MINUT, KOMENTAR NEWS Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di area gunung Klabat sudah memasuki hari ke-12. Meski berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Minahasa Utara (Minut), berkolaborasi TNI, POLRI, BASARNAS serta sejumlah unsur lainnya, namun hingga kini kepulan asap masih tetap terlihat.
Tidak heran jika kekhawatiran terhadap dampak lebih buruk Karhutla, kian meresahkan. Tak terkecuali dari Bupati, Joune J. E. Ganda dan Wakil Bupati, Kevin W. Lotulung (JGKWL).
Hal ini nampak saat Bupati JG menyambangi Posko Lapangan Penanganan Karhutla di kaki gunung Klabat, tepatnya di area kantor bupati, Kamis (1/10/2026) pagi.
“Laporan masuk setiap saat kepada saya, dan paling dikhawatirkan adalah api terus bergerak menuju bagian atas gunung Klabat,” kata JG, di sela-sela kunjungan.
Di saat bersamaan, medan yang dihadapi oleh tim pemadam kian kesulitan meredam amukan si jago merah. Beluk lagi cuaca panas disertai embusan angin yang cukup kencang membuat api lebih leluasa melahap area sekitarnya.
“Titik api kian menjauh dari kawasan yang menjadi fokus pemadaman, dan kini nampaknya mulai mengarah ke kawasan hutang lindung,” bebernya.
Kondisi tentu sangat mengkhawatirkan, karena jika tidak dibendung, maka bukan tidak mungkin bencana kebakaran sebagaimana tahun 2015 dan 2019, di mana api melahap sampai ke bagian atas gunung Klabat, akan terulang kembali.
“Semakin ke atas (Api), semakin sulit di padamkan. Dan otomatis, dampaknya juga akan semakin buruk,” ujarnya.
Oleh karena itu, dengan berbagai upaya yang sudah dibuat, ia berharap api di area gunung Klabat bisa dipadamkan.
“Kita berharap komitmen besar boleh tetap terjaga, karena jika tidak, maka dampak Karhutla akan semakin meluas, termasuk ancaman kabut asal di langit,” kuncinya. (ein)






