Kyiv, KomentarNews – Langit ibu kota Ukraina berubah menjadi neraka pada dini hari Minggu (24/5/2026). Rusia melancarkan serangan udara masif yang tercatat sebagai salah satu yang terbesar sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022 .
Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan penggunaan rudal balistik hipersonik berkemampuan nuklir Oreshnik untuk ketiga kalinya dalam perang tersebut . Serangan gabungan dari udara, laut, dan darat ini menewaskan sedikitnya empat warga sipil dan melukai puluhan lainnya .
Berdasarkan data Angkatan Udara Ukraina, Russi mengerahkan kekuatan besar dalam serangan kali ini:
600 Drone Shahed
90 Rudal berbagai jenis (Termasuk Oreshnik, Kinzhal, Iskander, & Zircon)
“Saya mendengar ledakan dahsyat, langit terang menyala. Kami berlari ke stasiun metro sambil berteriak,” kenang Nataliia Zvarych (62), seorang warga Kyiv yang berlindung di bawah tanah selama berjam-jam .
Sistem pertahanan udara Ukraina memang bekerja keras. Mereka mengklaim berhasil menjatuhkan 549 drone dan 55 rudal . Namun, rudal Oreshnik yang melesat dengan kecepatan lebih dari Mach 10 (12.000 km/jam) terbukti nyaris mustahil untuk dicegat . Akibatnya, rudal tersebut berhasil menghantam fasilitas di Bila Tserkva, wilayah tengah Ukraina .
Penggunaan rudal Oreshnik di medan tempur nyata telah membuat para analis militer Barat angkat topi. Berbeda dengan rudal jelajah yang terbang rendah, Oreshnik memiliki karakteristik yang sangat sulit dilawan.
Berikut alasan mengapa sistem ini begitu ditakuti:
Kecepatan Hipersonik: Melesat hingga Mach 10 (sekitar 12.000 km/jam). Sistem Patriot yang diandalkan Ukraina hanya punya waktu beberapa detik untuk bereaksi .
Hulu Ledak Terpisah (MIRV): Satu rudal dapat membawa beberapa hulu ledak yang menyerang target berbeda secara bersamaan. Ini membuat sistem pertahanan udara kewalahan karena harus berurusan dengan puluhan target dalam satu waktu .
Jarak Jangkau Luar Biasa: Dengan estimasi jangkauan 3.500 hingga 5.000 km, rudal ini bisa menjangkau hampir seluruh Eropa .
“Rudal ini dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir,” lapor The Times of India. Meskipun dalam serangan ini rudal Oreshnik hanya membawa hulu ledak tiruan (dummy), penggunaan senjata strategis ini dianggap sebagai bentuk “permainan psikologis” oleh Kremlin untuk meneror warga sipil dan menguji batas NATO .
Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebut tindakan Moskow sebagai “kegilaan yang nyata-nyata” (genuinely deranged) .
“Kami melihat rudal jatuh di dekat Bila Tserkva. Target mereka adalah sekolah, gedung tempat tinggal, dan fasilitas air bersih,” ujar Zelensky dalam Telegram, seraya mendesak dunia untuk tidak membiarkan Rusia lolos tanpa hukuman .
Para pemimpin Eropa juga bereaksi keras:
Kaja Kallas (Kepala Diplomasi UE): Menyebut penggunaan Oreshnik sebagai “taktik menakut-nakuti secara politik dan permainan nuklir yang sembrono” .
Emmanuel Macron (Presiden Prancis): Menilai serangan itu sebagai bentuk “eskalasi” dalam “perang agresi Rusia” .
Friedrich Merz (Kanselir Jerman): Menyebutnya “eskalasi yang ceroboh” dan menegaskan Jerman akan tetap berdiri di sisi Ukraina .
Di sisi lain, Kremlin bersikukuh bahwa tindakan ini adalah aksi balasan. Tuduhan itu merujuk pada serangan drone Ukraina ke Starobilsk (wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia) yang menurut Moskow menghantam asrama mahasiswa dan menewaskan 21 orang . Kyiv membantah tuduhan tersebut dan mengklaim hanya menyerang pusat komando drone militer Rusia di lokasi itu .
Kegagalan mencegat rudal Oreshnik bukan semata-mata soal kecanggihan teknologi Rusia. Kompas.com melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Patriot yang dipasok AS ke Ukraina saat ini sedang kehabisan amunisi .
Sumber daya pencegat yang sangat terbatas menjadi masalah kronis, terutama setelah konflik di Timur Tengah menguras produksi rudal pencegat global. Zelensky secara terbuka mengakui bahwa “tidak semua rudal balistik berhasil dicegat,” dan mengakui bahwa Kyiv adalah target utama dari amunisi yang lolos tersebut .
(Kompas.com/AP/AFP/The Times of India/CNN/Tribunnews)






