Thursday, April 23, 2026

PBB: 100.000 Warga Lebanon Mengungsi Akibat Agresi Israel, Situasi Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Beirut, KomentarNews – Konflik yang meluas di Timur Tengah memicu krisis kemanusiaan besar di Lebanon. Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (7/3/2026) melaporkan bahwa sekitar 100.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka menyusul agresi militer Israel. Jumlah tersebut diperingatkan akan terus bertambah setelah tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh wilayah Lebanon.

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon, Imran Riza, dalam wawancaranya dengan Reuters menggambarkan situasi dua hari terakhir sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik dari skala peringatan dan perintah evakuasi maupun kepanikan yang melanda seluruh negeri.

“Sejauh ini, sekitar 100.000 orang tinggal di sekitar 477 penampungan bersama, sementara sekitar 57 penampungan masih memiliki sisa ruang, tetapi kapasitasnya langsung penuh,” kata Riza.

Riza mencatat bahwa warga Lebanon mengalami kepanikan dan kebingungan luar biasa menyusul peringatan evakuasi dari militer Israel. Banyak dari mereka mengungsi tanpa tujuan yang jelas, mencari tempat perlindungan di mana pun bisa.

“Warga berhamburan kemana-mana tanpa tujuan yang pasti, dan saya yakin jumlahnya akan langsung bertambah,” ujarnya, seraya mencontohkan sebuah penampungan di Beirut yang dalam sehari jumlah keluarga yang mengungsi melonjak dari 90 menjadi 150 keluarga.

Di tengah krisis pengungsian ini, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 123 orang tewas dan 683 lainnya terluka akibat serangan Israel di berbagai wilayah negara tersebut. Serangan dilaporkan terjadi di ibu kota Beirut, kawasan selatan, serta Lembah Bekaa di timur Lebanon .

Imran Riza menambahkan bahwa situasi kemanusiaan semakin diperparah dengan tewas dan lukanya sejumlah petugas kesehatan dalam serangan tersebut. Ia menyerukan semua pihak yang bertikai untuk menghormati hukum humaniter internasional yang melindungi warga sipil, tenaga medis, serta infrastruktur sipil seperti rumah sakit dan sekolah.

(*Reuters/ *UN News/ *AFP)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Merck Gelontorkan Rp16 Triliun, Gandeng Google Cloud Percepat Riset Obat Lewat AI

Rahway, KomentarNews – Perusahaan farmasi raksasa Merck & Co mengumumkan kemitraan strategis...

AS Pinjam Teknologi Anti-Drone Ukraina di Timur Tengah, Lebih Murah dan Andal Lawan Shahed Iran

Washington D.C. Komentarnews – Militer Amerika Serikat mulai memanfaatkan teknologi...

Gibran Sebut Jusuf Kalla Idolanya: “Beliau Senior, Mentor, dan Teladan untuk Kita Semua”

Sorong – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memandang Wakil Presiden...

OpenAI “Kuras” Rp240 Triliun Lewat Kemitraan dengan PE, Siap Monopoli Pasar AI Perusahaan

San Francisco, KomentarNews – Di tengah persaingan sengit di industri...

Inggris dan Prancis Panggil 20 Negara di Northwood, Rencanakan Misi Militer Bersama Buka Selat Hormuz

London, KomentarNews – Inggris dan Prancis akan mengadakan pertemuan para...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com