Wednesday, April 22, 2026

Iran Tolak Gencatan Senjata, Tegaskan Butuh Akhir Permanen Perang dalam Respon ke Pakistan

Teheran, KomentarNews – Iran secara resmi menolak proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat dalam respons yang disampaikan melalui Pakistan, dan menegaskan perlunya penghentian permanen perang, demikian laporan kantor berita resmi IRNA pada Senin (6/4/2026). Respons ini disampaikan Teheran sebagai balasan atas proposal AS untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari lima pekan.

“Dalam respons yang diberikan Iran, tawaran gencatan senjata (dari AS) ditolak dan ditekankan perlunya mengakhiri perang secara permanen,” bunyi laporan IRNA.

Respon Iran Terdiri dari 10 Klausul

Kantor berita IRNA melaporkan bahwa respons Iran terdiri dari sepuluh klausul, yang mencakup:

  1. Mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah

  2. Protokol jalur aman melalui Selat Hormuz

  3. Pencabutan sanksi terhadap Iran

  4. Rekonstruksi (pembangunan kembali)

Sementara itu, rincian lebih lanjut mengenai keenam klausul lainnya belum dipublikasikan secara resmi oleh pihak Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar telah mengonfirmasi bahwa Pakistan bertindak sebagai perantara (mediator) dalam menyampaikan pesan antara AS dan Iran. Pakistan menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pembicaraan damai jika diperlukan.

“Pakistan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan terus melakukan segala upaya untuk memastikan stabilitas di kawasan dan sekitarnya. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan,” kata Dar dalam pernyataannya pekan lalu.

Perang antara Iran dan AS-Israel dimulai pada 28 Februari 2026, setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Serangan tersebut mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior, serta menewaskan lebih dari 1.200 warga sipil.

Iran membalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone ke Israel serta target-target militer AS di kawasan Teluk, termasuk serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln yang diklaim oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sejauh ini, upaya diplomasi yang difasilitasi oleh Pakistan belum membuahkan hasil, dengan Iran menolak gencatan senjata sementara dan bersikeras pada penghentian permanen perang serta pencabutan sanksi.

(*IRNA/ *Reuters)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Merck Gelontorkan Rp16 Triliun, Gandeng Google Cloud Percepat Riset Obat Lewat AI

Rahway, KomentarNews – Perusahaan farmasi raksasa Merck & Co mengumumkan kemitraan strategis...

AS Pinjam Teknologi Anti-Drone Ukraina di Timur Tengah, Lebih Murah dan Andal Lawan Shahed Iran

Washington D.C. Komentarnews – Militer Amerika Serikat mulai memanfaatkan teknologi...

Gibran Sebut Jusuf Kalla Idolanya: “Beliau Senior, Mentor, dan Teladan untuk Kita Semua”

Sorong – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memandang Wakil Presiden...

OpenAI “Kuras” Rp240 Triliun Lewat Kemitraan dengan PE, Siap Monopoli Pasar AI Perusahaan

San Francisco, KomentarNews – Di tengah persaingan sengit di industri...

Inggris dan Prancis Panggil 20 Negara di Northwood, Rencanakan Misi Militer Bersama Buka Selat Hormuz

London, KomentarNews – Inggris dan Prancis akan mengadakan pertemuan para...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com