Austin, Komentarnews – Oracle pada Senin (6/4/2026) menunjuk Hilary Maxson sebagai Chief Financial Officer (CFO), merekrut eksekutif berpengalaman di bidang infrastruktur dan energi untuk memimpin upaya perusahaan memenuhi lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud. Penunjukan ini efektif berlaku segera.
Pengangkatan ini mengembalikan posisi penting yang kosong sejak Safra Catz menjadi co-CEO dan pejabat keuangan utama pada 2014. Langkah ini diambil di tengah upaya Oracle menanggung beban utang besar untuk membiayai pengeluaran infrastruktur AI yang masif.
Co-CEO Oracle Clay Magouyrk, yang akan menjadi atasan langsung Maxson, menyatakan keyakinannya atas kemampuan eksekutif baru tersebut.
“Hilary memiliki rekam jejak yang kuat dalam mengelola keuangan perusahaan infrastruktur dan energi global. Pengalamannya di Schneider Electric, terutama dalam transformasi menuju digitalisasi berbasis AI, sangat relevan dengan arah strategis Oracle,” ujar Magouyrk dalam pernyataan resmi perusahaan yang dikutip Reuters, Senin.
Maxson sebelumnya menjabat sebagai group CFO di Schneider Electric, grup industri Prancis dengan pendapatan tahunan lebih dari 45 miliar dolar AS. Sejak bergabung pada 2017, Schneider berhasil bertransformasi dari pemasok peralatan listrik menjadi mitra teknologi energi digital melalui perangkat lunak, data, dan AI.
Maxson menyatakan tujuannya untuk memastikan investasi yang disiplin dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan pemegang saham. “Saya berkomitmen untuk mendukung visi Oracle dalam memperluas kapasitas cloud dan AI dengan tetap menjaga kesehatan keuangan perusahaan,” ujar Maxson.
Sebelum berkarier di Schneider, Maxson menghabiskan 12 tahun di perusahaan listrik AES Corp, di mana ia memegang peran kepemimpinan senior di bidang keuangan, strategi, dan merger & akuisisi.
Oracle telah memperkirakan belanja sebesar 50 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2026, lebih dari dua kali lipat pengeluaran modal pada tahun fiskal sebelumnya. Bulan lalu, perusahaan mengatakan berencana mengumpulkan dana antara 45 miliar hingga 50 miliar dolar AS pada 2026 untuk membangun kapasitas tambahan bagi infrastruktur cloud-nya.
Berdasarkan pengajuan peraturan Oracle, Maxson (48 tahun) akan menerima gaji pokok tahunan sebesar 950.000 dolar AS dan akan memenuhi syarat untuk bonus berbasis kinerja dengan target 2,5 juta dolar AS.
Saham Oracle telah turun sekitar 25 persen sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran investor tentang pinjaman miliaran dolar perusahaan untuk pusat data.
(*Reuters/ *Oracle)

