Friday, April 3, 2026

Paus Leo, Pemimpin AS Pertama di Vatikan, Kini Jadi Kritikus Tajam Trump soal Perang Iran

Vatikan, Komentarnews – Paus Leo, yang pada Mei lalu dinobatkan sebagai paus pertama asal Amerika Serikat dalam sejarah Gereja Katolik, kini muncul sebagai kritikus tajam kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, khususnya terkait perang Iran. Setelah sepuluh bulan masa kepausannya nyaris tanpa komentar tentang negaranya sendiri, Paus Leo secara terbuka menyerukan agar Trump mengakhiri konflik yang semakin meluas.

Dalam beberapa pekan terakhir, Paus Leo telah menyuarakan kritik pedas terhadap perang Iran. Puncaknya pada Selasa (31/3) lalu, ia secara langsung menyebut nama Trump untuk pertama kalinya dalam sebuah seruan langsung yang mendesak presiden AS tersebut untuk mengakhiri perang.

“Paus Leo mendesak Trump untuk menemukan ‘off-ramp’ (jalan keluar) untuk mengakhiri perang,” demikian laporan Reuters, Kamis (2/4/2026). Istilah off-ramp yang digunakan Paus Leo merupakan ungkapan bahasa sehari-hari Amerika yang pasti dipahami oleh presiden dan pejabat pemerintahannya.

Para ahli menilai perubahan nada dan pendekatan ini sangat signifikan, yang mengindikasikan bahwa Paus Leo ingin bertindak sebagai penyeimbang di panggung dunia terhadap Trump dan tujuan kebijakan luar negerinya.

“Saya tidak berpikir dia ingin Vatikan dituduh lunak terhadap Trumpisme hanya karena dia orang Amerika,” kata Massimo Faggioli, akademisi Italia yang mengikuti perkembangan Vatikan, kepada Reuters. Faggioli menambahkan bahwa Paus Leo dikenal sangat berhati-hati dalam memilih kata-kata, sehingga seruannya bukanlah sebuah kebetulan.

Dua hari sebelum seruan langsungnya kepada Trump, Paus Leo menyampaikan pernyataan yang sangat tegas. Ia mengatakan bahwa Tuhan menolak doa para pemimpin yang memulai perang dan memiliki “tangan yang penuh darah”. Komentar yang tidak biasa kerasnya ini diartikan oleh para komentator Katolik konservatif sebagai kritik yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menggunakan bahasa Kristen untuk membenarkan serangan gabungan AS-Israel ke Iran yang memicu perang.

Komentar tersebut memicu respons langsung pertama dari pemerintahan Trump terhadap pernyataan Paus. “Saya tidak berpikir ada yang salah dengan para pemimpin militer kita atau presiden yang meminta rakyat Amerika untuk berdoa bagi personel layanan kita,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.

Kardinal Chicago Blase Cupich, sekutu dekat Paus Leo, mengatakan bahwa paus sedang mengambil mantel dari serangkaian paus sebelumnya yang mendesak para pemimpin dunia untuk menjauhi perang.

“Apa yang berbeda… adalah suara pembawa pesan. Kini orang Amerika dan seluruh dunia berbahasa Inggris mendengar pesan tersebut dalam idiom yang akrab bagi mereka,” ujar sang kardinal.

Paus Leo sebelumnya telah melontarkan kritik terhadap kebijakan imigrasi keras Trump, meskipun tanpa menyebut nama Trump atau pejabat lainnya. Ia juga melakukan perombakan besar-besaran kepemimpinan Katolik AS pada Desember lalu, mengganti Kardinal Timothy Dolan, yang dikenal sebagai pemimpin konservatif, sebagai uskup agung New York.

Dalam beberapa minggu terakhir, Paus Leo terus mengkritik perang Iran. Pada 13 Maret, ia mengatakan bahwa pemimpin politik Kristen yang memulai perang harus pergi ke pengakuan dosa. Pada 23 Maret, ia mengatakan serangan udara militer bersifat membabi buta dan harus dilarang.

Kardinal Michael Czerny, seorang pejabat senior Vatikan, mengatakan suara Paus Leo akan berbobot secara global karena “setiap orang dapat memahami bahwa ia berbicara untuk kebaikan bersama, untuk semua orang, terutama yang rentan.”

“Suara moral Paus Leo kredibel, dan dunia sangat ingin percaya bahwa perdamaian itu mungkin,” kata sang kardinal.

Paus Leo dijadwalkan memimpin rangkaian acara Vatikan selama empat hari menuju Paskah, di mana ia akan menyampaikan berkat dan pesan khusus dari balkon Basilika Santo Petrus. Pidato Paskah biasanya menjadi momen ketika paus menyampaikan seruan internasional yang besar.

(*Reuters)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Trump Klaim Tujuan Perang Iran Hampir Tercapai, tapi Tak Beri Kepastian Kapan Konflik Berakhir

Washington D.C Komentarnews– Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam...

Trump Hadiri Sidang Sejarah di Mahkamah Agung, Perdebatan Soal Pembatasan Kewarganegaraan Lahiran

Washington D.C. Komentarnews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi...

Franklin Templeton Akuisisi 250 Digital, Bentuk Divisi Khusus Franklin Crypto

New York, Komentarnews – Manajer investasi global Franklin Templeton resmi...

Kia Hadirkan EV3, Mobil Listrik Murah di AS Mulai Akhir Tahun 2026

New York, Komentarnews – Kia, pabrikan otomotif asal Korea Selatan,...

Prancis Tegur AS: NATO untuk Keamanan Euro-Atlantik, Bukan Serangan di Selat Hormuz

Paris, KomentarNews – Prancis dengan tegas menanggapi ancaman Presiden Amerika...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com