Wednesday, February 25, 2026

Data Pajak Manjur! IHSG Dibuka Perkasa ke 8.428, Tembus Resistance di Tengah Tekanan Global

Share

Jakarta, KomentarNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mengawali perdagangan Selasa (24/2/2026) dengan performa impresif, ditopang data ekonomi dalam negeri yang solid. IHSG dibuka menguat 31,97 poin atau 0,38 persen ke posisi 8.428,05. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut naik 0,92 poin atau 0,11 persen ke level 848,68 .

Penguatan ini terjadi di tengah tekanan pasar global yang masih bergejolak, menunjukkan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di awal tahun.

Sentimen Domestik: Pajak Melonjak 30,7 Persen

Katalis utama penguatan IHSG berasal dari rilis data penerimaan pajak Januari 2026 yang gemilang. Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh signifikan 30,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau setara 4,9 persen dari target APBN 2026 .

Lonjakan terutama ditopang oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang melesat 83,9 persen (yoy) menjadi Rp45,3 triliun. Kenaikan ini mencerminkan konsumsi domestik yang tetap terjaga di awal tahun . Selain itu, penurunan restitusi pajak sebesar 23 persen berkat perbaikan manajemen restitusi turut mendongkrak penerimaan negara .

Pajak Penghasilan (PPh) badan juga tumbuh 37 persen (yoy) menjadi Rp5,7 triliun. Meski PPh orang pribadi dan PPh 21 masih terkontraksi 20,4 persen akibat faktor administratif, ekonom menilai kinerja pajak secara umum memberikan sinyal positif.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai kinerja Januari 2026 menunjukkan sinyal awal yang cukup kuat bagi penerimaan negara, terutama dari sisi konsumsi.

Ini mengindikasikan daya beli domestik relatif terjaga di awal tahun, yang positif bagi pertumbuhan kuartal I. Namun, perlu dicermati bahwa sebagian pertumbuhan juga dipengaruhi faktor teknis seperti penurunan restitusi dan belum dipindahbukukannya sejumlah deposit pajak, ” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (24/2) .

Proyeksi IHSG: Menguat Terbatas dengan Level Support-Resistance

Dari sisi analisis teknikal, IHSG diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan meski terbatas. “Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.310-8.450. Potensi koreksi terbuka, hati-hati,” kata Nico .

Tim riset Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa secara teknikal, histogram MACD IHSG berlanjut bergerak menguat di teritori positif dan didukung oleh kenaikan volume beli. IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8.450-8.500 jika mampu ditutup di atas level 8.400 .

Tekanan Global: Wall Street Anjlok, Trump Umumkan Tarif Baru

Di tengah optimisme domestik, pasar keuangan global justru dilanda badai. Bursa saham AS di Wall Street anjlok pada perdagangan Senin (23/2/2026) waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average ambruk 1,66 persen ke 48.804,06, S&P 500 melemah 1,04 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,21 persen .

Pelemahan dipicu oleh dua faktor utama: kekhawatiran disruptif kecerdasan buatan (AI) terhadap keuntungan perusahaan, serta ketidakpastian kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump .

Trump berencana mengganti kebijakan tarif sebelumnya dengan tarif baru sebesar 15 persen yang berlaku menyeluruh untuk semua impor AS. Langkah ini muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif sebelumnya .

“Hal ini tentu saja memberikan kemenangan bagi negara-negara yang memang mendapatkan tarif tinggi dari Amerika seperti Tiongkok, Uni Eropa, hingga India,” ujar Nico .

Bursa saham Eropa pun kompak melemah, dengan DAX Jerman turun 1,06 persen dan CAC Prancis melemah 0,22 persen .

Pasar Regional: Asia Mixed

Sementara itu, bursa saham regional Asia pagi ini bergerak mixed. Indeks Nikkei menguat 0,47 persen ke 57.093,00, indeks Shanghai menguat 0,95 persen, namun indeks Hang Seng melemah 1,69 persen dan Strait Times melemah 0,91 persen .

Dengan momentum data domestik yang solid, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan meskipun pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap gejolak global yang masih membayangi.

(*)

Baca Juga:

Share

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Trending
Recommended
Latest

AnotherNews

SULUTNews