Tuesday, May 26, 2026

WeChat Larang Konten Hasilkan AI Sepenuhnya: “Kami Dukung Kreativitas Manusia Sejati”

Beijing, KomentarNews – Aplikasi pesan instan dan media sosial asal China, WeChat, secara resmi melarang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan alat otomatis lainnya untuk penerbitan konten. Aturan baru ini bertujuan untuk melindungi kreativitas manusia sejati di platform yang dimiliki oleh Tencent Holdings tersebut, demikian laporan media Yicai, Sabtu (11/4/2026).

Juru bicara WeChat menyatakan bahwa platform tersebut mendorong kreativitas sejati manusia dan tetap mendukung penggunaan alat untuk membantu karya kreator. Namun, WeChat melarang konten yang sepenuhnya dibuat oleh program otomatis tanpa campur tangan manusia.

Perusahaan itu menyatakan telah memperbarui aturan operasional bulan lalu dengan melarang pengguna dan akun menggunakan AI, skrip, antarmuka (API), atau program otomatis untuk menggantikan manusia dalam produksi dan publikasi konten.

Aturan baru itu mencakup larangan konten yang dihasilkan atau digabungkan oleh AI tanpa ekspresi manusia yang nyata, serta publikasi massal melalui program otomatis.

Tencent menegaskan bahwa akun yang melanggar bisa dikenai sanksi, mulai dari pembatasan fitur, penghapusan konten, hingga pemblokiran permanen akun. “Kami berkomitmen untuk menjaga ekosistem konten yang autentik dan melindungi hak kekayaan intelektual kreator manusia,” demikian pernyataan Tencent dalam rilis resminya.

Tencent bukan satu-satunya perusahaan yang membatasi konten berbasis AI. Pemilik TikTok, ByteDance, juga meningkatkan penindakan terhadap konten yang dihasilkan AI dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah maraknya konten deepfake dan disinformasi.

Pakar media sosial dari Universitas Tsinghua, Dr. Liu Yang, menilai langkah Tencent ini sebagai respons terhadap membanjirnya konten AI berkualitas rendah. “Platform media sosial sedang berjuang melawan konten spam yang dihasilkan AI. WeChat mengambil langkah berani dengan melarang konten AI sepenuhnya, bukan sekadar memberi label. Ini bisa menjadi preseden bagi platform lain,” ujar Liu.

Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak awal April 2026. WeChat, dengan lebih dari 1,3 miliar pengguna aktif bulanan, merupakan salah satu platform media sosial terbesar di dunia, terutama dominan di China.

(*Yicai/ *Tencent)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

HISTORIS! Paus Leo XIV Minta Maaf untuk Pertama Kalinya...

Vatikan, KomentarNews - Sebuah tonggak sejarah baru terukir di Vatikan pada Senin (25/5/2026). Paus Leo XIV, pemimpin Gereja...

Misteri Kebocoran Mythos: AI Paling Berbahaya di Dunia Sempat...

San Francisco, KomentarNews - Sebuah gelombang kepanikan melanda sektor perbankan dan keamanan siber global dalam beberapa pekan terakhir....

ChatGPT Kini Bisa Baca Rekening Bankmu! OpenAI dan Plaid...

Fitur "Personal Finance" resmi rilis 15 Mei 2026 untuk Pro User AS ($200/bulan). Pakai GPT-5.5 Pro, data...

More

Recomended