Teheran, KomentarNews – Jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran terus bertambah. Kantor berita Tasnim mengutip Iranian Foundation of Martyrs and Veterans Affairs melaporkan bahwa korban jiwa kini telah mencapai 1.045 orang . Angka ini meningkat signifikan dari laporan sebelumnya yang mencatat 867 korban jiwa .
Serangan yang dilancarkan pada Sabtu (28/2/2026) tersebut tidak hanya menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga sejumlah petinggi militer dan warga sipil . Iranian Health Ministry spokesman Hossein Kermanpour sebelumnya mengonfirmasi bahwa dari 5.946 warga yang terluka, sekitar 2.184 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit .
Perang yang memasuki hari kelima ini semakin meluas. Israel dilaporkan melancarkan serangan ke Kota Qom yang menargetkan tempat pertemuan Majelis Pakar Iran, dewan yang bertugas memilih pemimpin tertinggi baru . Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk .
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim lebih dari 650 personel militer AS tewas dan luka-luka dalam dua hari pertama operasi balasan mereka . Serangan Iran menargetkan aset angkatan laut AS di Bahrain, memaksa kapal induk USS Abraham Lincoln melarikan diri menuju Samudra Hindia bagian selatan .
Konflik ini telah menimbulkan kekhawatiran global. Brent crude prices melonjak hingga 84 dolar AS per barel, naik lebih dari 15 persen sejak awal konflik dan mencapai harga tertinggi sejak Juli 2024 . Pasar saham global terpukul akibat kekhawatiran lonjakan harga minyak akan menggerogoti ekonomi dunia .
Sementara itu, China mengonfirmasi satu warganya tewas dalam serangan di Iran dan telah mengevakuasi lebih dari 3.000 warga negaranya dari zona konflik melalui jalur darat menuju Azerbaijan, Armenia, Turkiye, dan Irak .
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai pemimpin tertinggi baru Iran. Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, dilaporkan selamat dari serangan dan menjadi calon kuat pengganti ayahnya . Namun, Israel menegaskan akan memburu siapa pun pengganti Khamenei yang ditunjuk .
Sementara Iran masih dipimpin oleh Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan ulama senior dari Dewan Penjaga Konstitusi, Alireza Arafi .
(ant-dbs/*)
