Tel Aviv, KomentarNews – Sebuah rudal yang ditembakkan dari Iran menghantam wilayah Tel Aviv, Israel, pada Selasa (24/3/2026) waktu setempat. Serangan itu memicu ledakan kuat dan kepanikan warga di sekitar lokasi jatuhnya rudal. Otoritas setempat segera mengerahkan tim darurat ke area terdampak untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal.
Rudal yang digunakan dilaporkan merupakan jenis rudal kluster yang membawa beberapa bom kecil di dalam satu hulu ledak. Masing-masing bom kecil itu memiliki bobot sekitar 100 kilogram dan menyebar ke sejumlah titik ketika rudal meledak di udara atau menghantam permukaan. Pecahan rudal dan bom-bom kecil tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan serta kendaraan di beberapa ruas jalan di Tel Aviv.
Akibat serangan ini, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka, meski otoritas setempat belum merinci jumlah pasti korban. Tim medis dikerahkan untuk memberikan pertolongan di lokasi serta membawa korban ke rumah sakit terdekat. Polisi dan militer Israel juga menutup beberapa area untuk kepentingan penyelidikan dan mengamankan kemungkinan adanya sisa bahan peledak.
Serangan rudal ke Tel Aviv ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan antara Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Israel disebut sedang mengkaji langkah balasan sambil meningkatkan kesiapsiagaan militer di berbagai titik strategis.
Laporan video yang dipublikasikan oleh kantor berita Xinhua dan dimuat ANTARA ini menjadi salah satu dokumentasi awal atas serangan terbaru tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait serangan tersebut. Namun, sebelumnya Iran telah berulang kali mengancam akan membalas setiap serangan terhadap wilayahnya. Konflik antara kedua negara terus memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi dan warga sipil Iran.
Situasi di Tel Aviv pasca-serangan dilaporkan masih tegang dengan peningkatan patroli keamanan di sejumlah titik. Pemerintah Israel mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat.
(*ANT/ *Xinhua/ *Reuters)
