Ottawa, KomentarNews – Kurang dari sepekan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney berulang kali mengubah sikapnya terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Sikapnya yang berubah-ubah ini menuai kritik tajam, bahkan dianggap mencerminkan kebingungan pemerintah Kanada di tengah ketegangan geopolitik.
Awalnya, Carney mendukung penuh serangan AS terhadap Iran. Namun, dua hari kemudian ia mengkritik Washington dan Tel Aviv karena bertindak tanpa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada Rabu (4/3/2026), pernyataannya kembali berubah dengan tidak menutup kemungkinan keterlibatan militer Kanada dalam konflik tersebut.
“Dia plin-plan,” ujar Nader Hashemi, profesor politik Timur Tengah kelahiran Kanada di Georgetown University, kepada Fox News Digital, Kamis (5/3/2026). “Ini tidak terlihat baik bagi dirinya maupun pemerintah Kanada,” tegasnya .
Hashemi menilai perubahan sikap Carney dipengaruhi oleh opini publik dan tarik-ulur kepentingan nasional Kanada, terutama hubungannya dengan AS. “Pernyataan pertamanya sangat mendukung serangan AS-Israel, lalu dua hari kemudian dia menariknya kembali karena mendapat banyak tekanan karena tidak ada referensi tentang dukungan Kanada terhadap hukum internasional,” paparnya.
Ketika ditanya di Australia pada Rabu (4/3) apakah Kanada akan bergabung dengan militer AS melawan Iran, Carney menjawab samar. “Seseorang tidak pernah bisa secara kategoris mengesampingkan partisipasi,” katanya, seraya menambahkan bahwa Kanada “akan membela sekutu kami, ketika itu masuk akal” .
Pernyataan ini kontras dengan pernyataannya sebelumnya yang menyebut Kanada tidak akan terlibat langsung dalam operasi militer . Mantan komandan NATO Mayor Jenderal (Purn) David Fraser menilai kecil kemungkinan Kanada terseret ke dalam perang, kecuali jika negara anggota NATO seperti Turki meminta bantuan berdasarkan Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara .
Wakil pemimpin Partai Konservatif Kanada, Melissa Lantsman, dengan sinis merangkum perubahan sikap Carney di akun X: “Kami mendukungnya, kami kesal karenanya, kami pikir itu buruk, tapi juga, kami mungkin ikut bergabung” .
Rekannya, Michael Chong, menyebut dukungan terhadap serangan udara sambil menyerukan penghentian serangan sebagai “kontradiksi yang melekat” . Kritik pedas juga datang dari kritikus urusan luar negeri Partai Demokrat Baru Kanada, Alexandre Boulerice, yang mengecam keputusan pemerintah Carney yang secara membabi buta mendukung petualangan berbahaya Israel dan pemerintahan Donald Trump.
Polling: Hampir Separuh Warga Kanada Menolak Serangan
Sikap Carney yang mendukung AS dinilai tidak sejalan dengan mayoritas warganya. Hasil jajak pendapat Angus Reid Institute yang dirilis Selasa (3/3) terhadap 1.619 responden menunjukkan 49% warga Kanada menentang serangan udara AS-Israel terhadap Iran, sementara hanya 34% yang mendukung .
Di tengah kritik, Carney menyatakan Kanada mendukung upaya mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir dan mendesak de-eskalasi cepat. Menteri Luar Negeri Anita Anand juga menegaskan bahwa hukum internasional mengikat semua pihak dalam konflik Timur Tengah
(*Fox News/ CBC/ *CTV/ Angus Reid)
