Monday, February 23, 2026

Putusan MA AS Soal Tarif Trump Dongkrak IHSG? Hans Kwee: Konsolidasi Menguat Pekan Depan

Share

Jakarta, KOMENTARNEWS – Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee menilai keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump akan menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan Indonesia. Ia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak konsolidasi cenderung menguat pada perdagangan pekan depan .

“IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 8.170 sampai level 7.861, dan resistance di level 8.251 sampai level 8.596,” ujar Hans saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Minggu (22/2/2026) .

Selain putusan MA AS, Hans menyebut langkah Trump menetapkan tarif global sebesar 10 persen selama 150 hari juga akan menjadi sentimen positif, seiring tidak terlalu tingginya tarif tersebut. Kebijakan ini diambil setelah MA AS membatalkan kebijakan tarif sebelumnya .

Data Ekonomi AS dan Sikap The Fed

Terkait sentimen pekan depan, Hans menyoroti data produk domestik bruto (PDB) AS yang melemah, namun inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) masih tinggi. Kondisi ini menyebabkan probabilitas pemotongan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) menurun .

“Data PDB AS melemah tetapi inflasi PCE tetap masih tinggi, membuat probabilitas The Fed melakukan pemotongan bunga di Juni 2026 menurun, tetapi pelaku pasar tetap mengharapkan dua kali pemotongan bunga di tahun ini,” ujar Hans .

Data PDB riil AS tercatat hanya tumbuh 1,4 persen pada kuartal IV-2025, sedangkan secara tahunan tumbuh 2,2 persen pada 2025. Di sisi lain, inflasi PCE tercatat tinggi di level 3 persen pada Desember 2025, atau melampaui ekspektasi pasar .

Volatilitas Saham Teknologi dan Daya Tarik Obligasi

Hans melanjutkan, kekhawatiran pelaku pasar global masih akan seputar saham teknologi terkait kecerdasan buatan (AI), yang membuat volatilitas pasar tinggi .

Di sisi lain, ia menilai obligasi pasar berkembang (emerging market) berada di level yang sangat menarik secara historis, dan berpotensi memasuki periode kinerja yang sangat kuat. “Ini sentimen positif bagi negara berkembang termasuk Indonesia,” ujar Hans .

Harga Minyak dan Ketegangan AS-Iran

Sementara itu, lanjutnya, harga minyak global sangat dipengaruhi oleh potensi konflik antara AS dan Iran, serta pembicaraan pasokan oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC+). “Volatilitas minyak masih tinggi akibat ketidakpastian potensi serangan AS ke Iran,” ujar Hans .

Sekitar seperlima minyak yang dikonsumsi secara global melewati Selat Hormuz antara Oman dan Iran, sehingga setiap peningkatan ketegangan di wilayah tersebut merupakan risiko besar bagi pasokan minyak global .

Sentimen Positif dari Dalam Negeri

Dari dalam negeri, Hans menilai langkah proaktif yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) sebagai tindak lanjut ultimatum MSCI Inc, cukup untuk menghindari ancaman reklasifikasi struktural yakni downgrade dari emerging market menjadi frontier market .

Sebelumnya, MSCI mengancam akan menurunkan peringkat pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market apabila kebutuhan transparansi data tidak terpenuhi. Otoritas pasar modal Indonesia kemudian merespons dengan sejumlah langkah reformasi, termasuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham dan menaikkan batas minimal saham public (free float) .

Kemudian, langkah proaktif otoritas tersebut didukung oleh kebijakan moneter, yaitu Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen pada pertemuan Februari 2026, sesuai ekspektasi pelaku pasar .

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global .

(ERL*)

Baca Juga:

Share

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Trending
Recommended
Latest

AnotherNews

SULUTNews