Teheran, KomentarNews – Iran secara resmi menolak proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat dalam respons yang disampaikan melalui Pakistan, dan menegaskan perlunya penghentian permanen perang, demikian laporan kantor berita resmi IRNA pada Senin (6/4/2026). Respons ini disampaikan Teheran sebagai balasan atas proposal AS untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari lima pekan.
“Dalam respons yang diberikan Iran, tawaran gencatan senjata (dari AS) ditolak dan ditekankan perlunya mengakhiri perang secara permanen,” bunyi laporan IRNA.
Respon Iran Terdiri dari 10 Klausul
Kantor berita IRNA melaporkan bahwa respons Iran terdiri dari sepuluh klausul, yang mencakup:
-
Mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah
-
Protokol jalur aman melalui Selat Hormuz
-
Pencabutan sanksi terhadap Iran
-
Rekonstruksi (pembangunan kembali)
Sementara itu, rincian lebih lanjut mengenai keenam klausul lainnya belum dipublikasikan secara resmi oleh pihak Iran.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar telah mengonfirmasi bahwa Pakistan bertindak sebagai perantara (mediator) dalam menyampaikan pesan antara AS dan Iran. Pakistan menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pembicaraan damai jika diperlukan.
“Pakistan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan terus melakukan segala upaya untuk memastikan stabilitas di kawasan dan sekitarnya. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan,” kata Dar dalam pernyataannya pekan lalu.
Perang antara Iran dan AS-Israel dimulai pada 28 Februari 2026, setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Serangan tersebut mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior, serta menewaskan lebih dari 1.200 warga sipil.
Iran membalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone ke Israel serta target-target militer AS di kawasan Teluk, termasuk serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln yang diklaim oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Sejauh ini, upaya diplomasi yang difasilitasi oleh Pakistan belum membuahkan hasil, dengan Iran menolak gencatan senjata sementara dan bersikeras pada penghentian permanen perang serta pencabutan sanksi.
(*IRNA/ *Reuters)

