Minut, KOMENTAR NEWS Bukan rahasia lagi jika seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kerap diwarnai dengan tudingan adanya titipan atau jalur orang dalam.
Namun demikian, untuk seleksi Paskibraka di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tahun 2026, dipastikan tak akan ada lagi tudingan demikian. Pasalnya, mekanisme rekrutmen sudah berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Panitia dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) telah menerapkan sistem digital melalui platform resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Jadi, para pendaftar bisa daftar secara mandiri lewat plaform yang telah disiapkan BPIP. Dengan begitu, bisa dipastikan bahwa tidak ada lagi yang boleh coba-coba menggunakan jalur orang dalam atau titip-titip,” kata Bupati Joune J. E. Ganda melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Umbase Mayuntu, Rabu (15/4/2026).
Tidak hanya itu, sambung dia, para peserta juga akan melewati tahapan penjaringan berupa Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU).
“Masih ada juga tes kesehatan, parade, kesamaptaan atau fisik, hingga wawancara akhir. Itulah sebabnya, saya pastikan bahwa pada akhirnya yang dinyatakan lolos seleksi adalah mereka yang benar-benar berkompeten,” tegasnya sembari menyebutkan, hasil seleksi dapat dipantau langsung oleh setiap peserta melalui akun BPIP masing-masing.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Minut, Sammy Ch. Rompis, mengatakan, dari total 110 yang mendaftar, sebanyak 74 siswa dari 14 SMA/SMK sederajat di Minut telah dinyatakan lolos administrasi.
Namun, pada tahap awal tes hari ini, tercatat 70 peserta yang hadir, terdiri dari 25 putra dan 45 putri.
Dari jumlah ini, panitia akan merekrut 34 terbaik yang terdiri dari 17 putra dan 17 putri, untuk bertugas pada upacara memperingati HUT Proklamasi 17 Agustus nanti. (ein)