Manado, KomentarNews – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Utara pada tiga bulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat nilai ekspor daerah mencapai US$302,88 juta sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Angka tersebut meningkat 7,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menandakan aktivitas ekspor Sulut terus bertumbuh di tengah dinamika perdagangan global yang masih tidak menentu.
BPS Sulawesi Utara mengungkapkan bahwa komoditas ekspor terbesar masih didominasi oleh kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15).
Nilai ekspor komoditas ini mencapai US$222,29 juta atau mengalami kenaikan sebesar 10,03 persen dibandingkan triwulan I tahun lalu.
“Komoditas ekspor terbesar masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati,” ungkap BPS dalam laporan resminya yang dirilis di Manado, Kamis (7/5/2026).
Dari sisi impor, Sulawesi Utara mencatat nilai impor sebesar US$35,31 juta selama Januari-Maret 2026. Angka ini naik 6,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Komoditas impor terbesar berasal dari kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$21,66 juta. Meskipun menduduki posisi teratas, komoditas ini justru mengalami penurunan sebesar 12,11 persen dibandingkan triwulan I-2025.
Untuk negara tujuan ekspor, Belanda menjadi pasar utama produk asal Sulawesi Utara. Nilai transaksi ekspor ke Belanda mencapai US$58,95 juta selama periode Januari-Maret 2026.
Sementara itu, Malaysia tercatat sebagai negara asal impor terbesar ke Sulut selama tiga bulan pertama tahun ini.
Pertumbuhan ekspor dan impor ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap penguatan ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan dan industri berbasis komoditas unggulan Sulawesi Utara.
Para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk terus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
Ringkasan data perdagangan Sulut triwulan I-2026:
| Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
| Total Ekspor | US$302,88 juta | +7,84% (yoy) |
| Ekspor lemak & minyak nabati | US$222,29 juta | +10,03% (yoy) |
| Total Impor | US$35,31 juta | +6,63% (yoy) |
| Impor bahan bakar mineral | US$21,66 juta | -12,11% (yoy) |
| Negara tujuan ekspor utama | Belanda | US$58,95 juta |
| Negara asal impor utama | Malaysia | – |
(bps-sulut/antara**)



