Manado, KOMENTAR-NEWS.COM – Demi mewujudkan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang lebih profesional dan bermanfaat nyata bagi masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Koperasi dan UMKM resmi menggelar Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pengembangan Usaha Koperasi. Kegiatan pembekalan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (19/05) hingga Kamis (21/05/2026) di UPTD Balai Diklat Koperasi dan UMKM Sulut.
Acara pembukaan secara resmi dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan AP MSI, mewakili Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Gallang. Dalam sambutannya, Ringkuangan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan arahan langsung Gubernur Sulut Yulius Selvanus, sekaligus prioritas utama program pemerintah pusat untuk memperkuat kemampuan seluruh pengelola koperasi di tingkat desa maupun kelurahan.
Ia menyoroti tantangan riil yang dihadapi saat ini: baru sekitar 70,64 persen koperasi yang rutin dan aktif melaksanakan Rapat Anggota Tahunan. Angka ini menjadi indikasi bahwa masih ada celah besar dalam tata kelola yang sehat dan teratur. “Keberadaan koperasi tidak sekadar ada, tapi harus dibarengi dengan manajemen yang kuat. Hanya dengan cara itu, koperasi bisa memberikan manfaat nyata, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi penggerak ekonomi warga,” ujar Ringkuangan.
Karena itu, pelatihan ini difokuskan pada penguatan kapasitas pengelolaan berbagai unit usaha strategis milik koperasi, mulai dari Gerai Sembako, Apotek Desa, Klinik Desa, sistem logistik, hingga fasilitas penyimpanan dingin (Cold Storage) dan jenis usaha lainnya. Agar koperasi mampu bersaing dan berkembang, ada tiga arah kebijakan utama yang menjadi materi inti, yaitu penerapan digitalisasi dalam manajemen koperasi, pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan daerah, serta peningkatan akses pasar dan jalinan kemitraan yang luas.
Pemerintah provinsi sangat berharap, melalui pembekalan materi dan praktik ini, setiap KDKMP mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Harapannya, koperasi ini nantinya bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di desa dan kelurahan masing-masing, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Yahya Gultom Momongan, Kepala UPTD Diklat Koperasi dan UMKM, Lady Maringka, serta Kepala Seksi Ronny Haydemans. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memajukan dunia koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
(rom)






