Tokyo, KOMENTARNEWS – Kekalahan telak Presiden Donald Trump di Mahkamah Agung Amerika Serikat justru dinilai akan memicu babak baru perang dagang yang lebih rumit dan tidak pasti. Alih-alih mereda, sengketa dagang global disebut akan memasuki fase yang semakin kompleks setelah Trump merespons putusan tersebut dengan meluncurkan kebijakan “tarif global” baru sebesar 10 persen.
Pakar ekonomi China yang dikutip Global Times, Sabtu (21/2), menegaskan bahwa langkah balasan Trump justru menciptakan ketidakpastian yang lebih dalam bagi pasar dunia. Menurutnya, meskipun putusan MA menyatakan tarif impor Trump inkonstitusional, pemerintah AS diperkirakan akan terus mencari celah untuk mempertahankan kebijakan proteksionismenya.
“Persoalan tarif Trump akan tetap kompleks dan kecil kemungkinan terselesaikan dalam jangka pendek. Pemerintah AS akan berupaya melanjutkan langkah-langkah tarif dengan cara apa pun yang dapat ditemukan,” ujar sang pakar.
Sebelumnya, pemerintah China menyambut positif putusan MA yang membatalkan tarif Trump. Mereka menyebutnya sebagai “sinyal yang menggembirakan bagi dunia.” Namun, euforia itu segera sirna setelah Trump dengan cepat menandatangani perintah baru untuk memberlakukan tarif global 10 persen pada hari yang sama.
Mahkamah Agung AS pada Jumat memutuskan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya saat menggunakan International Emergency Economic Powers Act untuk memberlakukan tarif impor besar-besaran tahun lalu. Putusan ini seharusnya menjadi pukulan telak bagi kebijakan dagang Trump yang kontroversial.
Di kawasan Asia, kekhawatiran langsung terasa. Kantor kepresidenan Korea Selatan (Korsel) menggelar rapat darurat sebagai respons atas putusan dan kebijakan baru Trump. “Ketidakpastian dalam lingkungan perdagangan telah meningkat,” kata juru bicara kantor kepresidenan Korsel.
Korsel berjanji akan memantau secara saksama usulan tambahan bea 10 persen tersebut dan melanjutkan konsultasi dengan AS. Tujuannya, memastikan ketentuan ekspor dalam kesepakatan tarif AS-Korsel tidak tergerus oleh kebijakan baru yang mendadak.
Negara-negara lain yang terdampak perubahan kebijakan tarif Trump juga mulai mengambil sikap hati-hati. Mereka masih menilai potensi dampak dari babak baru perang dagang yang diprediksi akan semakin kompleks dan penuh kejutan ini.
Sumber: Kyodo
(*)
