Jakarta, Komentarnews – Kabar baik datang dari raksasa otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company. Pendapatan perusahaan pada kuartal pertama tahun 2026 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Hyundai membukukan pendapatan sebesar 45,94 triliun won atau sekitar Rp544,19 triliun. Angka ini naik 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kesuksesan ini ditopang oleh kuatnya penjualan kendaraan hybrid (HEV) dan model elektrifikasi bernilai tinggi.
Dalam laporan kinerja yang diumumkan melalui rilis pers, Kamis (7/5/2026), Hyundai menyebut penjualan kendaraan elektrifikasi terus meningkat di tengah permintaan global yang menantang.
Penjualan kendaraan elektrifikasi Hyundai pada kuartal pertama naik 14,2 persen menjadi 242.612 unit. Rinciannya:
58.788 unit kendaraan listrik (EV)
173.977 unit kendaraan hybrid (HEV)
Kendaraan elektrifikasi kini menyumbang 24,9 persen dari total penjualan global Hyundai. Sementara kontribusi HEV mencapai 17,8 persen. Kedua capaian tersebut menjadi rekor kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
“Kami akan terus meningkatkan penjualan kendaraan elektrifikasi dengan meluncurkan berbagai model baru yang inovatif,” tulis manajemen Hyundai dalam rilis resminya.
Meski pendapatan mencetak rekor, laba operasional Hyundai justru turun drastis. Penurunan ini disebabkan oleh dampak kebijakan tarif Amerika Serikat selama periode tersebut.
Laba operasional Hyundai turun 30,8 persen menjadi 2,51 triliun won (sekitar Rp29,7 triliun).
Laba bersih, termasuk porsi pemegang saham minoritas, juga turun 23,6 persen menjadi 2,58 triliun won (sekitar Rp30,5 triliun). Margin laba operasional perusahaan tercatat sebesar 5,5 persen.
Analis dari Daol Investment & Securities, Yoo Ji-woong, menilai bahwa penurunan laba operasional Hyundai masih dalam batas wajar mengingat tekanan tarif AS yang cukup berat.
“Meski laba turun, kinerja penjualan kendaraan hybrid Hyundai sangat impresif dan menjadi penyelamat di tengah lesunya permintaan EV global,” ujar Yoo dalam catatan analisnya yang dikutip Yonhap News.
Secara global, penjualan wholesale Hyundai periode Januari-Maret 2026 mencapai 976.219 unit. Angka ini turun 2,5 persen dibanding tahun lalu akibat perlambatan permintaan global dan ketidakpastian geopolitik.
Namun di sisi lain, ada kabar baik. Pangsa pasar global Hyundai justru meningkat dari 4,6 persen menjadi 4,9 persen.
Di Amerika Serikat, pangsa pasar Hyundai naik dari 5,6 persen menjadi 6 persen. Penjualan di AS tumbuh tipis 0,3 persen menjadi 243.572 unit.
Sementara itu, penjualan di luar Korea turun 2,1 persen menjadi 817.153 unit. Penjualan domestik di Korea juga turun 4,4 persen menjadi 159.066 unit menjelang peluncuran sejumlah model baru utama pada 2026.
(antara/hyundai/yonhap)



