Jakarta, KomentarNews – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan kembali mengeluarkan peringatan dini. Sebuah video yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah membagikan bantuan modal usaha kepada masyarakat beredar luas di media sosial dan dipastikan sebagai hoaks deepfake .
“Video yang beredar mengenai Menkeu Purbaya yang mengajak masyarakat segera menghubunginya untuk mendaftarkan data diri agar mendapatkan bantuan modal usaha, merupakan video hoaks deepfake,” tulis PPID Kemenkeu dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026) .
Berdasarkan pantauan petugas, konten tersebut sengaja dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan memanipulasi visual dan suara Menkeu Purbaya menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) .
Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu pekan, beberapa konten hoaks dengan modus serupa terdeteksi:
Kasus Pertama (Temuan di Kanvas): Video mencatut Menteri Keuangan Purbaya yang mengumumkan program dana hibah Rp900 miliar dan mengajak masyarakat mendaftar .
Kasus Kedua (Temuan di Kanvas): Video serupa dengan narasi berbeda beredar di WhatsApp.
Kasus Ketiga (Terbaru): Video yang menampilkan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, seolah-olah mengaku sebagai staf Menteri Keuangan Purbaya yang ditugaskan membuka pendaftaran bantuan pemerintah .
Para pelaku memanfaatkan figur pejabat negara agar masyarakat lebih mudah percaya. Tujuannya adalah mengarahkan korban untuk memberikan data pribadi, menghubungi nomor tertentu, atau bahkan mentransfer sejumlah uang dengan iming-iming bantuan .
“Video yang beredar pada akun tersebut tidak merepresentasikan pernyataan resmi yang pernah disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Video tersebut murni konten yang dibuat dengan teknologi deepfake AI,” tegas Kemenkeu dalam pernyataan resmi yang dirilis terkait kasus ketiga .
Masyarakat dapat mengenali konten deepfake dari beberapa kejanggalan berikut:
| Ciri-ciri | Penjelasan |
|---|---|
| Gerak bibir tidak sinkron | Terkadang ada jeda antara suara dan gerakan bibir |
| Kualitas gambar tidak natural | Ada distorsi di area wajah, terutama saat bergerak |
| Latar belakang tampak aneh | Background terlihat buram atau tidak konsisten |
| Ajakan menghubungi nomor pribadi | Hoaks selalu mengarahkan ke kontak WhatsApp atau nomor HP |
| Narasi terlalu menguntungkan | Janji bantuan gratis dengan syarat mudah |
Langkah Antisipasi: Cek Dulu, Jangan Share!
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis saat menerima informasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Pastikan seluruh informasi terkait kebijakan pemerintah maupun program bantuan hanya diperoleh melalui kanal resmi lembaga terkait .
Saluran Resmi untuk Cek Fakta
| Lembaga | Kontak | Jam Operasional |
|---|---|---|
| Kemenkeu PRIME | 134 / WhatsApp 0813-1000-4134 | Senin-Jumat, 08.00-16.00 WIB |
| Kementerian Komunikasi dan Digital | Aduan Konten (Kementerian) | 24 jam |
| Instagram Resmi Kemenkeu | @kemenkeu.prime | Informasi resmi ter-update |
“Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya,” kata Kemenkeu .
Jika menemukan konten mencurigakan yang mengatasnamakan Menteri Keuangan atau Kementerian Keuangan, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui contact center Kemenkeu PRIME di nomor 134 atau WhatsApp 0813-1000-4134 pada hari Senin–Jumat pukul 08.00–16.00 WIB .
(tribunnews/inews/cnbcindonesia)






