Washington DC, KomentarNews – Gedung Putih akan mulai merilis dokumen benda terbang tak dikenal (UFO) yang lama dinantikan publik pada Jumat (8/5) waktu setempat. Langkah ini diambil beberapa bulan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan deklasifikasi materi tersebut.
Keputusan ini disambut antusias oleh para pegiat transparansi dan pengamat fenomena anomali udara yang tidak teridentifikasi.
Anggota Kongres dari Partai Republik, Tim Burchett, mengungkapkan bahwa rilis perdana ini akan mencakup sejumlah dokumen penting.
“Besok akan mulai dirilis. Ada sejumlah laporan dari pilot dan mungkin satu video,” kata Burchett kepada The New York Post, Kamis (7/5/2026).
Burchett merupakan anggota kelompok kerja Komite Pengawasan DPR AS yang membahas deklasifikasi dokumen federal. Ia mengatakan materi yang dirilis tersebut kemungkinan terkait laporan pilot militer AS mengenai pertemuan dengan benda terbang tak dikenal.
Namun, ada kabar kurang menggembirakan bagi para penggemar fenomena ini. Rilis perdana itu nantinya tidak akan mencakup 46 video UFO yang sebelumnya diminta Kongres untuk dipublikasikan oleh Departemen Pertahanan AS.
Dokumen akan dirilis secara bertahap setiap pekan. Cara ini berbeda dengan publikasi dokumen pembunuhan Presiden John F. Kennedy dan kasus Jeffrey Epstein yang dirilis lebih masif.
Burchett menambahkan bahwa sebagian legislator masih menolak rencana tersebut. Namun ia yakin Trump akan menepati janjinya untuk membuka dokumen tersebut.
“Transparansi tidak akan terjadi sekaligus, butuh waktu,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, mantan Presiden AS Barack Obama pernah menyatakan pandangannya soal alien. Pada Februari lalu, Obama mengatakan dalam siniar Brian Cohen bahwa ia percaya alien ada, meskipun tidak pernah melihatnya.
Obama kemudian menegaskan bahwa ia tidak menemukan bukti kontak dengan makhluk luar angkasa itu selama masa kepresidenannya.
(nypost/timburchett)



