Thursday, July 23, 2026

BREAKING: Trump Teken Aturan Baru, Pemerintah AS Bakal Awasi AI Model Canggih 90 Hari Sebelum Rilis!

Washington DC, Komentarnews – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan segera menandatangani sebuah Executive Order (EO) baru yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber. Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran akan kemampuan model AI canggih yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan nasional .

Executive order ini diprediksi akan ditandatangani pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat . Aturan ini merupakan titik balik dari kebijakan pemerintahan Trump yang sebelumnya cenderung “lepas tangan” terhadap perkembangan AI demi mengejar ketertinggalan dari China .

Salah satu poin krusial dalam aturan ini adalah bahwa pengawasan dilakukan secara sukarela (voluntary), bukan kewajiban mutlak (mandatory) . Hal ini merupakan titik tengah antara pendukung pengawasan ketat (populis MAGA) dan pendukung industri teknologi (seperti David Sacks dan Marc Andreessen) yang khawatir regulasi akan menghambat inovasi .

Aturan ini akan mendefinisikan model AI “canggih” (frontier models) yang akan masuk dalam kerangka kerja (framework) pengawasan baru .

Poin UtamaKeterangan
SifatSukarela (Voluntary), bukan wajib(Reuters, 21/05/26) 
Jangka Waktu ReviewPerusahaan diminta memberikan akses ke pemerintah 90 hari sebelum rilis publik(NYT, 21/05/26) 
Pemicu UtamaPeluncuran model AI “Mythos” oleh Anthropic yang dianggap sangat berbahaya di dunia siber(Politico, 21/05/26) 
Badan PengawasNSA, Treasury, CISA, NIST, dan White House ONCD(CNN, 21/05/26) 
Perusahaan TerlibatOpenAI, Anthropic, Reflection AI(CNA, 21/05/26) 

Langkah ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran setelah startup AI asal AS, Anthropic, meluncurkan model AI baru bernama “Mythos” . Model ini disebut sangat mahir dalam menemukan celah keamanan di jaringan komputer.

Para ahli meyakini model seperti Mythos dapat mempercepat dan memperkuat kompleksitas serangan siber (supercharge cyberattacks), sehingga pemerintah khawatir model tersebut jatuh ke tangan yang salah atau digunakan oleh musuh negara .

Executive order ini adalah hasil dari tarik menarik kepentingan di internal pendukung Trump :

  • Kubu Populis (MAGA): Dipimpin oleh Steve Bannon, mereka mendesak pengawasan ketat dan testing wajib untuk mencegah risiko “malapetaka”.

  • Kubu Teknologi (Silicon Valley): Dipimpin oleh David Sacks, mereka menginginkan intervensi minimal agar tidak mengganggu bisnis dan inovasi.

Hasilnya adalah kompromi: pemerintah akan membentuk “bank kerentanan” (clearinghouse) untuk memperbaiki celah (patch vulnerabilities), bukan untuk melarang peluncuran AI.

Bagi Indonesia, langkah ini bisa berdampak ganda. Di satu sisi, ini menjadi preseden global bahwa AI canggih perlu “diuji” sebelum dipasarkan. Namun, di sisi lain, jika perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic diwajibkan menunda rilis global, peluncuran fitur AI canggih untuk pengguna di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mungkin akan mengalami keterlambatan hingga 90 hari ke depan.

(reuters/nytimes/politico**/bloomberg**/cnn*)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

PLT SEKRETARIS DPRD MINAHASA RESMI TERSANGKA! DUGAAN KORUPSI PROYEK...

TONDANO – Kejaksaan Negeri Minahasa resmi menetapkan dua orang tersangka dalam dugaan korupsi proyek pemeliharaan dan rehabilitasi...

“JANJI MANIS TAK CUKUP!” SERIKAT PEKERJA PLN BAKAL BAWA...

MANADO – Suara tegas Serikat Pekerja DPD PT PLN UID Suluttenggo mengguncang kompleks perkantoran setempat. Ratusan pekerja...

Trump Umumkan Blokade Iran di Selat Hormuz dan Pungutan...

Washington DC, Komentarnews – Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru yang lebih berbahaya. Presiden...

More

Recomended