Jakarta, KomentarNews – Sebuah kabar bohong alias hoaks mencuat di media sosial TikTok belakangan ini. Informasi tersebut mengklaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan investor asing untuk mencari negara lain jika tidak cocok dengan kebijakan Indonesia .
Kementerian Keuangan pun angkat bicara. Melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Kemenkeu menegaskan bahwa kabar tersebut adalah 100 persen hoaks .
Informasi hoaks ini menyebar melalui unggahan video TikTok yang menampilkan gambar tangkapan layar (screenshot) yang didesain sedemikian rupa seolah-olah berasal dari portal berita resmi. Padahal, artikel asli dengan pernyataan tersebut sama sekali tidak ada .
“Berita yang beredar mengenai pernyataan Menkeu Purbaya yang mempersilakan investor asing mencari negara lain jika tidak cocok dengan kebijakan Indonesia sebagai respons terhadap surat terbuka Kamar Dagang China di Indonesia (CCCI) kepada Presiden RI mengenai berbagai hambatan investasi di Indonesia, merupakan berita hoaks,” bunyi keterangan resmi Kemenkeu .
“Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menkeu Purbaya,” imbuh pernyataan tersebut .
Hoaks ini diduga kuat mencuat sebagai respons atas surat terbuka yang dilayangkan Kamar Dagang China (China Chamber of Commerce/CCCI) kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, para pengusaha China menyampaikan berbagai keluhan terkait iklim investasi di Indonesia .
Pengusaha China tersebut menyoroti beberapa kebijakan yang dinilai membebani dunia usaha. Salah satunya adalah rencana persyaratan retensi Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) yang mewajibkan penempatan 50 persen devisa ekspor di bank milik negara Indonesia selama minimal satu tahun .
“Ini akan sangat merugikan likuiditas perusahaan dan operasi jangka panjang,” tulis surat tersebut, dikutip Rabu (13/5/2026)Â .
Selain itu, pengusaha China juga mengeluhkan rencana kenaikan tarif royalti komoditas mineral dan batu bara (minerba) hingga bea keluar. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi industri pertambangan dan hilirisasi nikel di Indonesia .
Menanggapi surat tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa hubungan investasi Indonesia dan China bersifat timbal balik. Pemerintah Indonesia, kata dia, juga telah menyampaikan keluhan kepada pihak pengusaha China ihwal praktik bisnis yang tidak sesuai aturan atau ilegal .
“Saya sudah komplain ke mereka, banyak pengusaha China di sini yang juga melakukan bisnis nggak legal. Saya minta dia perbaiki waktu itu, dia janji akan memperingati mereka. Jadi itu dua arah sebetulnya, tidak ada masalah,” tutur Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat .
Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan informasi hoaks tersebut dan lebih jeli dalam memilah informasi yang beredar di media sosial.
“Berita yang beredar mengenai pernyataan Menkeu Purbaya… merupakan berita hoaks,” tegas PPID Kemenkeu .
(detikfinance/kemenkeu/inews)




