Minut, KOMENTAR NEWS Di tengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Bupati Joune J. E. Ganda, menyempatkan diri blusukan ke wilayah Kauditan, sekaligus memantau secara langsung kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di SMP Negeri 1 Kauditan.

Kepada sejumlah media dia mengungkapkan bahwa Pemkab Minut saat ini terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih holistik dan relevan dengan tantangan masa depan.
“Nah, dengan bergulirnya tes kemampuan akademik ini, menjadi salah satu bukti nyata bahwa kita (Pemkab Minut) terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan untuk dijadikan menjadi fondasi kuat dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul dalam angka, tetapi juga dalam kemampuan bernalar dan berliterasi,” kata Bupati JG, usai membuka token TKA di SMP N 1 Kauditan, Rabu (8/4/2026).

Dikatakannya lagi, TKA tidak sekadar menjadi alat evaluasi akademik biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak jenjang pendidikan dasar.
“Jika sebelumnya siswa lebih banyak menghadapi soal berbasis angka, kini mereka dituntut untuk memahami persoalan yang disajikan dalam bentuk narasi.

“Pola lama cenderung angka ke angka. Sekarang kita dorong ke literasi. Dengan kata lain, kini para siswa bukan hanya ditekankan pada soal menjawab namun memahami konsep dalam bentuk cerita,” sebutnya.
Menurut dia, pendekatan baru ini bertujuan membentuk kemampuan berpikir yang lebih komprehensif di mana para siswa tidak hanya menguasai perhitungan, tetapi juga mampu mengurai masalah, memahami konteks, serta mengambil keputusan berdasarkan logika.

“Ini mengombinasikan kemampuan berhitung dan memahami narasi. Di situlah daya nalar terbentuk,” tambahnya.
Ia berharap, dengan bergulirnya TKA ini, para siswa akan semakin dipersiapkan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di dalam kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari.


