Beijing, KomentarNews – Industri otomotif China sedang mengalami fenomena yang kontras. Di satu sisi, penjualan mobil di pasar domestik terus merosot. Di sisi lain, ekspor kendaraan listrik (EV) justru meledak.
Data dari China Passenger Car Association (CPCA) yang dirilis Senin (11/5/2026) menunjukkan penjualan mobil di China turun 21,6 persen secara tahunan menjadi 1,4 juta unit pada April 2026. Ini merupakan kontraksi bulanan ketujuh secara beruntun bagi industri otomotif China .
Di tengah lesunya pasar domestik, ekspor kendaraan energi baru (NEV/EV dan PHEV) justru melonjak 111,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut melampaui pertumbuhan total ekspor mobil China yang naik 80,2 persen .
Bahkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, China mengekspor lebih banyak EV dan PHEV daripada mobil berbahan bakar bensin atau diesel .
Lonjakan ekspor dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, meningkatnya permintaan global terhadap kendaraan hemat energi seiring kenaikan harga bahan bakar akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang mengganggu pasar energi global .
Kedua, pasar domestik China sedang dilanda “perang harga” yang belum mereda, ditambah konsumen yang cenderung wait and see setelah puluhan model baru diperkenalkan di Beijing Auto Show akhir April lalu .
Kondisi kontras antara lemahnya pasar domestik dan kuatnya ekspor juga terlihat pada kinerja BYD sebagai produsen EV terbesar dunia. Penurunan penjualan global BYD berlanjut hingga bulan kedelapan pada April 2026, meskipun pengiriman ke luar negeri tetap kuat .
Sekretaris Jenderal CPCA Cui Dongshu mengatakan penjualan mobil bermesin pembakaran internal belum memenuhi ekspektasi akibat tingginya harga minyak. Sementara itu, permintaan kendaraan plug-in hybrid juga masih lesu .
Bank investasi Morgan Stanley mempertahankan proyeksi penurunan penjualan grosir mobil China sebesar 2 persen sepanjang 2026. Namun, mereka menaikkan proyeksi pertumbuhan ekspor kendaraan China menjadi 33 persen dari sebelumnya 15 persen .
Morgan Stanley juga memperkirakan penurunan penjualan domestik China akan semakin dalam menjadi 11 persen, lebih buruk dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 6 persen .
(reuters/cpca/morganstanley/chinadaily***)



