San Francisco, KomentarNews – Sebuah gelombang kepanikan melanda sektor perbankan dan keamanan siber global dalam beberapa pekan terakhir. Pemicunya adalah Mythos, model AI generasi terbaru besutan Anthropic yang memiliki kemampuan super berbahaya: menemukan celah keamanan (zero-day exploit) di berbagai sistem komputer secara otonom.
Kekhawatiran ini memuncak setelah laporan investigasi Bloomberg News pada Kamis (21/5/2026) mengungkap bahwa model AI yang dijaga super ketat tersebut sempat “bocor” dan diakses oleh pihak tak dikenal hanya beberapa jam setelah pengumuman rilis terbatas Anthropic.
Bocornya Mythos bermula pada Senin, 27 April 2026, hari yang sama saat Anthropic mengumumkan akan merilis model AI ini secara terbatas untuk uji coba. Dalam waktu kurang dari 24 jam, sekelompok kecil pengguna di forum online swasta berhasil mendapatkan akses tidak sah ke model tersebut .
“Kami menyelidiki laporan yang mengklaim akses tanpa izin ke Claude Mythos Preview melalui pihak ketiga,” ujar juru bicara Anthropic dalam pernyataan tertulis yang dirilis Kamis (21/5/2026). Juru bicara yang menolak disebut namanya itu enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai metode peretasan yang digunakan .
Investigasi Bloomberg yang berlangsung selama tiga pekan (27 April – 21 Mei 2026) menunjukkan bahwa para pengguna anonim ini lebih tertarik untuk “bermain-main” (playing around) dengan teknologi canggih tersebut daripada menimbulkan malapetaka. Hal ini dikonfirmasi melalui tangkapan layar dan demo langsung model yang diperoleh Bloomberg.
Kekhawatiran terhadap Mythos mencapai puncaknya ketika Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Ketua The Fed Jerome Powell menggelar pertemuan tertutup di Washington DC pada Minggu, 3 Mei 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu, Bessent dan Powell memanggil para CEO bank besar Amerika, termasuk JPMorgan Chase, Bank of America, dan Goldman Sachs, untuk membahas potensi risiko sistemik dari Mythos. Sumber yang mengetahui pertemuan tersebut mengatakan bahwa para regulator meminta bank-bank untuk segera menambal ribuan lubang keamanan yang ditemukan oleh Mythos.
“Kami sekarang memiliki ratusan orang yang bekerja penuh waktu untuk menangani ancaman ini,” aku Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, dalam konferensi pers di New York, Selasa (19/5/2026), menanggapi pertanyaan tentang kesiapan banknya menghadapi potensi serangan siber berbasis AI.
Baca Juga:
Jerome Powell dan Scott Bessent Panggil Wall Street Bahas Celah Keamanan AI Mythos Milik Anthropic
Insiden kebocoran ini menjadi sangat krusial karena kemampuan Mythos yang luar biasa. Dalam dokumen teknis setebal 245 halaman yang dirilis Anthropic pada 27 April 2026, model ini dilaporkan mampu mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan di setiap sistem operasi utama dan setiap peramban web utama yang ada saat ini.
“Tidak ada alarm atau kepanikan di sini, namun dalam manajemen risiko sehari-hari, kami benar-benar harus memperhitungkannya,” ujar Christian Sewing, Presiden Asosiasi Bank Jerman sekaligus CEO Deutsche Bank, dalam wawancara dengan Reuters di Frankfurt, Rabu (20/5/2026).
Sewing mengakui bahwa bank-bank Jerman telah menjalin kontak erat dengan regulator Eropa dan Bundesbank untuk mengantisipasi ancaman dari Mythos.
“Kita mungkin bergerak menuju area di mana aktor ekonomi berpotensi menjadi tergantung pada bantuan negara,” tegas Michael Theurer, kepala pengawas di Bundesbank (Bank Sentral Jerman), dalam pidatonya di Frankfurt, Rabu (20/5/2026).
Kekhawatiran juga melanda Inggris. Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) dan Bank of England (BoE) disebut-sebut telah mengadakan rapat darurat dengan Pusat Keamanan Siber Nasional (NCSC) di London pada pekan ini untuk membahas potensi risiko dari Mythos terhadap sektor keuangan Inggris.
(bloomberg/reuters/anadoluajansi/edgen***)






