negara kita,” ujar Trump. “Dan sedihnya, kemungkinan akan ada lebih banyak lagi sebelum ini berakhir. Begitulah adanya” .
Trump berjanji membalas kematian prajuritnya. “Amerika akan membalas kematian mereka dan memberikan pukulan paling berat kepada teroris yang telah mengobarkan perang melawan peradaban itu sendiri” .
Trump mengultimatum Garda Revolusi, militer, dan polisi Iran untuk meletakkan senjata. “Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi, militer Iran, dan polisi untuk meletakkan senjata dan menerima kekebalan penuh, atau hadapi kematian pasti. Kematian yang pasti dan tidak akan indah,” ancamnya .
Ia juga menyerukan warga Iran untuk bangkit melawan pemerintah. “Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang merindukan kebebasan untuk merebut momen ini, berani, tegas, heroik, dan rebut kembali negara kalian. Amerika bersamamu” .
Meski mengklaim operasi berjalan sesuai rencana, Trump mengakui ada beberapa “jalan keluar.” Dalam wawancara dengan Axios, ia menyebut bisa memperpanjang operasi atau mengakhirinya dalam 2-3 hari . Namun kepada Daily Mail, ia memperkirakan konflik bisa berlangsung “empat minggu atau lebih” .
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik serangan ini karena diluncurkan di tengah negosiasi nuklir yang sedang berlangsung . Namun Trump membantah, menuding Iran tidak serius dalam perundingan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan telah mengizinkan AS menggunakan dua pangkalan militer Inggris untuk menyerang Iran, dengan alasan melindungi warga sipil dan kepentingan Inggris di kawasan .
Sementara itu, SECOM melaporkan bahwa Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan AS di Kuwait, UEA, Qatar, Bahrain, dan Yordania . Israel juga mengumumkan kembali mengebom target di “jantung Teheran”
(twh/*)
