Beijing, KomentarNews – Sebuah isu heboh mengguncang industri otomotif China akhir pekan lalu. Beredar kabar bahwa delapan produsen kendaraan energi baru (NEV) dipanggil regulator terkait fitur “battery lock” melalui pembaruan perangkat lunak OTA (over-the-air) .
Namun, kabar tersebut langsung dibantah keras oleh sejumlah pabrikan besar, termasuk BYD, Tesla, Nio, Xpeng, Zeekr, GAC Aion, Li Auto, dan lainnya .
China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) secara resmi menyatakan bahwa rumor tersebut adalah informasi palsu. Seorang pejabat asosiasi menegaskan klaim yang beredar tidak memiliki sumber resmi dan sangat tidak sesuai dengan fakta .
“Semua perkembangan regulasi industri dan tindakan penegakan hukum harus didasarkan pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang,” demikian pernyataan asosiasi .
BYD, melalui kantor anti-penipuannya, mengeluarkan pernyataan tegas pada 9 Mei 2026. Perusahaan menyebut rumor tentang BYD dipanggil regulator atau diselidiki adalah “sengaja menyesatkan publik dan mengganggu lingkungan opini online” .
BYD mengklaim telah mengumpulkan bukti dan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi palsu .
Departemen hukum Xpeng mengungkapkan fakta lebih mengejutkan. Mereka mendapati sejumlah akun media sosial memanfaatkan aplikasi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat dan menyebarkan klaim mengenai delapan perusahaan NEV yang dipanggil bersama regulator .
“Hal ini menyebabkan kerusakan parah pada merek dan reputasi perusahaan,” tegas Xpeng. Pihaknya akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan .
Tesla juga membantah laporan tersebut dan menegaskan seluruh pembaruan perangkat lunak telah melalui proses pengujian serta pendaftaran sebelum dirilis .
Nio, Zeekr, dan GAC Aion turut memastikan tidak terlibat dalam pembicaraan maupun investigasi regulator terkait isu tersebut .
Apa itu “Battery Lock”?
Perdebatan ini berkaitan dengan praktik “battery lock”, yaitu pengaturan batas pengisian daya, kedalaman pelepasan daya, hingga kemampuan pengisian dan pelepasan energi melalui pembaruan perangkat lunak OTA .
Kritikus menilai fitur tersebut dapat mengurangi performa kendaraan dan jarak tempuh. Namun, produsen mobil beralasan penyesuaian itu dilakukan untuk menjaga keamanan baterai .
Berdasarkan laporan media China sebelumnya, platform pengaduan konsumen nasional 12315 menerima lebih dari 12.000 keluhan terkait masalah “battery lock” pada Maret 2026. Jumlah itu melonjak 273 persen secara year on year .
(BeritaSatu*/CAAM**/Shanghai Observer/Reuters)



