Kabul, KomentarNews – Lebih dari 40 orang di Afghanistan tewas dalam sepekan terakhir akibat banjir besar dan tanah longsor yang melanda sejumlah provinsi, demikian disampaikan Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (ANDMA) negara tersebut, Rabu (1/4/2026). Bencana ini juga mengakibatkan lebih dari 60 orang luka-luka serta ratusan rumah hancur.
Juru bicara ANDMA Mohammad Youssef Hammad mengatakan bahwa dalam periode 25–30 Maret, sebanyak 28 orang tewas di 10 provinsi, termasuk Kabul, Kapisa, Parwan, Panjshir, Bamyan, Daykundi, Paktia, Paktika, Logar, dan Zabol. Sementara itu, 49 orang lainnya dilaporkan terluka di 15 provinsi, seperti Kandahar, Helmand, Herat, Ghor, Balkh, Badghis, Samangan, Sari-Pul, Baghlan, Takhar, Jawzjan, Faryab, Badakhshan, Nangarhar, dan Laghman .
Hammad menambahkan bahwa pada 31 Maret, sedikitnya 14 orang tewas dan 17 orang terluka dalam insiden yang terkait dengan curah hujan tinggi dan banjir. Pada hari yang sama, banjir juga menyebabkan:
-
476 rumah hancur atau rusak
-
Hampir 500 hektar lahan pertanian hanyut
-
16 toko, 23 sumur air, serta beberapa jaringan pasokan air hancur
Bencana ini terjadi di tengah kondisi Afghanistan yang masih rentan secara ekonomi dan infrastruktur pasca pergantian kekuasaan. Pemerintah setempat bersama badan kemanusiaan terus berupaya melakukan evakuasi dan memberikan bantuan darurat bagi para korban, meskipun akses ke daerah terpencil terkendala oleh medan berat dan curah hujan yang masih tinggi.
(*Xinhua/ *ANT)

