Beijing, KomentarNews – Tren pariwisata China tengah berubah drastis. Para wisatawan, terutama generasi muda, mulai meninggalkan kota-kota metropolitan ramai dan beralih ke destinasi “niche” atau tersembunyi yang menawarkan pengalaman lebih otentik, imersif, dan instagramable.
Data dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mencatat, selama libur panjang五一 (1-5 Mei 2026), tercatat 325 juta perjalanan domestik, naik 3,6 persen dibanding tahun lalu. Pengeluaran wisatawan mencapai 185,49 miliar yuan (sekitar Rp411 triliun), naik 2,9 persen .
Yang menarik, para pelancok tak hanya berfokus pada Beijing, Shanghai, atau Guangzhou. Mereka justru membanjiri kota-kota kecil dan destinasi “tersembunyi”.
Salah satu destinasi paling viral adalah Gurun Hunshandake di Mongolia Dalam, yang dijuluki “taman off-road ori terbaik di China” . Gelaran “Crossing the Hunshandake Sandland Off-Road Challenge” menarik lebih dari 320 pembalap dan 186 kendaraan dari 23 provinsi.
Seorang penggiat off-road asal Beijing, Wang Xiaoliang, mengaku rela berkendara 2,5 jam hanya untuk merasakan sensasi trek sepanjang 80 km yang melewati bukit pasir, padang rumput, hingga perbukitan.
“Ini benar-benar unik. Bukannya trek buatan, medannya sangat beragam,” ujar Wang kepada Xinhua, dikutip Jumat (8/5/2026) .
Trek ini tidak hanya ramai di kalangan pembalap, tetapi juga membuka “sandland economy” atau ekonomi gurun pasir. Lebih dari 2.000 rumah tangga penggembala kini membuka homestay dan campsite di sepanjang jalur.
Erden, seorang penggembala setempat, mengakui pendapatannya kini melonjak tiga kali lipat dibandingkan dulu hanya mengandalkan ternak. “Homestay saya selalu penuh selama liburan,” katanya .
Sementara itu, bagi pencinta sejarah dan budaya, Luoyang di Provinsi Henan menjadi primadona. Jalanan kota dipenuhi wisatawan yang mengenakan Hanfu (pakaian tradisional China), menciptakan suasana seperti lukisan kuno yang hidup .
Selain menyaksikan keindahan Peony (bunga khas kota tersebut), para pelancong berbondong-bondong mengunjungi Longmen Grottoes (Gua Longmen) dan Kuil Kuda Putih. Trip.com Group melaporkan, pemesanan tur budaya mendalam selama liburan melonjak 52,3 persen secara tahunan .
Menurut Tuo Yanzheng, profesor asosiasi di Nankai University’s College of Tourism and Service Management, fenomena ini didorong oleh perilaku konsumen yang lebih rasional dan keinginan mendalam untuk immersive experience (pengalaman mendalam).
“Wisatawan zaman sekarang tidak lagi puas dengan kunjungan superfisial. Mereka ingin menyelami budaya, kuliner, dan gaya hidup lokal,” jelas Tuo .
Ia menambahkan, jumlah produk wisata yang fokus pada eksplorasi satu destinasi secara mendalam melonjak 67 persen year-on-year. Ketersediaan transportasi seperti kereta cepat dan perbaikan fasilitas di kota-kota kecil juga menjadi pemicu utama.
Tren ini juga diikuti oleh wisatawan asing. Sepanjang libur五一, pergerakan masuk dan keluar warga asing mencapai hampir 1,26 juta, naik 12,5 persen. Sebanyak 436.000 di antaranya menikmati kebijakan bebas visa, naik 14,7 persen .
Selain destinasi alam, pertunjukan malam (night economy) dan festival es di Harbin juga menjadi magnet tersendiri bagi para pelancong mancanegara yang ingin merasakan China yang lebih modern dan berteknologi .
(xinhua/chinadaily/peopledaily)



