Jakarta, Komentarnews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat pada perdagangan Rabu (6/5/2026), sejalan dengan penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG dibuka menguat 29,23 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.086,34. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,48 poin atau 0,51 persen ke posisi 685,06.
Berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support di 6.950 dan resistance di 7.160.
Demikian disampaikan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau akrab disapa Nico, dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dari mancanegara, tensi geopolitik mulai menurun. Amerika Serikat (AS) disebut berusaha mengurangi eskalasi dan mulai fokus terhadap perlindungan kapal kargo untuk melintasi Selat Hormuz.
Meskipun tensi berkurang, kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz masih jauh dari kenyataan. Hingga hari ini, terdapat lebih dari 1.550 kapal komersial yang terjebak di Selat Hormuz, sebuah kondisi yang menjadi perhatian pelaku pasar global.
Penurunan tensi antara AS dengan Iran turut berdampak pada harga minyak dunia yang kembali mengalami penurunan.
Dari AS, data ISM Services Index menurun dari sebelumnya 54 menjadi 53,6 pada April 2026. Sementara itu, ISM Services Prices Paid berada di level 70,7, menandakan masih tingginya biaya bahan baku untuk produksi yang akan mempengaruhi sisi inflasi AS ke depan.
Data US JOLTS Quits Level naik dari sebelumnya 3.046.000 menjadi 3.171.000, atau naik dari 1,9 persen menjadi 2 persen.
Sementara itu, data US JOLTS Layoffs Level juga naik dari sebelumnya 1.714.000 menjadi 1.867.000, atau naik dari 1,1 persen menjadi 1,2 persen. Kenaikan ini sejalan dengan masih banyaknya perusahaan swasta yang mulai melambatkan fase ekspansi di tengah situasi perang.
Dari dalam negeri, kabar baik datang dari sektor ekonomi. Perekonomian Indonesia dilaporkan tumbuh 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2026.
Inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) terjaga di level 2,42 persen (yoy) pada April 2026.
Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.
Sebagai upaya menjaga kurs rupiah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan tujuh strategi:
-
Penguatan intervensi di pasar valas domestik dan global
-
Menarik aliran modal asing melalui SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia)
-
Pembelian SBN di pasar sekunder
-
Menjaga likuiditas perbankan tetap longgar
-
Memperketat pembelian valas tanpa underlying
-
Mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional
-
Memperkuat intervensi di pasar offshore
-
Meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas valas perbankan serta korporasi
Nico menilai bahwa kebijakan BI merupakan kombinasi langkah defensif dan stabilisasi yang berpotensi efektif menjaga Rupiah dalam jangka pendek, terutama melalui intervensi pasar valas dan pengendalian permintaan dolar sehingga volatilitas dapat ditekan.
“Apabila usaha ini masih belum membuahkan hasil, kami berharap BI memberikan amunisi baru untuk menjaga agar Rupiah setidaknya dapat stabil, tidak penuh dengan volatilitas seperti sekarang ini,” ujar Nico.
Pada perdagangan Selasa (5/5/2026), bursa saham Eropa bergerak variatif:
| Indeks | Perubahan |
|---|---|
| Euro Stoxx 50 | +1,83% |
| FTSE 100 Inggris | -1,40% |
| DAX Jerman | +1,71% |
| CAC Prancis | +1,08% |
Sementara itu, bursa AS di Wall Street kompak menguat:
| Indeks | Perubahan | Level |
|---|---|---|
| S&P 500 | +0,81% | 7.259,22 |
| Nasdaq | +1,31% | 28.015,06 |
| Dow Jones | +0,73% | 49.297,25 |
Bursa Asia pagi ini
Bursa saham regional Asia pada Rabu pagi (6/5/2026) juga kompak menguat:
| Indeks | Perubahan | Level |
|---|---|---|
| Nikkei (Jepang) | +228,20 poin (+0,38%) | 59.514,12 |
| Shanghai (China) | +42,54 poin (+1,03%) | 4.154,12 |
| Hang Seng (Hong Kong) | +130,39 poin (+0,50%) | 26.025,50 |
| Strait Times (Singapura) | +3,68 poin (+0,07%) | 4.923,95 |
Ringkasan data pasar hari ini:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| IHSG pembukaan | 7.086,34 (+0,41%) |
| LQ45 | 685,06 (+0,51%) |
| Support IHSG | 6.950 |
| Resistance IHSG | 7.160 |
| Pertumbuhan ekonomi Q1-2026 | 5,61% (yoy) |
| Inflasi April 2026 | 2,42% (yoy) |
| Defisit APBN (per 31 Maret 2026) | Rp240,1 triliun (0,93% PDB) |
| Kapal terjebak di Selat Hormuz | >1.550 kapal komersial |
(antaranews/pilarmasinvestindo/bloomberg/cnbc***)



