Wednesday, February 25, 2026

Gebrakan Papua! Ekspor 17,8 Ton Tuna Olahan ke AS, Bukti Hilirisasi Berbuah Manis

Share

Jayapura, Komentarnews – Pemerintah Provinsi Papua kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi sektor perikanan dengan melepas ekspor 17,8 ton produk ikan tuna olahan ke Amerika Serikat, Selasa (24/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan nilai tambah komoditas unggulan Papua sekaligus memperluas pasar ekspor.

Pelepasan ekspor ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah daerah untuk tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi. Hal ini sejalan dengan arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat meninjau Pasar Ikan Fandoi di Biak Numfor, Januari lalu, yang menekankan pentingnya menjaga mutu hasil perikanan agar dapat menembus pasar ekspor .

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua, Imam Djuniawal, sebelumnya menyatakan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di tiga kabupaten (Sarmi, Supiori, dan Waropen) pada tahun 2026 akan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan tangkap . Konsep perikanan terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari dermaga bongkar, fasilitas rantai dingin dan pembekuan ikan, hingga sarana pendukung ekonomi, akan menjadi kunci keberhasilan program ini .

Dengan fasilitas yang memadai, mutu hasil tangkapan bisa terjaga dan harga jual ikan meningkat. Hal ini juga diamini oleh Sekretaris DKP Kabupaten Jayapura, Petrus Ohee, yang menyatakan bahwa produk olahan ikan seperti abon, nugget, bakso, dan kerupuk ikan kini menjadi primadona baru karena memberikan nilai tambah signifikan bagi nelayan dan pelaku usaha kecil .

Langkah ekspor ini juga didukung oleh strategi nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang terus memperluas akses pasar produk perikanan. KKP mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 6,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp105,5 triliun, meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Amerika Serikat menjadi pasar utama dengan nilai ekspor sebesar 1,99 miliar dolar AS atau Rp33,5 triliun .

KKP juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan tarif preferensi dan terus melakukan diplomasi untuk mengurangi hambatan perdagangan, termasuk dalam menghadapi aturan baru AS terkait Certificate of Admissibility . Dengan dukungan ini, produk perikanan Indonesia, termasuk dari Papua, diharapkan semakin kompetitif di pasar global.

Keberhasilan ekspor tuna olahan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan membuka lapangan kerja baru di sektor perikanan. Fasilitas seperti cool storage di Pasar Ikan Fandoi, Biak, yang mampu menampung hingga 200 ton ikan, telah terbukti menstabilkan harga dan meningkatkan pendapatan nelayan setempat . Dengan adanya program Kampung Nelayan Merah Putih dan dukungan pemerintah pusat, sektor kelautan dan perikanan Papua diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat pesisir .

Pemerintah Provinsi Papua optimistis bahwa hilirisasi sektor perikanan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam perdagangan produk perikanan dunia.

(*)

Baca Juga:

Share

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Trending
Recommended
Latest

AnotherNews

SULUTNews