Jakarta, KomentarNews – Samsung resmi menghentikan penjualan Galaxy Z TriFold setelah seluruh stok ponsel lipat edisi terbatas tersebut habis terjual. Perusahaan mengonfirmasi bahwa ponsel eksperimental itu tidak akan diproduksi ulang, sehingga tidak lagi tersedia baik di Amerika Serikat maupun Korea Selatan.
Galaxy Z TriFold pertama kali dijual dalam jumlah sangat terbatas di Korea Selatan dan langsung ludes dalam waktu singkat. Samsung kemudian menjualnya di pasar AS, dengan ketersediaan tetap terbatas. Penambahan stok terakhir dilakukan pada 10 April 2026 dan juga langsung habis.
Sejak awal, Galaxy Z TriFold tidak diposisikan sebagai ponsel produksi massal, melainkan sebagai perangkat eksperimental untuk memamerkan inovasi Samsung di segmen ponsel lipat. Ponsel ini mengusung desain layar lipat tiga dengan dua engsel, menghadirkan bentuk yang berbeda dibandingkan seri Galaxy Z Fold maupun Galaxy Z Flip.
Sebagai alternatif, Samsung merekomendasikan kepada konsumen Galaxy Z Fold7 dan Galaxy S26 Ultra, meskipun kedua perangkat tersebut tidak menawarkan pengalaman layar lipat tiga seperti TriFold.
Meski masa edar model pertama tergolong singkat, Samsung disebut masih berkomitmen mengembangkan konsep ponsel layar lipat tiga. Sejumlah laporan menyebut penerusnya yang saat ini dikenal dengan nama Galaxy Z TriFold 2 tengah dalam tahap pengembangan dan kemungkinan meluncur dalam beberapa tahun mendatang.
Model generasi berikutnya diperkirakan hadir dengan desain lebih tipis dan ringan untuk mengatasi sejumlah keterbatasan pada generasi pertama.
Analis teknologi dari IDC, Bryan Ma, menilai bahwa langkah Samsung menjual TriFold dalam jumlah terbatas adalah strategi untuk menguji pasar. “Samsung ingin melihat apakah ada permintaan nyata untuk faktor bentuk baru yang radikal. Dengan stok terbatas yang langsung habis, sinyalnya positif. Sekarang tugas Samsung adalah menyempurnakan desain untuk produksi massal,” ujar Bryan.
(*Gizmochina/ *ANT)

