Sunday, June 7, 2026

Merck Gelontorkan Rp16 Triliun, Gandeng Google Cloud Percepat Riset Obat Lewat AI

Rahway, KomentarNews – Perusahaan farmasi raksasa Merck & Co mengumumkan kemitraan strategis dengan Google Cloud untuk memperkuat dan memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai lini bisnisnya. Kolaborasi ini mencakup investasi hingga 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16 triliun) selama beberapa tahun ke depan untuk membangun infrastruktur AI, merekrut insinyur, serta melisensikan platform Gemini Enterprise milik Google .

Kemitraan yang diumumkan di konferensi Google Cloud Next di Las Vegas ini membangun kerja sama yang sudah berjalan antara kedua perusahaan. Ke depan, para insinyur Google Cloud akan bekerja langsung berdampingan dengan tim Merck untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses riset obat, urusan regulasi, manufaktur, dan operasi komersial .

Dave Williams, Chief Information and Digital Officer Merck, menyatakan bahwa ini bukan sekadar proyek percontohan. “Saya melihat kami akan menginvestasikan satu miliar dolar selama beberapa tahun ke depan dalam kemampuan ini. Kami tidak hanya membeli token akses. Ini benar-benar tentang perangkat alat yang ditawarkan Google Cloud,” ujar Williams dalam wawancara dengan Reuters .

Ia menambahkan bahwa kemitraan ini dirancang untuk jangka panjang. “Kami belum menentukan jangka waktu spesifik, tapi saya memperkirakan ini akan menjadi kemitraan setidaknya satu dekade,” katanya .

CEO Google Cloud, Thomas Kurian, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah perwujudan nyata dari ambisi AI untuk kebaikan. “Kami selalu mengatakan ingin AI memainkan peran positif dalam masyarakat. Salah satu caranya adalah membantu orang menemukan obat untuk penyakit. Mereka memiliki pengetahuan domain. Kami membawa alat AI, platform, dan kemampuan siber untuk membantu mereka membangun menggunakan alat-alat ini,” ujar Kurian .

Merck berencana menggunakan AI di seluruh proses pengembangan obat. Williams menjelaskan, cakupannya meliputi:

  • Simulasi komputer eksperimen laboratorium untuk mempercepat eksperimen fisik.

  • Percepatan proses regulasi dan persiapan laporan uji klinis. Merck telah menggunakan AI untuk ini selama dua tahun terakhir dengan hasil yang menggembirakan .

  • Pengurangan biaya administrasi: Merck telah menggunakan teknologi Google untuk memangkas waktu dan biaya hingga setengahnya dalam menyusun dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan subsidi obat di berbagai negara .

“Ini bukan pilot. Kami sudah mengirimkan dokumen subsidi di berbagai pasar menggunakan kemampuan baru ini, dan sekarang kami akan menskalakannya secara global,” tegas Williams .

Kemitraan Merck–Google Cloud ini melengkapi langkah Merck yang lebih luas dalam memanfaatkan AI, termasuk kolaborasi sebelumnya dengan institusi seperti Mayo Clinic. Dengan kombinasi komputasi Google dan keahlian ilmiah Merck, perusahaan menargetkan efisiensi riset yang lebih tinggi, pengembangan obat presisi yang lebih cepat, dan peningkatan layanan pasien di tengah persaingan ketat industri farmasi global.

(: Reuters, Merck & Co, Google Cloud)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

BREAKING: Eropa “Membara”, Inggris Cetak Rekor 34,8 Derajat Celsius!...

London, KomentarNews - Sebuah gelombang panas ekstrem yang langka menghantam Eropa Barat pada akhir Mei 2026, memicu rekor...

HISTORIS! Paus Leo XIV Minta Maaf untuk Pertama Kalinya...

Vatikan, KomentarNews - Sebuah tonggak sejarah baru terukir di Vatikan pada Senin (25/5/2026). Paus Leo XIV, pemimpin Gereja...

BREAKING: Rudal Hipersonik Oreshnik Hantam Kyiv, Rusia Luncurkan 690...

Kyiv, KomentarNews – Langit ibu kota Ukraina berubah menjadi neraka pada dini hari Minggu (24/5/2026). Rusia melancarkan serangan...

More

Recomended