Monday, February 23, 2026

Bukan Sekadar Bertanding! Kejuaraan Anggar Asia 2026 di Jakarta Ciptakan Dampak Ekonomi Miliaran Rupiah

Share

Jakarta, KOMENTARNEWS – Gelaran Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 atau Asian Cadet & Junior Fencing Championship 2026 di Jakarta pada 20–27 Februari ternyata tidak hanya menjadi ajang pembinaan prestasi, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian Ibu Kota.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) Firtian Judiswandarta mengungkapkan, antusiasme peserta mancanegara sangat tinggi. Pasalnya, ini adalah satu-satunya kejuaraan tingkat Asia untuk kelompok umur kadet dan junior yang digelar pada 2026.

“Ini adalah kejuaraan kadet dan junior pertama di zona Asia pada 2026. Jadi mereka sangat antusias. Selain itu, ajang ini juga menjadi bagian penting dari perburuan tiket menuju Youth Olympic Games 2026 di Dakar,” kata Firtian kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Sebanyak 26 negara ambil bagian dengan total sekitar 801 atlet. Jika ditambah orang tua dan pendamping, jumlah orang yang datang dan menginap di Jakarta selama kejuaraan diperkirakan melampaui 1.600 orang.

Firtian menyebut kehadiran ratusan delegasi asing tersebut memberikan dampak ekonomi langsung yang luar biasa.

“Rata-rata setiap delegasi mengeluarkan biaya sekitar Rp800 juta sampai Rp1,2 miliar hanya untuk kebutuhan kamar hotel. Belum termasuk konsumsi, perlengkapan, dan kebutuhan lainnya,” ujar dia.

Dengan total delegasi mencapai puluhan negara, putaran uang dari sektor perhotelan saja diproyeksikan mencapai puluhan miliar rupiah. Belum lagi belanja sektor transportasi, kuliner, dan ritel selama para atlet dan ofisial berada di Jakarta.

Firtian menambahkan, ajang internasional seperti ini juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk olahraga, perlengkapan anggar, hingga kebutuhan pendukung lainnya.

“Kalau berbicara industri olahraga, ini bukan sekadar pertandingan. Ada sport tourism, sport entertainment, hingga sport product yang ikut bergerak,” tuturnya.

Kejuaraan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia setelah terakhir kali menjadi tuan rumah ajang anggar kadet dan junior tingkat internasional pada 2011 silam.

“Tidak setiap tahun Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Ini membuka jalan untuk event yang lebih besar ke depan,” tutur Firtian.

Dengan suksesnya penyelenggaraan dan dampak ekonomi yang tercipta, Jakarta tidak hanya membuktikan diri sebagai tuan rumah kelas dunia, tetapi juga menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

(*)

Baca Juga:

Share

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Trending
Recommended
Latest

AnotherNews

SULUTNews