London, KomentarNews – Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar tidak menguji solidaritas aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Peringatan itu menegaskan bahwa segala bentuk agresi militer terhadap negara-negara Baltik (Estonia, Latvia, Lituania) akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota NATO.
Menteri Pertahanan Inggris, dalam sebuah pernyataan diplomatik, menekankan bahwa Rusia harus menghentikan “retorika agresif” dan provokasi militer di sepanjang perbatasan timur aliansi. Ia memperingatkan bahwa serangan sekecil apa pun terhadap kedaulatan salah satu anggota Baltik akan memicu penerapan Pasal 5 Traktat Washington.
Pasal 5 merupakan jantung dari pertahanan kolektif NATO. Prinsip “satu untuk semua, semua untuk satu” (“One for all, all for one”) ini menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap satu atau lebih anggota di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.
“Tidak ada ruang untuk salah perhitungan. Wilayah NATO tidak akan mentolerir gangguan. Satu serangan terhadap Tallinn, Riga, atau Vilnius adalah serangan terhadap London, Washington, dan Berlin,” tegas pernyataan tersebut.
Meskipun perang di Ukraina belum sepenuhnya reda, Inggris menilai situasi di kawasan Baltik kini menjadi garis depan baru yang rentan terhadap destabilisasi. Inggris menyoroti peningkatan militansi Rusia di eksklave Kaliningrad serta frekuensi latihan militer di perbatasan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Inggris telah memimpin “Enhanced Forward Presence” NATO di Estonia, mengerahkan pasukan, tank Challenger, dan jet Typhoon untuk misi patroli udara.
“Kami tidak mencari konfrontasi, tetapi stabilitas Eropa tidak bisa ditawar. Peringatan ini dikirim agar Rusia memahami konsekuensi logis dari tindakan mereka,” lanjut pernyataan itu.
Peringatan ini bertepatan dengan kunjungan kerja delegasi pertahanan Inggris ke Warsawa. Inggris dan Polandia sepakat untuk memperdalam kerja sama industri pertahanan guna mengisi kembali persediaan amunisi dan sistem rudal balistik jarak jauh.
Kesimpulan dari peringatan ini adalah bahwa Inggris menganggap bahwa perdamaian di Eropa masih rapuh. Meskipun retorika Rusia dianggap mengancam, soliditas NATO dinilai sebagai satu-satunya “payung” yang menjaga Baltik tetap aman saat ini.
(bbc/reuters/theguardian/skynews***)




