Tel Aviv, KomentarNews – Perusahaan keamanan siber Check Point Software Technologies melaporkan laba kuartal I 2026 yang melampaui ekspektasi analis, didorong pertumbuhan kuat pendapatan langganan keamanan meski total pendapatan sedikit di bawah perkiraan pasar. Laporan keuangan yang dirilis Kamis menunjukkan perusahaan asal Israel itu berhasil mempertahankan profitabilitas tinggi di tengah perubahan strategi produk dan persaingan ketat di pasar keamanan siber global.
Check Point membukukan laba per saham non-GAAP sebesar 2,50 dolar AS, mengalahkan konsensus analis yang memproyeksikan sekitar 2,40 dolar AS per saham. Total pendapatan mencapai sekitar 668 juta dolar AS, naik sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, namun sedikit di bawah ekspektasi pasar yang berada di kisaran 672–673 juta dolar AS.
Pendapatan dari langganan keamanan (security subscriptions) menjadi motor utama pertumbuhan, naik 11 persen secara tahunan menjadi sekitar 323 juta dolar AS, mencerminkan tingginya permintaan atas solusi keamanan berbasis cloud, advanced threat prevention, dan teknologi SASE. Sebaliknya, pendapatan produk dan lisensi turun menjadi sekitar 111 juta dolar AS dari 114 juta dolar AS, tertekan oleh penyesuaian strategi pasar yang dilakukan di awal kuartal dan berdampak jangka pendek pada penjualan perangkat keamanan (security appliances).
“Pada kuartal pertama, kami mencatat pertumbuhan dua digit untuk laba non-GAAP per saham dan arus kas bebas yang disesuaikan, bersamaan dengan peningkatan pendapatan sebesar 5 persen,” kata manajemen Check Point dalam pernyataan resmi, sembari menekankan bahwa segmen langganan tetap menjadi titik terang perusahaan. Analis menilai kinerja ini menunjukkan keberhasilan Check Point menggeser model bisnis dari penjualan perangkat fisik ke layanan berulang bernilai tambah tinggi, meski pasar masih menanti apakah perusahaan mampu kembali mengejar target pendapatan yang lebih ambisius pada kuartal-kuartal berikutnya.
Reuters/Yahoo Finance/Globes


