Jakarta, KomentarNews – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional tetap terkendali hingga pertengahan puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Hal ini berkat penguatan distribusi serta pengawasan yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah.
Amran mengatakan tren penurunan harga pangan mulai terlihat pada sejumlah komoditas strategis. Meskipun terdapat beberapa komoditas yang masih mengalami sedikit kenaikan, kondisi tersebut dinilainya masih dalam batas kewajaran dan bagian dari keseimbangan pasar.
“Aku sudah cek, masih relatif stabil. Ada naik daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi. Relatif aman,” kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Keseimbangan Harga untuk Petani dan Konsumen
Menurut Amran, harga sejumlah komoditas pangan pokok mulai bergerak lebih stabil bahkan cenderung menurun. Hal ini memberikan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus tetap memberikan ruang bagi produsen untuk memperoleh harga yang wajar.
Pemerintah menekankan bahwa stabilitas pangan harus dirasakan secara berimbang oleh seluruh pelaku rantai pasok, mulai dari petani dan peternak sebagai produsen hingga masyarakat sebagai konsumen.
“Sudahlah kalau naik 0,6 persen, sayangilah juga peternak kita sedikit, supaya dia dapat baju lebaran. (Jadi) cabai rawit turun. Cabai merah, turun. Tadi bawang merah juga. Bawang putih juga turun,” tambah Kepala Bapanas.
Data BPS: Tren Penurunan di Berbagai Daerah
Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu keempat Februari 2026 menunjukkan harga daging ayam ras secara nasional rata-rata berada di Rp41.013 per kilogram, sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.
Meski demikian, BPS mencatat tren penurunan harga masih terjadi di banyak daerah:
-
Daging ayam ras turun di 84 kabupaten/kota
-
Cabai rawit turun di 79 kabupaten/kota
-
Cabai merah turun di 128 kabupaten/kota
-
Bawang putih turun di 147 kabupaten/kota
-
Bawang merah turun di 227 kabupaten/kota
Inflasi Pangan Terkendali
Adapun inflasi pangan secara bulanan masih cukup terkendali. Komponen volatile food pada Februari 2026 tercatat 2,50 persen (month to month) dengan andil 0,41 persen terhadap inflasi umum secara bulanan. Secara tahunan, inflasi pangan berada di level 4,64 persen, masih dalam rentang sasaran pemerintah sebesar 3 sampai 5 persen.
Dibandingkan dengan periode Ramadhan pada beberapa tahun sebelumnya, inflasi pangan tahunan 4,64 persen pada tahun ini tercatat lebih stabil. Sebagai perbandingan:
-
Ramadhan 2022: 5,48 persen
-
Ramadhan 2023: 5,83 persen
-
Ramadhan 2024: 10,33 persen
Pantauan Langsung di Pasar Johar Karawang
Pemerintah terus melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk menjaga stabilitas harga. Salah satunya dilakukan Bapanas di Pasar Johar, Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (6/3/2026). Hasil pantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan mulai melandai dalam beberapa hari terakhir seiring stabilnya pasokan menjelang pertengahan Ramadhan.
Seorang pedagang ayam karkas di pasar tersebut menyebut harga ayam relatif stabil sekitar Rp40.000 per ekor dengan berat rata-rata 1,4 kilogram, sementara harga pembelian dari pemasok sekitar Rp39.000 per ekor.
Untuk komoditas lainnya, harga di Pasar Johar tercatat:
-
Cabai keriting: Rp35.000 per kg
-
Cabai rawit merah: Rp100.000 per kg
-
Bawang putih: Rp36.000 per kg
-
Bawang merah: Rp35.000 per kg
-
Daging sapi lokal: Rp140.000 per kg
-
Sapi hidup (dari feedlotter): Rp55.000 per kg
Pemerintah memastikan akan terus menjaga dinamika kondisi harga pangan pokok agar tetap berada di dalam koridor kewajaran sebagaimana ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah.
(*Bapanas/ *BPS/ Ant)
