Jakarta, KomentarNews – Wakil Ketua Umum DPP PAN Saleh Partaonan Daulay meminta Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyampaikan saran dan kritik secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperkuat komunikasi konstruktif dalam pemerintahan. Saleh menilai ruang dialog antara Presiden dan berbagai elemen masyarakat selama ini terbuka lebar, termasuk bagi tokoh nasional.
“Prabowo sangat senang mendengar saran dan kritik. Malah beliau sering mengundang para tokoh untuk berdiskusi di Istana,” ujar Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Saleh menyampaikan bahwa forum diskusi yang dibangun Presiden melibatkan berbagai kalangan, mulai dari birokrat, ulama, akademisi, hingga aktivis dan media massa. Hal ini mencerminkan keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi publik.
Dalam konteks tersebut, ia menilai penyampaian kritik secara langsung akan lebih efektif dan berdampak. “Saya kira kalau Pak JK singgah di Istana, semua orang berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden pasti akan lebih mudah untuk dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan sekelas Pak JK,” katanya.
Saleh juga menekankan bahwa kapasitas dan pengalaman JK menjadi nilai penting dalam memberikan masukan strategis bagi pemerintah. “Pak JK itu tokoh hebat. Beliau tidak hanya menguasai bisnis, tetapi juga sangat mengerti politik dan birokrasi. Tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga sampai ke mancanegara,” kata dia.
Ia menilai penyampaian kritik secara langsung akan lebih tepat bagi tokoh dengan posisi dan pengalaman seperti JK sehingga dapat mendorong solusi yang lebih konkret. Kritik tetap penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan melalui cara yang konstruktif dan sesuai konteks.
Sehari sebelumnya, Jusuf Kalla terlihat hadir di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (10/4/2026) untuk bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo usai Lebaran. Kehadiran JK tersebut memicu spekulasi di kalangan publik mengenai kemungkinan diskusi terkait isu-isu kebangsaan dan pemerintahan.
Saleh menanggapi positif kehadiran JK di Istana. “Langkah tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi serta mendorong kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan publik,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Jusuf Kalla belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan Waketum PAN tersebut. Sejumlah kalangan menilai bahwa JK sebagai tokoh senior memiliki hak untuk menyampaikan pandangannya, baik secara terbuka maupun tertutup, sesuai dengan etika kebangsaan.
(*ANT/ *PAN)

