New York, Komentarnews – Manajer investasi global Franklin Templeton resmi mengumumkan akuisisi terhadap 250 Digital, unit investasi kripto yang merupakan spin-off dari perusahaan modal ventura CoinFund. Langkah ini sekaligus menandai peluncuran divisi khusus bernama Franklin Crypto yang akan fokus pada strategi aset digital untuk investor institusi .
Akuisisi ini memperkuat ekspansi perusahaan yang mengelola lebih dari 1,7 triliun dolar AS ke dalam aset digital di tengah meningkatnya minat dari reksadana, dana pensiun, dan sovereign wealth fund terhadap investasi kripto yang terstruktur .
Setelah transaksi selesai, bisnis kripto baru ini akan diberi nama Franklin Crypto. 250 Digital yang dipimpin oleh Christopher Perkins dan Seth Ginns—keduanya eksekutif CoinFund—akan bergabung dengan tim aset digital Franklin Templeton yang sudah ada .
Perkins akan memimpin divisi tersebut, sementara Ginns akan menjabat sebagai Chief Investment Officer bersama Tony Pecore, veteran investasi aset digital Franklin Templeton. Mereka akan melapor kepada Sandy Kaul, Kepala Inovasi Franklin Templeton .
Salah satu aspek unik dari akuisisi ini adalah penggunaan token BENJI sebagai alat pembayaran. BENJI adalah token yang terkait dengan Franklin OnChain U.S. Government Money Fund (FOBXX), dana pasar uang pertama di dunia yang menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat kepemilikan saham dan memproses transaksi .
“Ini merupakan langkah inovatif yang penting menuju pelaksanaan transaksi M&A (merger dan akuisisi) secara on-chain,” demikian pernyataan dalam siaran pers resmi Franklin Templeton .
CEO Franklin Templeton Jenny Johnson menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan tambahan yang menarik bagi perusahaan.
“Bersama-sama, bakat investasi mereka dan strategi yang terdiferensiasi memperkuat kemampuan kami di aset digital dan memposisikan kami di antara segelintir manajer aset global dengan tim manajemen investasi kripto khusus yang layak untuk institusi,” ujar Johnson dalam siaran pers yang dirilis Business Wire .
Franklin Crypto akan menargetkan investor institusi, termasuk dana pensiun dan sovereign wealth fund, dengan strategi kripto aktif. Sebelumnya, Franklin Templeton telah menjadi salah satu pionir dalam eksplorasi teknologi blockchain, menjadi penerbit spot Bitcoin ETF dan Ethereum ETF di AS, serta memiliki tim aset digital sekitar 50 orang yang telah berkecimpung sejak 2018 .
Akuisisi ini diharapkan selesai pada kuartal kedua tahun 2026, tergantung pada persetujuan klien dan kondisi penutupan lainnya .
(*Reuters/ *CoinDesk/ *Business Wire/ *The Block)

