Tangerang, KomentarNews – Hujan dengan intensitas sangat lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Tangerang sejak siang hari mengakibatkan plafon langit-langit di Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ambruk pada Senin (6/4/2026) pukul 13.40 WIB. Insiden ini menyebabkan kepanikan sejumlah penumpang yang sedang menunggu proses boarding, namun tidak ada korban luka maupun jiwa.
Berdasarkan video yang diabadikan seorang penumpang dan beredar luas di media sosial, detik-detik insiden diawali dengan kebocoran air dari sambungan plafon. Dalam hitungan detik, air yang terus mengguyur memperbesar tekanan hingga akhirnya plafon jebol disertai tumpahan air deras yang menghantam area ruang tunggu.
“Kejadian di gate 7, sekitar pukul 13.40 WIB. Lumayan banyak orang, alhamdulillah masih sempat pada lari. Kebetulan saya mau boarding ke Singapore pas nunggu di gate 7,” ujar Rina (32), seorang penumpang tujuan Singapura yang menjadi saksi mata kejadian, saat dikonfirmasi ANTARA di Tangerang, Senin.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Bandara Soekarno-Hatta BMKG, Samsul Maarif, dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa curah hujan di wilayah Tangerang pada Senin siang mencapai 80 mm per hari, masuk dalam kategori ekstrem.
“Dalam dua hari terakhir, kami mencatat intensitas hujan di atas normal, dengan akumulasi curah hujan mencapai 80 mm per hari pada Senin siang. Kondisi ini termasuk kategori ekstrem dan berpotensi menyebabkan genangan serta kebocoran pada bangunan dengan sistem drainase atap yang terdampak angin kencang,” ujar Samsul.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa gangguan hanya berlangsung kurang lebih 5 menit dan petugas segera bertindak.
“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan,” kata Yudistiawan.
Ia menegaskan bahwa personel bandara bersiaga 24 jam untuk mengawasi seluruh fasilitas, termasuk infrastruktur bangunan. Begitu melihat potensi gangguan, area sekitar langsung disterilisasi dari penumpang dan pekerja untuk meminimalisir dampak.
Manajer Humas Bandara Soekarno-Hatta, M. Holik Muardi, memastikan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
“Alhamdulillah, tidak ada korban luka maupun jiwa. Seluruh penumpang di gate 7 berhasil dievakuasi ke gate lain yang aman. Layanan penerbangan tetap berjalan normal, tidak ada penundaan atau pembatalan jadwal akibat insiden ini,” ujar Holik.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak bandara akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh struktur atap di Terminal 3 untuk mencegah kejadian serupa.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengimbau pengguna jasa bandara untuk selalu memantau informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau layar informasi di bandara, serta datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca ekstrem.
“Kami juga mengingatkan agar penumpang tetap tenang dan mengikuti arahan petugas dalam situasi darurat. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,” tutup Holik.
(*ANT/ *BMKG/ *InJourney Airports)

