Jakarta, KomentarNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Kamis (26/2/2026) dengan sentimen positif, menguat 29,13 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.351,36 . Penguatan ini sejalan dengan reli di bursa global yang dipimpin sektor teknologi, namun di tengah perjalanan, indeks sempat mengalami fluktuasi dan terkoreksi tipis ke level 8.300 . Kondisi ini mencerminkan dinamika kompleks yang dihadapi pasar modal Indonesia: optimisme terhadap sektor teknologi global berbenturan dengan ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) dan peluang strategis di sektor hilirisasi mineral.
Sentimen Global: Reli AI Meredakan Kekhawatiran, Tapi Tarif Trump Bayangi
Katalis positif utama datang dari meredanya kekhawatiran terhadap disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tingkat global. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa bursa saham AS mengalami rally solid selama dua hari berturut-turut, dipimpin sektor teknologi setelah Nvidia melaporkan kinerja kuartal IV-2025 yang melampaui ekspektasi . Kekhawatiran akan dampak negatif AI mereda setelah adanya kesepakatan strategis antara Meta dan AMD, serta ekspansi kemitraan Anthropic .
“Hal ini membuat laporan Nvidia saat ini dipandang sepenting data inflasi dan ketenagakerjaan AS dalam menentukan arah pasar global,” ujar Liza . Penguatan di Wall Street terkonfirmasi dengan indeks Nasdaq Composite yang melonjak 1,26 persen, diikuti S&P 500 yang naik 0,81 persen . Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menambahkan bahwa pemulihan sektor teknologi dan semikonduktor ini menjadi motor penggerak utama yang memberikan katalis psikologis positif bagi IHSG .
Namun, di tengah optimisme tersebut, Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan komitmennya terhadap agenda tarif dalam pidato State of the Union. Meskipun Mahkamah Agung AS membatasi kewenangannya, Trump tetap memberlakukan tarif impor global 10 persen dan membuka opsi kenaikan menjadi 15 persen . Langkah ini menciptakan ketidakpastian baru yang membuat pelaku pasar bersikap wait and see.
“Ketidakpastian implementasi dan cakupan tarif, serta arah kebijakan terhadap Iran dan negosiasi nuklir di Jenewa, tetap menjadi sumber risiko geopolitik dan volatilitas energi global,” tegas Liza . VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dalam rentang support 8.247 dan resistance 8.430 . Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menambahkan bahwa IHSG sedang berada di area uji support 8.230–8.150, dengan resistance terdekat di 8.430 .
Sektor Komoditas dan Hilirisasi: Peluang di Tengah Ketidakpastian
Di tengah tekanan global, sektor komoditas justru menunjukkan prospek menarik. Kenaikan harga komoditas global seperti batubara ke level US$ 117 per ton, serta emas dan silver, terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global. Hal ini diproyeksikan berkorelasi positif terhadap emiten yang berkaitan dengan komoditas tersebut .
Menariknya, emiten crude palm oil (CPO) justru berpotensi mendapatkan katalis positif dari kebijakan tarif Trump. Analis Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai bahwa pembebasan tarif melalui kesepakatan Indonesia-AS dapat memberikan keunggulan kompetitif signifikan bagi CPO Indonesia di pasar AS .
“Meski demikian, secara agregat, fundamental emiten CPO akan tetap lebih sensitif terhadap pergerakan harga CPO global, realisasi kebijakan mandatori biodiesel domestik, serta fluktuasi nilai tukar rupiah,” ujar Azis . Ia merekomendasikan trading buy untuk SSMS dengan target harga Rp 1.820 – Rp 1.840 per saham .
Diplomasi Mineral Kritis: Indonesia-India Membangun Poros Baru
Salah satu perkembangan strategis yang luput dari perhatian pasar namun berpotensi menjadi katalis jangka panjang adalah penguatan kerja sama Indonesia-India di sektor mineral kritis. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar pertemuan bilateral dengan Kementerian Baja India pada 24 Februari 2026, membahas peluang investasi dan pengembangan mineral kritis serta fasilitas pendukung produksi baja di Indonesia .
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia serta membuka peluang investasi berkelanjutan . Momentum ini diperkuat dengan gelaran India–Indonesia Critical Minerals Conference di Jakarta, yang mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri, asosiasi pertambangan, hingga lembaga keuangan dari kedua negara .
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam arsitektur rantai pasok mineral global. “Acara ini membuka berbagai peluang baru di mana perusahaan Indonesia dan India dapat bekerja sama lebih erat dalam membangun ketahanan rantai pasok dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya .
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, bahkan menyebut Indonesia sebagai “OPEC-nya nikel” karena menguasai 65 hingga 67 persen pasokan nikel dunia. Kebijakan pengurangan kuota produksi 2026 disebut telah mendorong kenaikan harga global secara cepat, sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan surplus pasar .
Proyeksi dan Rekomendasi Teknikal
Secara teknikal, para analis memberikan pandangan beragam. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa penguatan IHSG sempat tertahan oleh sikap hati-hati menjelang rilis data domestik pekan depan termasuk inflasi Februari dan neraca perdagangan Januari .
Investment Advisor Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menambahkan bahwa IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA20, namun indikator Stochastic RSI telah berada pada area overbought, sehingga berpotensi terkonsolidasi pada area 8.250 sampai dengan 8.350 . Sementara M. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas melihat IHSG membentuk fase bullish consolidation dengan resistance di 8.408 dan 8.572, serta support di 8.259 dan 8.142 .
Rekomendasi saham dari berbagai sekuritas antara lain:
-
BRI Danareksa Sekuritas: ADMR (buy), AHAP (buy), PADI (buy)
-
Kiwoom Sekuritas: ADMR (trading buy), MEDC (speculative buy)
-
Phintraco Sekuritas: MEDC, ELSA, KLBF, BKSL, ASII
-
Mirae Asset Sekuritas: ASSA (add), HMSP (add), SRTG (accumulative buy)
Optimisme Terkendali di Tengah Dinamika Global
Pergerakan IHSG pada 26 Februari 2026 mencerminkan optimisme terkendali investor. Di satu sisi, meredanya kekhawatiran AI dan kinerja gemilang Nvidia memberikan angin segar bagi sektor teknologi global. Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan tarif Trump dan dinamika geopolitik Timur Tengah masih membayangi.
Namun, di balik dinamika tersebut, Indonesia tengah membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui diplomasi mineral kritis dengan India. Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi berkelanjutan yang akan berdampak positif pada sektor riil dan pasar modal ke depan.
Dengan momentum Ramadhan yang memasuki minggu terakhir Februari, Nafan optimis bahwa awal lonjakan belanja rumah tangga dapat memberikan sentimen positif bagi pasar . Namun investor tetap diingatkan untuk mencermati saham dengan fundamental solid, fokus pada valuasi murah, serta menggunakan manajemen risiko dengan disiplin.
(*)
