Jakarta, KomentarNews – Kabar mengejutkan datang dari industri teknologi. Oppo, jenama ponsel pintar asal China yang dikenal dengan inovasi kameranya, dilaporkan tengah bersiap memasuki industri gawai kategori baru, yaitu proyek kamera gimbal ringkas. Langkah ini bisa mengubah peta persaingan yang selama ini didominasi oleh DJI dan Insta360.
Dilaporkan Gizmochina, Jumat (24/4/2026), rencana ini bahkan mungkin terealisasi dengan peluncuran kamera gimbal tersebut pada kuartal IV 2026, yang mungkin terjadi bersamaan dengan perilisan seri ponsel pintar Find X10.
Informasi ini pertama kali datang dari media China, Blue Whale Media. Laporan menyebutkan bahwa Oppo telah secara internal menerima proyek kamera gimbal ringkas tersebut dan memberinya kode nama “Fuyao” . Keputusan ini diyakini karena Oppo telah berinvestasi signifikan dalam hal pencitraan kamera, dan ingin memperluas pengembangan gawai baru di luar ponsel pintar yang masih terkait dengan pencitraan.
“Sumber terdekat di industri mengonfirmasi bahwa Oppo serius menjajaki pasar ini. Mereka melihat peluang besar mengingat ketergantungan pasar saat ini hanya pada dua pemain besar,” demikian laporan tersebut .
Oppo bukan satu-satunya yang melirik pasar ini. Laporan yang sama menyebutkan bahwa Vivo telah mengembangkan proyek kamera gimbal ringkasnya sejak tahun lalu, dan model percontohan pertama telah rampung serta memasuki tahap pencetakan prototipe.
Sementara itu, Honor disebutkan akan memasuki industri kamera gimbal, mungkin tidak secara langsung, tetapi melalui platform ekosistemnya. Hal ini menunjukkan bahwa pabrikan ponsel mulai jenuh dengan pasar yang stagnan dan mencari lini produk baru untuk diversifikasi.
Jika para pembuat ponsel pintar ini serius memasuki pasar kamera gimbal, diperkirakan akan ada perubahan signifikan pada pasar yang saat ini dikuasai oleh DJI (62 persen pasar) dan Insta360 (12 persen pasar) .
Pengamat teknologi menilai bahwa pabrikan ponsel memiliki keunggulan dibandingkan produsen kamera tradisional. Mereka unggul dalam algoritma pencitraan, integrasi chip AI, serta kontrol rantai pasok yang kuat. Hal ini bisa menjadi ancaman serius bagi dominasi DJI dan Insta360.
Mengacu pada data pasar IDC, pasar kamera pintar, termasuk kamera gimbal ringkas, memang menarik. Pada 2025 saja, penjualannya mencapai 16,65 juta unit , dengan pertumbuhan terbesar disumbang oleh kategori kamera gimbal ringkas.
CEO DJI, Frank Wang, dalam wawancara sebelumnya mengakui bahwa persaingan di masa depan akan semakin ketat. “Kami menyambut persaingan sehat. Namun, teknologi stabilisasi dan ekosistem kami sudah matang selama bertahun-tahun. Kami akan terus berinovasi,” ujar Wang.
Analis industri dari IDC, Bryan Ma, menilai bahwa langkah Oppo, Vivo, dan Honor ini adalah “langkah alami”. “Selama ini mereka jago dalam ‘stabilisasi elektronik’ di ponsel. Sekarang mereka ingin bermain di ‘stabilisasi fisik’ yang sesungguhnya. Jika mereka berhasil menggabungkan algoritma AI dengan gimbal fisik yang mungil, produknya bisa sangat kompetitif,” pungkas Bryan.
(Gizmochina, Blue Whale Media, IDC)


