Badung, KomentarNews – Eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan militer AS dan Israel ke Iran mulai berdampak pada sektor penerbangan di Indonesia. Sebanyak lima penerbangan internasional dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menuju sejumlah kota di Timur Tengah terpaksa dibatalkan atau ditunda, membuat ribuan calon penumpang tertahan .
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengonfirmasi bahwa pembatalan ini akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah pasca memanasnya konflik .
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan,” ujar Eka dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026) .
Daftar Penerbangan Terdampak
Berdasarkan data hingga Minggu (1/3) pukul 11.00 WITA, berikut lima penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal :
-
Etihad EY477 jadwal 28 Februari 2026 pukul 18.45 WITA rute Denpasar (DPS)–Abu Dhabi (AUH) status postponed/ditunda dengan 291 penumpang (287 penumpang dewasa dan 4 bayi)
-
Emirates EK369 jadwal 28 Februari 2026 pukul 19.45 WITA rute Denpasar (DPS)–Dubai (DXB) status canceled/dibatalkan dengan 509 penumpang
-
Qatar Airways QR963 jadwal 28 Februari 2026 pukul 18.50 WITA rute Denpasar (DPS)–Doha (DOH) status canceled/dibatalkan dengan 240 penumpang
-
Emirates EK399 jadwal 1 Maret 2026 pukul 00.25 WITA rute Denpasar (DPS)–Dubai (DXB) status canceled/dibatalkan dengan 349 penumpang
-
Qatar Airways QR961 jadwal 1 Maret 2026 pukul 00.30 WITA rute Denpasar (DPS)–Doha (DOH) status canceled/dibatalkan dengan 229 penumpang
Total keseluruhan penumpang yang terdampak dari lima penerbangan tersebut mencapai 1.631 orang .
Pihak bandara memastikan penanganan terhadap seluruh penumpang telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai. Sebagian penumpang yang sudah tiba dan menunggu sejak hari sebelumnya diinapkan di hotel, sementara penumpang lain memilih menunda kedatangan ke bandara setelah mendapat informasi dari maskapai .
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola bandara menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telepon dengan nomor 172 untuk pembaruan informasi .
“Kami ingin memastikan penumpang merasa terlayani dengan baik, terutama saat mengajukan pengembalian dana atau perubahan jadwal,” tambah Eka Sandi .
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai turut meningkatkan kewaspadaan dengan menambah personel untuk mengantisipasi lonjakan antrean serta potensi overstay bagi warga negara asing (WNA) yang terdampak pembatalan penerbangan .
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menyatakan bahwa penanganan izin tinggal bagi penumpang terdampak akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi force majeure (keadaan darurat) .
“Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif. Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa meskipun terjadi gangguan jadwal penerbangan, proses administrasi keimigrasian bagi penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur,” tegas Bugie .
Bagi WNA yang masa izin tinggalnya hampir atau telah berakhir akibat situasi darurat ini, diminta segera melapor ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara dengan membawa bukti pembatalan penerbangan dari maskapai .
Meski lima penerbangan terdampak, manajemen bandara menegaskan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan normal untuk rute lain yang tidak melintasi wilayah terdampak konflik .
Pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaruan jadwal, AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara, serta aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara .
Calon penumpang dengan rute transit Timur Tengah diimbau untuk secara berkala memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara .
(*)
